Surah 17 · 17:60

Surah Al-Isra 17:60

Al-Isra · The Night Journey

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِ‌ۚ وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَـٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ‌ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَـٰنًا كَبِيرًا

Wa-ith qulna laka inna rabbakaahata binnasi wama jaAAalnaarru/ya allatee araynaka illafitnatan linnasi washshajarataalmalAAoonata fee alqur-ani wanukhawwifuhum famayazeeduhum illa tughyanan kabeera

And [remember, O Muḥammad], when We told you, "Indeed, your Lord has encompassed the people." And We did not make the sight which We showed you except as a trial for the people, as was the accursed tree [mentioned] in the Qur’ān. And We threaten [i.e., warn] them, but it increases them not except in great transgression.

Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia." Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqūm) dalam Alquran. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.

SurahAl-Isra
Juz15
Page288
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Allah has encompassed Mankind and made the Vision of His Prophet a Trial for Them

Allah says to His Messenger , encouraging him to convey the Message and informing him that He is protecting him from the people, that He is able to deal with them and that they are in His grasp and under His domination and control.

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ

(And (remember) when We told you: "Verily, your Lord has encompassed mankind..") Mujahid, `Urwah bin Az-Az-Zubayr, Al-Hasan, Qatadah and others said, "This means, He protected you from them."

وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِى أَرَيْنَـكَ إِلاَّ فِتْنَةً لِّلنَّاسِ

(And We made not the vision which We showed you but a trial for mankind,) Al-Bukhari recorded that Ibn `Abbas said:

وَمَا جَعَلْنَا الرُّءْيَا الَّتِى أَرَيْنَـكَ إِلاَّ فِتْنَةً لِّلنَّاسِ

(And We made not the vision which We showed you but a trial for mankind,) "This is the vision which the Messenger of Allah ﷺ saw with his own eyes on the night when he was taken on the Night Journey (Al-Isra').

وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِى القُرْءَانِ

and (likewise) the accursed tree in the Qur a0n. refers to the Tree of Zaqqum." This was also recorded by Ahmad, `Abdur-Razzaq and others. It was also reported by Al-`Awfi from Ibn `Abbas. It was also interpreted as referring to the Night of the Isra' by Mujahid, Sa`id bin Jubayr, Al-Hasan, Masruq, Ibrahim, Qatadah, `Abdur-Rahman bin Zayd and several others. We have already quoted at length a comprehensive collection of Hadith about the Isra' at the beginning of this Surah, praise be to Allah. We have also already stated that some people gave up their Islam after they had been following the truth, because their hearts and minds could not comprehend that, and they denied what their knowledge could not grasp, but Allah caused it to increase and strengthen the faith of others, and so He says:

إِلاَّ فِتْنَةً

(but a trial), meaning a test. As for the cursed tree, this is the Tree of Zaqqum. When the Messenger of Allah ﷺ told them that he had seen Paradise and Hell, and seen the Tree of Zaqqum, they did not believe that, and Abu Jahl, upon whom be the curses of Allah, even said, "Bring us some dates and butter," and he started eating them and saying, "Let us have some Zaqqum, we don't know any other Zaqqum but this." This was narrated by Ibn `Abbas, Masruq, Abu Malik, Al-Hasan Al-Basri and others. Everyone who interpreted the Ayah to refer to the Night of the Isra', also interpreted it to refer to the Tree of Zaqqum.

وَنُخَوِّفُهُمْ

(We make them afraid) meaning, `We make the disbelievers afraid with Our warnings and punishments and torment.'

فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلاَّ طُغْيَانًا كَبِيرًا

(but it only increases them in naught save great disbelief, oppression and disobedience to Allah.) means, it only pushes them further into their disbelief and misguidance, and this is because Allah has forsaken them.

Tafsir Kemenag RI

Abu Ya'la dari Ummi Hani meriwayatkan bahwa pagi hari setelah Isra', sebagian orang-orang Quraisy memperolok-olokkan Rasulullah dan meminta buktinya. Lalu beliau menggambarkan keadaan Baitul Maqdis serta menceritakan kepada mereka tentang kisah isra'. Kemudian Walid bin Mugirah berkata, Orang ini adalah penyihir." Maka turunlah ayat ini.

Allah swt memberi dukungan kepada Rasulullah dalam melaksanakan tugas-tugas kerasulannya dan akan melindunginya dari tipu daya orang-orang yang mengingkari risalahnya dengan mengingatkan Rasul dan mewahyukan kepadanya bahwa ilmu Tuhan meliputi segala hal ihwal manusia. Maksudnya ialah Allah Mahakuasa terhadap seluruh hamba-Nya. Mereka berada di bawah genggaman-Nya sehingga tidak dapat bergerak kecuali menurut ketentuan-Nya. Allah berkuasa melindungi Rasul-Nya dari orang-orang yang memusuhinya, sehingga mereka tidak mungkin secara semena-mena menyakiti hatinya.

Allah swt berfirman:

Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. (al-Ma'idah/5: 67)

Menurut keterangan al-Hasan, Allah swt akan menghalangi setiap usaha mereka untuk membunuh Nabi. Allah swt berfirman:

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (al-Anfal/8: 30)

Allah menjelaskan juga pengingkaran orang-orang Quraisy terhadap apa yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad pada malam Isra' dan Mi'raj, seperti pohon zaqqum yang tumbuh di neraka. Hal ini sebagai ujian, siapakah di antara umatnya yang benar-benar beriman dan siapa yang ingkar. Mereka yang benar-benar beriman bertambah kuat imannya, akan tetapi mereka yang imannya hanya di mulut saja, bertambah ingkar. Pohon zaqqum yang disebutkan dalam Al-Qur'an juga menjadi ujian kepada mereka, pada saat mereka mendengar kaum Muslimin membacakan ayat:

Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhan/44: 43-44)

Mereka memperselisihkannya; orang yang imannya kuat, bertambah kuat imannya, tetapi orang yang mengingkari kerasulan Muhammad saw bertambah kekafirannya. Abu Jahal, misalnya, termasuk orang yang mengingkarinya. Ketika itu ia berkata, "Sebenarnya anak Abu Kabsyah (Muhammad saw) mengancam kamu dengan ancaman neraka, yang bahan bakarnya batu, kemudian ia mengira di neraka itu tumbuh pohon, padahal kamu tahu bahwa api itu membakar pohon." 'Abdullah bin az-Zibara ber-kata, "Sebenarnya Muhammad menakut-nakuti kami dengan pohon zaqqum itu tiada lain kecuali kurma dan keju, maka telanlah." Mereka lalu makan kurma dan keju itu.

Orang-orang musyrik Quraisy tidak mempercayai bahwa di neraka ada tumbuh-tumbuhan yang disebut pohon zaqqum, karena mereka beranggapan bahwa api memusnahkan segalanya. Mereka tidak mengetahui bahwa di dunia ini juga terdapat keajaiban-keajaiban yang mencengangkan, terlebih-lebih lagi di akhirat. Misalnya di dunia ada semacam serat yang tak terbakar oleh api (asbes). Bahan ini sering dipergunakan untuk bahan baju yang tahan api. Bumi ini mengandung api (yaitu magma) di dalam perut bumi yang akan terlihat pada saat gunung api meletus, tetapi di atasnya tumbuh pohon-pohon yang menghijau. Kayu atau batu pun dapat mengeluarkan api pada saat digosok-gosokkan. Di dalam air pun terdapat unsur oksigen yang menyebabkan api menyala. Singkatnya, hati orang-orang kafir Quraisy tidak mau menerima kebenaran Al-Qur'an. Keingkaran mereka kepada ar-ru'ya (mimpi atau yang dilihat Nabi saw pada waktu isra') dan pohon zaqqum merupakan bukti yang jelas akan keingkaran mereka.

Allah swt berfirman:

Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim. Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya seperti kepala-kepala setan. (ash-shaffat/37: 63-65)

Di akhir ayat ditegaskan bahwa Allah hendak mengingatkan mereka akan siksaan-Nya, tetapi yang demikian itu hanya akan menambah mereka bergelimang dalam kedurhakaan dan kesesatan.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَإِذۡ

wa-idh

And when

قُلۡنَا

qul'nā

We said

لَكَ

laka

to you

إِنَّ

inna

Indeed

رَبَّكَ

rabbaka

your Lord

أَحَاطَ

aḥāṭa

has encompassed

بِٱلنَّاسِۚ

bil-nāsi

the mankind

وَمَا

wamā

And not

جَعَلۡنَا

jaʿalnā

We made

ٱلرُّءۡيَا

l-ru'yā

the vision

ٱلَّتِيٓ

allatī

which

أَرَيۡنَٰكَ

araynāka

We showed you

إِلَّا

illā

except

فِتۡنَةٗ

fit'natan

(as) a trial

لِّلنَّاسِ

lilnnāsi

for mankind

وَٱلشَّجَرَةَ

wal-shajarata

and the tree

ٱلۡمَلۡعُونَةَ

l-malʿūnata

the accursed

فِي

in

ٱلۡقُرۡءَانِۚ

l-qur'āni

the Quran

وَنُخَوِّفُهُمۡ

wanukhawwifuhum

And We threaten them

فَمَا

famā

but not

يَزِيدُهُمۡ

yazīduhum

it increases them

إِلَّا

illā

except

طُغۡيَٰنٗا

ṭugh'yānan

(in) transgression

كَبِيرٗا

kabīran

great