Surah 17 · 17:55
Surah Al-Isra 17:55
Al-Isra · The Night Journey
وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَ
Warabbuka aAAlamu biman fee assamawatiwal-ardi walaqad faddalna baAAdaannabiyyeena AAala baAAdin waataynadawooda zaboora
And your Lord is most knowing of whoever is in the heavens and the earth. And We have made some of the prophets exceed others [in various ways], and to David We gave the book [of Psalms].
Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ
(Your Lord knows you best;) O mankind, meaning, He knows best who among you deserves to be guided and who does not deserve to be guided.
إِن يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ
(if He wills, He will have mercy on you,) by helping you to obey Him and turn to Him.
أَوْ إِن يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ وَمَآ أَرْسَلْنَـكَ
(or if He wills, He will punish you. And We have not sent you) - O Muhammad -
عَلَيْهِمْ وَكِيلاً
(as a guardian over them.) meaning, `We have sent you as a warner, so whoever obeys you, will enter Paradise and whoever disobeys you, will enter Hell.'
وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ
(And your Lord knows best all who are in the heavens and the earth.) meaning, their status or level of obedience or disobedience.
The Preference of some Prophets above Others
وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَى بَعْضٍ
(And indeed, We have preferred some of the Prophets above others.) As Allah says:
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِّنْهُمْ مَّن كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَـتٍ
(Those Messengers! We preferred some of them to others; to some of them Allah spoke (directly); others He raised to degrees (of honor.)) 2:253 This does not contradict the report in the Two Sahihs which says that the Messenger of Allah ﷺ said:
«لَا تُفَضِّلُوا بَيْنَ الْأَنْبِيَاء»
(Don't give superiority to any Prophet among (Allah's) Prophets.) What is meant in this Hadith is giving a superiority based on whims and fanaticism or sectarian feelings, not on the basis of evidence. If there is solid evidence, we have to follow it. There is no dispute that the Messengers are better than the rest of the Prophets, and that the mighty Messengers of Great Resolve are the best of all. They are the five mentioned in two Ayat of the Qur'an, in Surat Al-Ahzab:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّيْنَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِن نُّوحٍ وَإِبْرَهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ
(And (remember) when We took from the Prophets their covenant, and from you and from Nuh, Ibrahim, Musa and `Isa son of Maryam.) 33:7 and in Surat Ash-Shura:
شَرَعَ لَكُم مِّنَ الِدِينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحاً وَالَّذِى أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُواْ الدِّينَ وَلاَ تَتَفَرَّقُواْ فِيهِ
(He has ordained for you the same religion which He ordained for Nuh, and that which We have revealed to you, and that which We ordained for Ibrahim, Musa and `Isa saying you should establish religion and make no divisions in it.) 42:13 There is no dispute that Muhammad is the best of them, then Ibrahim, then Musa, then `Isa (peace be upon them all), according to the best-known view. We have discussed the evidence for this in detail elsewhere, and Allah is the source of help. Allah's saying,
وَءَاتَيْنَا دَاوُودَ زَبُوراً
(and to Dawud We gave the Zabur.) is an indication of his virtue and honor. Al-Bukhari recorded from Abu Hurayrah that the Prophet said:
«خُفِّفَ عَلَى دَاوُدَ الْقُرْآنُ، فَكَانَ يَأْمُرُ بِدَوَابِّهِ فَتُسْرَجُ، فَكَانَ يَقْرَؤُهُ قَبْلَ أَنْ يَفْرُغ»
(The Qur'an (i.e. revea- led Scripture of Zabur) was made easy for Dawud, so he would call for his mounts to be saddled, and he would finish reciting it (i.e., the Zabur) be- fore the job was done.)
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah swt lebih mengetahui keadaan hamba-Nya yang di langit atau di bumi, yang tampak ataupun yang tidak. Dia memilih di antara hamba-Nya, siapa yang pantas menerima tugas kenabian dan pengetahuan agama. Dia pula yang melebihkan hamba yang satu dari hamba yang lainnya, sesuai dengan ilmu dan kuasa-Nya semata.
Ayat ini juga merupakan sanggahan terhadap kaum musyrikin yang mengatakan bahwa jauh kemungkinannya Muhammad yang hanya seorang anak yatim piatu dan diasuh oleh pamannya, Abu thalib, menjadi seorang nabi. Kalau pengikut-pengikutnya hanyalah orang-orang kelaparan, dan berpakaian compang-camping, tidak mungkin orang bangsawan dan pemuka-pemuka Quraisy mau menjadi pengikutnya.
Penyebutan bahwa Allah lebih mengetahui makhluk-Nya yang ada di langit dan di bumi pada ayat ini merupakan sanggahan terhadap dugaan dan keinginan mereka bahwa sepatutnya Allah mengirim malaikat atau orang besar dari Mekah atau Taif, untuk menjadi utusan-Nya. Firman Allah:
Mengapa bukan para malaikat yang diturunkan kepada kita. (al-Furqan/25: 21)
Firman Allah pula:
Dan mereka (juga) berkata, "Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?" (az-Zukhruf/43: 31)
Di antara hamba Allah yang dipilih untuk menjadi utusan-Nya ialah mereka yang mempunyai keutamaan rohani dan jiwa yang bersih. Allah swt melebihkan sebagian nabi atas sebagian yang lain sesuai dengan pilihan-Nya juga, seperti Nabi Ibrahim diberi keistimewaan sehingga diberi gelar Khalilullah dan Nabi Musa diberi keistimewaan pula sehingga diberi gelar Kalimullah. Nabi Muhammad diberi mukjizat yang tertinggi di antara semua mukjizat yaitu Al-Qur'an dan diberi kemuliaan menghadap langsung ke hadirat-Nya ketika Isra' dan Mi'raj.
Allah swt berfirman:
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat. Dan Kami beri Isa putra Maryam beberapa mukjizat dan Kami perkuat dia dengan Rohulkudus. (al-Baqarah/2: 253)
Di akhir ayat, Allah menyebutkan bahwa Dia telah memberikan Zabur kepada Daud a.s. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa keutamaan Nabi Daud, bukan hanya karena menjadi raja, tetapi karena ia juga memperoleh kitab dari Allah.
Penyebutan Zabur secara khusus dalam ayat ini karena dalam kitab itu disebutkan bahwa Nabi Muhammad adalah nabi penutup dan umatnya adalah umat yang baik pula.
Allah swt berfirman:
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauḥ Maḥfudh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. (al-Anbiya'/21: 105)
Yang dimaksud dengan hamba-hamba-Ku yang saleh dalam ayat di atas adalah Nabi Muhammad dan umatnya.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَرَبُّكَ
warabbuka
And your Lord
أَعۡلَمُ
aʿlamu
(is) most knowing
بِمَن
biman
of whoever
فِي
fī
(is) in
ٱلسَّمَٰوَٰتِ
l-samāwāti
the heavens
وَٱلۡأَرۡضِۗ
wal-arḍi
and the earth
وَلَقَدۡ
walaqad
And verily
فَضَّلۡنَا
faḍḍalnā
We have preferred
بَعۡضَ
baʿḍa
some
ٱلنَّبِيِّـۧنَ
l-nabiyīna
(of) the Prophets
عَلَىٰ
ʿalā
to
بَعۡضٖۖ
baʿḍin
others
وَءَاتَيۡنَا
waātaynā
And We gave
دَاوُۥدَ
dāwūda
Dawood
زَبُورٗا
zabūran
Zaboor