Surah 17 · 17:19

Surah Al-Isra 17:19

Al-Isra · The Night Journey

وَمَنْ أَرَادَ ٱلْأَخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَـٰٓئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

Waman arada al-akhirata wasaAAalaha saAAyaha wahuwa mu/minun faola-ika kanasaAAyuhum mashkoora

But whoever desires the Hereafter and exerts the effort due to it while he is a believer - it is those whose effort is ever appreciated [by Allāh].

Dan barangsiapa menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan dia beriman, maka mereka itulah orang yang usahanya dibalas dengan baik.

SurahAl-Isra
Juz15
Page284
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Reward of Those who desire this World and Those who desire the Hereafter

Allah tells us that not everyone who desires this world and its luxuries gets what he wants. That is attained by those whom Allah wants to have it, and they get what He wills that they should get. This Ayah narrows down the general statements made in other Ayat. Allah says:

عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ

(We readily grant him what We will for whom We like. Then, afterwards, We have appointed for him Hell) meaning, in the Hereafter,

يَصْلَـهَآ

(he will burn therein) means, he will enter it until it covers him on all sides,

مَذْمُومًا

(disgraced) means, blamed for his bad behaviour and evil deeds, because he chose the transient over the eternal,

مَّدْحُورًا

(rejected.) means, far away (from Allah's mercy), humiliated and put to shame.

وَمَنْ أَرَادَ الاٌّخِرَةَ

(And whoever desires the Hereafter) wanting the Hereafter and its blessings and delights,

وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا

(and strives for it, with the necessary effort due for it) seeking it in the right way, which is following the Messenger .

وَهُوَ مُؤْمِنٌ

(while he is a believer,) means, his heart has faith, i.e., he believes in the reward and punishment,

فَأُولَـئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

(then such are the ones whose striving shall be appreciated, (rewarded by Allah).)

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini, Allah swt menyebutkan golongan yang kedua. Allah swt menyatakan bahwa barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh serta tetap beriman, maka dialah orang yang usahanya mendapat balasan yang baik. Yang dimaksud dengan orang-orang yang menghendaki kehidupan akhirat ialah orang-orang yang mencita-citakan kebahagiaan hidup di akhirat, dan berusaha untuk mendapatkannya dengan mematuhi bimbingan Allah serta menjauhi tuntutan hawa nafsunya. Orang yang demikian ini selama hidupnya di dunia menganggap bahwa kenikmatan hidup di dunia serta kemewahannya adalah nikmat Allah yang harus disyukuri dan digunakan sebagai sarana untuk beribadah kepada-Nya.

Itulah sebabnya di akhir ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa orang yang demikian itulah yang akan mendapat balasan dari Allah dengan pahala yang berlimpah-limpah, sebagai imbalan dari amalnya yang saleh dan ketabahannya melawan kehendak hawa nafsu. Ia akan dimasukkan ke dalam surga Firdaus dan kekal selama-lamanya di sana.

Dalam ayat ini disebut tiga syarat yang harus dipenuhi agar seseorang itu mencapai kebahagiaan yang abadi yakni:

1. Adanya kehendak untuk melakukan suatu perbuatan dengan meng-utamakan kebahagiaan akhirat di atas kepentingan duniawi.

2. Melakukan amal saleh sebagai perwujudan niatnya mendapatkan kebahagiaan akhirat dengan jalan menaati perintah Allah dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya.

3. Menjadi orang mukmin, karena iman merupakan dasar untuk diterima atau tidaknya amal perbuatan. Seseorang yang hatinya kosong dari iman, tidak akan mungkin menerima kebahagiaan yang abadi itu.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَمَنۡ

waman

And whoever

أَرَادَ

arāda

desires

ٱلۡأٓخِرَةَ

l-ākhirata

the Hereafter

وَسَعَىٰ

wasaʿā

and exerts

لَهَا

lahā

for it

سَعۡيَهَا

saʿyahā

the effort

وَهُوَ

wahuwa

while he

مُؤۡمِنٞ

mu'minun

(is) a believer

فَأُوْلَٰٓئِكَ

fa-ulāika

then those

كَانَ

kāna

[are]

سَعۡيُهُم

saʿyuhum

their effort

مَّشۡكُورٗا

mashkūran

(is) appreciated