Surah 15 · 15:70
Surah Al-Hijr 15:70
Al-Hijr · The Rocky Tract
قَال
Qaloo awa lam nanhaka AAani alAAalameen
They said, "Have we not forbidden you from [protecting] people?"
(Mereka) berkata, "Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?"
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
The People of the City arrive upon the Angels, thinking that they are Men
Allah tells us about how Lut's people came to him when they found out about his handsome guests, and they came happily rejoicing about them.
قَالَ إِنَّ هَـؤُلآءِ ضَيْفِى فَلاَ تَفْضَحُونِ - وَاتَّقُواْ اللَّهَ وَلاَ تُخْزُونِ
(Lut said: "Verily, these are my guests, so do not shame me. And have Taqwa of Allah, and do not disgrace me.") This is what Lut said to them before he knew that his guests were messengers from Allah, as mentioned in Surat Hud, but here (in this Surah), we have already been told that they are messengers from Allah, and this is followed by an account of Lut's people coming and his exchange with them. However, here the conjunction (wa, meaning "and") does not imply the sequence of events, especially since there is something to indicate that this is not the case. They said answering him,
أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَـلَمِينَ
(Did we not forbid you from entertaining (or protecting) any of the `Alamin) meaning, `did we not tell you that you should not have anyone as a guest' He reminded them about their womenfolk and what their Lord had created for them in the women of permissible sexual relationships. This issue has already been explained and is no need to repeat the discussion here. All of this happened while they were still unaware of the inevitable calamity and punishment that was about to befall them the following morning. Hence Allah, may He be exalted, said to Muhammad ﷺ,
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِى سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
(Verily, by your life, in their wild intoxication, they were wandering blindly.) Allah swore by the life of His Prophet , which is an immense honor reflecting his high rank and noble status. `Amr bin Malik An-Nakari reported from Abu Al-Jawza' that Ibn `Abbas said: "Allah has never created or made or formed any soul that is dearer to him than Muhammad ﷺ. I never heard that Allah swore by the life of anyone else. Allah says,
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِى سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
(Verily, by your life, in their wild intoxication, they were wandering blindly.) meaning, by your life and the length of your stay in this world,
إِنَّهُمْ لَفِى سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
(in their wild intoxication, they were wandering blindly.) This was reported by Ibn Jarir. Qatadah said:
لَفِى سَكْرَتِهِمْ
(in their wild intoxication) "It means - in their misguided state;
يَعْمَهُونَ
(they were wandering blindly) means - they were playing. " `Ali bin Abi Talhah reported that Ibn `Abbas said:
لَعَمْرُكَ
(Verily, by your life) means by your life, and
إِنَّهُمْ لَفِى سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
(in their wild intoxica- tion, they were wandering blindly.) means that they were confused."
Tafsir Kemenag RI
Ketika kaum Lut, penduduk kota Sodom, mendengar bahwa Lut kedatangan tamu-tamu yang gagah, mereka pun bergembira. Timbullah hawa nafsu jahat mereka untuk berbuat homoseksual dengan tamu-tamu itu, yang merupakan kebiasaan buruk yang selalu mereka lakukan.
Melihat tingkah laku kaumnya, Lut a.s. berkata kepada mereka, "Sesungguhnya pemuda-pemuda yang kamu datangi dan kamu ajak melakukan perbuatan mesum adalah tamu-tamuku. Aku harus menghormati dan memuliakan tamu-tamuku itu, janganlah kamu melakukan perbuatan mesum dengan mereka, karena tindakan kamu itu akan memberi malu kepadaku. Bertakwalah kamu kepada Allah, peliharalah dirimu dari siksaan-Nya, dan janganlah kamu memperkosa mereka."
Kaum Lut menentang dan mengancam Nabi Lut karena perkataannya itu dengan mengatakan, "Bukankah kami pernah melarangmu untuk melindungi tamu-tamu yang datang ke sini dari keinginan dan perbuatan yang akan kami lakukan terhadap mereka."
Perkataan kaum Lut ini memberikan isyarat bahwa kaum Lut itu selalu memaksa tamu-tamu yang datang ketika itu agar bersedia melakukan perbuatan homoseksual dengan mereka. Perbuatan keji itu dilarang oleh Lut. Akan tetapi, mereka tidak menghiraukan larangan itu, bahkan mereka mengancam Lut dengan suatu hukuman, seandainya Lut masih mencampuri urusan mereka itu.
Tetapi Lut masih memperingatkan mereka dan menawarkan kepada mereka putri-putrinya untuk mereka nikahi, karena itulah yang sesuai dengan sunatullah. Beliau berkata, "Hai kaumku, menikahlah dengan putri-putriku. Janganlah kamu melakukan perkawinan dengan orang yang sejenis denganmu, karena kawin dengan orang yang sejenis itu diharamkan Allah. Lakukanlah perbuatan yang halal dan sesuai dengan sunatullah. Allah sengaja menciptakan laki-laki dan perempuan agar mereka menikah dan memiliki keturunan. Jika kamu terus berbuat demikian, niscaya kamu tidak akan memiliki keturunan dan jenis manusia akan punah dari muka bumi."
Dalam ayat ini, Lut a.s. menyebut "putri-putriku". Maksudnya ialah "para pengikutnya yang wanita" karena seorang nabi biasa menyebut kaumnya dengan anak-anaknya dan istri nabi adalah ibu dari umatnya sebagaimana firman Allah:
Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dibandingkan diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka. (al-Ahzab/33: 6)
Jika istri-istri nabi adalah ibu orang-orang yang beriman, tentulah nabi sendiri adalah bapak mereka dan seluruh umatnya adalah putra-putrinya.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
قَالُوٓاْ
qālū
They said
أَوَلَمۡ
awalam
Did not
نَنۡهَكَ
nanhaka
we forbid you
عَنِ
ʿani
from
ٱلۡعَٰلَمِينَ
l-ʿālamīna
the world