Surah 15 · 15:56

Surah Al-Hijr 15:56

Al-Hijr · The Rocky Tract

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِۦٓ إِلَّا ٱلضَّآلُّونَ

Qala waman yaqnatu min rahmatirabbihi illa addalloon

He said, "And who despairs of the mercy of his Lord except for those astray?"

Dia (Ibrahim) berkata, "Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat."

SurahAl-Hijr
Juz14
Page265
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Guests of Ibrahim and their Good News of a Son for Him

Allah is saying: `Tell them, O Muhammad, about the story of

ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ

(the guests of Ibrahim.)'

دَخَلُواْ عَلَيْهِ فَقَالُواْ سَلامًا قَالَ إِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُونَ

(they entered upon him, and said: "Salaman (peace!)." He said: "Indeed we are frightened of you.") meaning that they were scared. The reason for their fear has been mentioned previously, which is that they noticed that these guests did not eat of the food that was offered, which was a fattened calf.

قَالُواْ لاَ تَوْجَلْ

(They said: "Do not be afraid!...") meaning, do not be scared.

وَبَشَّرُوهُ بِغُلَـمٍ عَلَيمٍ

(We bring you the good news of a boy possessing much knowledge and wisdom.) this refers to Ishaq, as was previously mentioned in Surat Hud. Then

قَالَ

(He said) meaning he spoke with wonder and astonishment, asking for confirmation, because he was old and his wife was old:

أَبَشَّرْتُمُونِى عَلَى أَن مَّسَّنِىَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ

(Do you give me this good news while old age has overtaken me Of what then is your news about) They responded by confirming the good news they had brought, good news after good news:

قَالُواْ بَشَّرْنَـكَ بِالْحَقِّ فَلاَ تَكُن مِّنَ الْقَـنِطِينَ

(They said: "We give you good news in truth. So do not be of those who despair.")

Tafsir Kemenag RI

Melihat Ibrahim merasa takut, maka para tamu itu mengatakan kepadanya, agar tidak takut karena maksud kedatangan mereka ialah untuk menyampaikan kabar gembira dari Allah, bahwa ia akan dianugerahi seorang anak laki-laki yang saleh. Dalam firman Allah yang lain disebutkan bahwa anak yang akan dianugerahkan itu akan mempunyai kedudukan yang penting di kemudian hari.

Allah berfirman:

Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. (as-shaffat/37: 112)

Ibrahim merasa heran atas berita gembira yang disampaikan para malaikat itu. Dia hampir saja tidak mempercayainya, apalagi berita itu disampaikan oleh orang yang belum dikenalnya dan ketika itu Ibrahim dan istrinya Sarah telah berusia lanjut. Menurut kebiasaan, orang yang sudah berusia lanjut tidak mungkin lagi mempunyai anak. Sudah tentu berita itu dianggapnya aneh, apalagi istrinya juga seorang yang mandul.

Tamu-tamu Ibrahim itu menegaskan bahwa berita yang disampaikan mereka itu adalah berita yang benar, sebab kelahiran seorang putra yang diinginkan itu termasuk nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya. Allah kuasa melimpahkan nikmat itu kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga kuasa untuk mengadakan atau menciptakan sesuatu yang menyimpang dari sunnah-Nya sendiri.

Setelah mendengar keterangan para malaikat itu, timbullah keyakinan pada diri Ibrahim bahwa tamu yang aneh itu bukanlah sembarang tamu. Mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus kepadanya untuk menyampaikan berita gembira. Karena keyakinan itulah Ibrahim segera menjawab perkataan mereka bahwa tidak ada orang yang putus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat. Dalam hadis Nabi saw diterangkan betapa banyak dan luasnya nikmat Allah:

Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah swt telah menciptakan rahmat, ketika itu Dia menciptakan seratus rahmat, maka ditahan-Nya sembilan puluh sembilan rahmat, dan melepaskan satu rahmat kepada makhluk-Nya seluruh-Nya. Kalau orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada pada sisi Allah, niscaya mereka tidak putus asa dari rahmat itu, dan kalau orang mukmin mengetahui semua macam azab yang ada pada Allah swt, niscaya mereka tidak merasa aman dari api neraka." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Dalam hal ini, Ibrahim a.s. sebagai nabi dan rasul Allah pasti mengetahui betapa banyaknya rahmat yang ada pada sisi Allah. Oleh karena itu, beliau yakin akan kebenaran yang disampaikan para malaikat itu.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

قَالَ

qāla

He said

وَمَن

waman

And who

يَقۡنَطُ

yaqnaṭu

despairs

مِن

min

of

رَّحۡمَةِ

raḥmati

(the) Mercy

رَبِّهِۦٓ

rabbihi

(of) his Lord

إِلَّا

illā

except

ٱلضَّآلُّونَ

l-ḍālūna

those who are astray