Surah 15 · 15:26

Surah Al-Hijr 15:26

Al-Hijr · The Rocky Tract

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ مِن صَلْصَـٰلٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

Walaqad khalaqna al-insana minsalsalin min hama-in masnoon

And We did certainly create man out of clay from an altered black mud.

Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

SurahAl-Hijr
Juz14
Page263
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Substances from which Mankind and Jinns were created

Ibn `Abbas, Mujahid and Qatadah said that Salsal means dry mud. The apparent meaning is similar to the Ayah:

خَلَقَ الإِنسَـنَ مِن صَلْصَـلٍ كَالْفَخَّارِ - وَخَلَقَ الْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

(He created man (Adam) from sounding clay like the potter's clay, And He created the Jinns from a smokeless flame of fire.) (55:14-15) It was also reported from Mujahid that,

صَلْصَـلٍ

(dried (sounding) clay) means "putrid", but it is more appropriate to interpret an Ayah with another Ayah.

مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ

(of altered mud) means the dried clay that comes from mud, which is soil. "Altered" here means smooth.

وَالْجَآنَّ خَلَقْنَـهُ مِن قَبْلُ

(And the Jinn, We created earlier) means before creating humans.

مِن نَّارِ السَّمُومِ

(from the smokeless flame of fire.) Ibn `Abbas said, "It is the smokeless flame that kills." Abu Dawud At-Tayalisi said that Shu`bah narrated to them from Abu Ishaq, who said: "I visited `Umar Al-Asamm when he was sick, and he said: `Shall I not tell you a Hadith that I heard from `Abdullah bin Mas`ud He said: `This smokeless flame is one of the seventy parts of the smokeless fire from which the Jinn where created. Then he recited,

وَالْجَآنَّ خَلَقْنَـهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ

(And the Jinn, We created earlier from the smokeless flame of fire)."' The following is found in the Sahih,

«خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَتِ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُم»

(The angels were created from light, the Jinn were created from a smokeless flame of fire, and Adam was created from that which has been described to you.) The Ayah is intended to point out the noble nature, good essence and pure origin of Adam.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan bahwa setelah menyempurnakan bentuk ciptaan-Nya, Allah lalu meniupkan roh kepadanya. Menurut para saintis, kata hama' (lumpur hitam) pada ayat ini mengisyaratkan akan terlibatnya molekul air (H2O) dalam proses terbentuknya molekul-molekul pendukung proses kehidupan. Seperti diketahui 'air adalah media bagi terjadinya suatu proses reaksi kimiawi/biokimiawi untuk membentuk suatu molekul baru. Kata "yang diberi bentuk", mengisyaratkan bahwa reaksi biokimiawi yang terjadi dalam media berair itu, telah menjadikan unsur-unsur, yang semula 'hanya atom-atom menjadi suatu molekul organik, yang susunan dan bentuknya tertentu, seperti asam amino atau nukleotida.

Pada ayat yang lain, Allah swt menerangkan kejadian manusia itu:

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap. (ar-Rahman/55: 14-15)

Secara ilmiah, tembikar adalah semacam porcelain, yang dalam proses reaksi kimiawi dapat digunakan sebagai katalis untuk terjadinya proses polimerisasi. Kata "tanah kering seperti tembikar" mungkin mengisyaratkan terjadinya proses polimerasasi atau reaksi perpanjangan rantai molekul dari asam-asam amino menjadi protein atau dari nukleotida menjadi polinukleotida, termasuk molekul Desoxyribonucleic Acid (DNA), suatu materi penyusun struktur gena makhluk hidup.

Dan firman Allah swt:

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat, "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya." (shad/38: 71-72)

Yang dimaksud dengan insan (manusia) dalam ayat ini, ialah Adam a.s. yang merupakan bapak seluruh manusia. Sebagian ahli tafsir berpendapat Adam yang disebut dalam ayat ini bukanlah manusia pertama, karena sebelum itu Allah swt telah menciptakan beribu-ribu Adam. Tetapi Nabi Adam adalah nabi pertama yang diberi tugas untuk berdakwah kepada manusia agar mengikuti jalan yang benar.

Dalam hadis Nabi diterangkan proses penciptaan Adam itu. Nabi Muhammad saw bersabda:

Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla telah menciptakan Adam dari kepalan tanah yang diambil dari segala macam tanah, maka lahirlah anak Adam menurut kadar tanah itu. Di antara mereka ada yang merah, ada yang hitam, dan ada di antara kedua warna itu. Ada yang mudah, ada yang sukar, ada yang baik, dan ada yang buruk. (Riwayat Ahmad dan Muslim dari 'Aisyah)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَلَقَدۡ

walaqad

And verily

خَلَقۡنَا

khalaqnā

We created

ٱلۡإِنسَٰنَ

l-insāna

humankind

مِن

min

(out) of

صَلۡصَٰلٖ

ṣalṣālin

sounding clay

مِّنۡ

min

from

حَمَإٖ

ḥama-in

black mud

مَّسۡنُونٖ

masnūnin

altered