Surah 15 · 15:19
Surah Al-Hijr 15:19
Al-Hijr · The Rocky Tract
وَ
Wal-arda madadnahawaalqayna feeha rawasiya waanbatnafeeha min kulli shay-in mawzoon
And the earth - We have spread it and cast therein firmly set mountains and caused to grow therein [something] of every well-balanced thing.
Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
The Power of Allah and His Signs in the Heavens and on Earth
To those who ponder, and look repeatedly at the dazzling signs and wonders that are to be seen in the creation, Allah mentions His creation of the heavens, with their immense height, and both the fixed and moving heavenly bodies with which He has adorned it. Here, Mujahid and Qatadah said that Buruj big stars refers to the heavenly bodies. (I say): This is like the Ayah :
تَبَارَكَ الَّذِى جَعَلَ فِى السَّمَآءِ بُرُوجاً(Blessed be He Who has placed the big stars in the heavens.) 25:61 `Atiyah Al-`Awfi said: "Buruj here refers to sentinel fortresses." He made the "shooting stars" to guard it against the evil devils who try to listen to information conveyed at the highest heights. If any devil breaches it and advances hoping to listen, a clear "shooting star" comes to him and destroys him. He may already have passed on whatever he heard before the fire hit him, to another devil below him; the latter will then take it to his friends among humans, as is stated in the Sahih. Explaining this Ayah, Al-Bukhari reported from Abu Hurayrah that the Prophet said:
«إِذَا قَضَى اللهُ الْأَمْرَ فِي السَّمَاءِ ضَرَبَتِ الْمَلَائِكَةُ بِأَجْنِحَتِهَا خُضْعَانًا لِقَوْلِهِ كَأَنَّهُ سِلْسِلَةٌ عَلَى صَفْوَان»(When Allah decrees any matter in heaven, the angels beat their wings in submission to His Word, with a sound like a chain beating on a smooth rock.") (`Ali and other subnarrators said, "The sound reaches them.") "When the fright leaves their (angels') hearts, they (angels) are asked: `What did your Lord say' They respond: "The truth. And He is the Most High, the Most Great.' So those who hope to hear something listen, and they are standing one above the other." Sufyan the narrator described them with a gesture, spreading the fingers of his right hand and holding it in such a way that the fingers were above one another. "Sometimes the flaming fire hits one of these listeners before he is able to convey what he has heard to the one who is beneath him, and he is burned up, or sometimes the fire does not hit him until he has pit on to the one beneath him, so he brings it to the earth." Perhaps Sufyan said: "...until it reaches the earth and he puts it into the mouth of the sorcerer or fortune-teller, so that after telling a hundred lies he gets something right, and the people say, `Did he not tell us that on such and such a day such and such would happen, and we found it to be the truth among the statements which were heard from heaven."' Then Allah mentions His creation of the earth and how He spread it out, and the firm mountains, valleys, lands and sands that he has placed in it, and the plants and fruits that He causes to grow in their appropriate locations.
مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْزُونٍ(all kinds of things in due proportion.) Ibn `Abbas said that this means with their predetermined proportions. This was also the opinion of Sa`id bin Jubayr, `Ikrimah, Abu Malik, Mujahid, Al-Hakim bin `Utaybah, Al-Hasan bin Muhammad, Abu Salih and Qatadah.
وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَـيِشَ(And We have provided therein means of living, for you) Here Allah mentions that He created the earth with different means of provisions and livelihood of all kinds.
وَمَن لَّسْتُمْ لَهُ بِرَزِقِينَ(and for those whom you provide not.) Mujahid said, "This refers to the riding animals and the cattle." Ibn Jarir said, "They are slaves, men and women, as well as the animals and the cattle. The meaning is that Allah, may He be exalted, is reminding them of the ways of earning provision that He has made easy for them, and of the animals that He has subjugated for them to ride and to eat, and the slaves from whom they benefit, but the provision of all of these comes from Allah alone."
Tafsir Kemenag RI
Setelah Allah swt menerangkan tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya di langit, dalam ayat ini Allah menerangkan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang dapat dilihat, diketahui, dirasakan, dan dipikirkan oleh manusia. Di antaranya, Allah menciptakan bumi seakan-akan terhampar, sehingga mudah didiami manusia, memungkinkan mereka bercocok tanam di atasnya, dan memudahkan mereka bepergian ke segala penjuru dunia mencari rezeki yang halal dan bersenang-senang.
Allah menciptakan di bumi jurang-jurang yang dalam dan dialiri sungai-sungai yang kecil yang kemudian bersatu menjadi sungai yang besar menuju lautan luas. Diciptakan-Nya pula gunung-gunung yang menjulang ke langit, dihiasi oleh aneka ragam tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang menghijau, yang menyenangkan hati orang-orang yang memandangnya, sebagaimana firman Allah:
Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir. (ar-Ra'd/13: 3)
Ayat 19 Surah al-hijr ini menyiratkan bagaimana proses geologi berjalan puluhan, ratusan bahkan jutaan tahun. Berdasarkan kajian saintis, pada dasarnya proses geologi berupa siklus yang tiada berhenti. Di dasar lautan, seperti di Lautan Pasifik misalnya, berjalan suatu proses penghamparan material-material magmatik yang keluar dari punggungan tengah samudra secara terus-menerus dan membentuk lempeng samudra [lihat keterangan an-Naml/27: 88 dan at-thur/52: 6]. Lempengan ini terus bergerak dan menabrak lempengan lainnya.
Sementara itu berjalan pula proses erosi yang bermula dari tempat-tempat yang tinggi dan untuk kemudian material hasil erosi ini dihamparkan dan diendapkan pada tempat-tempat yang lebih rendah. Endapan ini kemudian mengalami tekanan akibat pergerakan lempengan-lempengan dan membawa lapisan-lapisan batuan hasil erosi ini tertekuk dan terangkat, sampai membentuk pegunungan. Lihat pula an-Nahl/16: 15 yang terkait dengan ayat ini.
Betapa agungnya Allah yang menciptakan semuanya itu yang dapat dirasakan manfaat dan nikmatnya oleh manusia, tetapi kebanyakan mereka ingkar kepada Sang Penciptanya.
Allah telah menciptakan beraneka ragam tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan, masing-masing mempunyai ukuran dan kadar yang ditentukan. Pohon durian yang batangnya kokoh itu serasi dengan buahnya yang besar dan berduri. Batang padi serasi dan sesuai pula dengan buahnya yang bertangkai dan tanah untuk tempat tumbuhnya. Demikian pula tumbuh-tumbuhan yang lain diciptakan Allah seimbang, serasi, dan sesuai dengan iklim, keadaan daerah, dan keperluan manusia atau binatang tempat ia tumbuh. Sementara itu, perbedaan daerah dan tanah tempat tumbuh suatu pohon akan menimbulkan perbedaan rasa dan ukuran buahnya. Unsur gula di dalam tebu berlainan dengan unsur gula dalam air kelapa, berlainan manisnya dengan mangga dan jeruk. Buah salak sewaktu masih berupa putik dikelilingi oleh duri-duri yang tajam, tetapi setelah ia masak, seakan-akan duri-duri itu menguakkan diri, sehingga mudah untuk manusia mengambil buahnya yang rasanya manis. Putik pepaya pahit rasanya sewaktu masih kecil, sehingga manusia tidak mau mengambil dan memakannya. Semakin besar putiknya itu, semakin berkurang rasa pahitnya, dan semakin dekat pula manusia kepadanya. Setelah masak, buahnya dipetik dan menjadi makanan yang disenangi. Demikian Allah menciptakan sesuatu dengan ukuran dan kadar yang tertentu, sehingga melihat kesempurnaan ciptaan-Nya itu akan bertambah pula iman di dalam hati orang yang mau berpikir dan bertambah pula keyakinan bahwa Allah adalah Maha Sempurna.
Allah swt berfirman:
Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. (al-An'am/6: 14)
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَٱلۡأَرۡضَ
wal-arḍa
And the earth
مَدَدۡنَٰهَا
madadnāhā
We have spread it
وَأَلۡقَيۡنَا
wa-alqaynā
and [We] cast
فِيهَا
fīhā
therein
رَوَٰسِيَ
rawāsiya
firm mountains
وَأَنۢبَتۡنَا
wa-anbatnā
and [We] caused to grow
فِيهَا
fīhā
therein
مِن
min
of
كُلِّ
kulli
every
شَيۡءٖ
shayin
thing
مَّوۡزُونٖ
mawzūnin
well-balanced