Surah 22 · 22:8
Surah Al-Hajj 22:8
Al-Hajj · The Pilgrimage
وَمِنَ
Wamina annasi man yujadilufee Allahi bighayri AAilmin wala hudan walakitabin muneer
And of the people is he who disputes about Allāh without knowledge or guidance or an enlightening book [from Him],
Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan,
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Clarifying the State of the Leaders of the Innovators and Those Who lead People astray
Allah has already told us about the ignorant imitators who are led astray:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يُجَـدِلُ فِى اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيْطَـنٍ مَّرِيدٍ
(And among mankind is he who disputes about Allah, without knowledge, and follows every rebellious Shaytan.) And here He tells us about those who call others to misguidance, the leaders of disbelief and innovation:
ومِنَ النَّاسِ مَن يُجَـدِلُ فِى اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلاَ هُدًى وَلاَ كِتَـبٍ مُّنِيرٍ
(And among men is he who disputes about Allah, without knowledge or guidance, or a Book giving light (from Allah).) meaning, with no correct rational thought, and no clear transmitted text; what they say is based only on their opinions and whims. Allah's saying,
ثَانِىَ عِطْفِهِ
(Bending his neck in pride,) Ibn `Abbas and others said, "Too proud to follow the truth when he is called to it." Mujahid, Qatadah and Malik said, narrating from Zayd bin Aslam:
ثَانِىَ عِطْفِهِ
(Bending his neck in pride,) means, twisting his neck, i.e., turning away from the truth to which he is called, bending his neck out of pride and arrogance. This is like the Ayat:
وَفِى مُوسَى إِذْ أَرْسَلْنَـهُ إِلَى فِرْعَوْنَ بِسُلْطَـنٍ مُّبِينٍ فَتَوَلَّى بِرُكْنِهِ
(And in Musa, when We sent him to Fir`awn with a manifest authority. But (Fir`awn) turned away along with his hosts) 51:38-39,
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَآ أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَـفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً
(And when it is said to them: "Come to what Allah has sent down and to the Messenger," you see the hypocrites turn away from you with aversion.) 4:61,
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ يَسْتَغْفِرْ لَكُمْ رَسُولُ اللَّهِ لَوَّوْاْ رُءُوسَهُمْ وَرَأَيْتَهُمْ يَصُدُّونَ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ
(And when it is said to them: "Come, so that the Messenger of Allah ﷺ may ask forgiveness from Allah for you," they twist their heads, and you would see them turning away their faces in pride.) 63:5, And Luqman said to his son:
وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ
(And turn not your face away from men with pride) 31:18 meaning, do not turn away from them in an arrogant manner. And Allah says:
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ ءَايَـتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِراً
(And when Our verses are recited to him, he turns away in pride) 31:7.
لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ
(and leading (others) too (far) astray from the path of Allah.) This either refers to those who are stubborn, or it means that the person who does this has been created like this so that he will be one of those who lead others astray from the path of Allah. Then Allah says:
لَهُ فِى الدُّنْيَا خِزْىٌ
(For him there is disgrace in this worldly life,) meaning, humiliation and shame, such as when he is too arrogant to heed the signs of Allah, so Allah will send humiliation upon him in this world and will punish him in this world, before he reaches the Hereafter, because this world is all he cares about and all he knows.
وَنُذِيقُهُ يَوْمَ الْقِيَـمَةِ عَذَابَ الْحَرِيقِذلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ
(and on the Day of Resurrection We shall make him taste the torment of burning. That is because of what your hands have sent forth,) means, this will be said to him by way of rebuke.
وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّـمٍ لِّلْعَبِيدِ
(and verily, Allah is not unjust to the servants.) This is like the Ayah:
خُذُوهُ فَاعْتِلُوهُ إِلَى سَوَآءِ الْجَحِيمِ - ثُمَّ صُبُّواْ فَوْقَ رَأْسِهِ مِنْ عَذَابِ الْحَمِيمِ - ذُقْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ - إِنَّ هَـذَا مَا كُنتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ
((It will be said: ) "Seize him and drag him into the midst of blazing Fire, Then pour over his head the torment of boiling water. Taste you (this)! Verily, you were (pretending to be) the mighty, the generous! Verily, this is that whereof you used to doubt!") 44:47-50
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang benar-benar bertindak dan berbuat melampaui batas, ada yang membantah serta mengingkari Allah dan sifat-sifat-Nya, tanpa dasar pengetahuan, tanpa argumen yang kuat dan tanpa bimbingan wahyu yang benar. Sikap mereka yang demikian itu semata-mata karena kesombongannya sehingga memalingkan muka dari manusia, yaitu membelakangi orang lain. Hati mereka sudah mati dan tertutup. Sebagaimana firman Allah:
Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. (al-Hajj/22: 46)
Orang yang demikian itu, jika diberi peringatan mereka tidak akan menerimanya, bahkan mereka bertambah ingkar dan sombong.
Allah berfirman:
Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih. (Luqman/31: 7)
Orang yang buta mata hatinya dan menyombongkan dirinya, mereka itulah yang telah mengingkari Allah dan adanya Hari Kemudian itu. Maksud mereka adalah untuk menyesatkan dari jalan yang benar sehingga jauh dari Allah.
Menurut sebagian mufasir ayat ini diturunkan sebagai penegasan dan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang mengingkari dan membantah-Nya, sebagaimana disebutkan pada ayat-ayat yang lalu. Pada ayat 3 dan 4 Surah ini dinyatakan bahwa pemuka-pemuka kaum musyrikin Mekah, terutama Nadhar bin Haris, telah membantah dan mengingkari Allah, tanpa pengetahuan, serta mengikuti godaan setan. Pada ayat ini ditegaskan bahwa Nadhar bin Haris dan kawan-kawannya, serta orang-orang yang bertingkah laku seperti mereka itu, benar-benar membantah dan mengingkari Allah. Dengan demikian ayat ini sesunguhnya memberikan peringatan dan ancaman yang keras kepada mereka, bahwa tindakan-tindakan mereka itu akan menimbulkan akibat yang sangat buruk bagi diri mereka sendiri, yaitu kehinaan di dunia dan di akhirat.
Dari ayat-ayat ini dan ayat-ayat sebelumnya dapat dipahami bahwa ada dua hal pokok yang diingkari oleh orang-orang musyrik Mekah itu. Pada ayat yang sebelumnya disebutkan bahwa mereka mengingkari dan membantah adanya hari Kiamat dan hari kebangkitan, sedang pada ayat-ayat ini mereka membantah dan mengingkari adanya Allah dan segala sifat-sifat keagungan dan kebesaran-Nya. Kedua hal ini termasuk rukun iman yang merupakan pokok-pokok yang wajib dipercayai dan diyakini. Karena itu, tindakan mereka tidak saja menimbulkan kerugian bagi diri mereka sendiri, tetapi juga menyesatkan manusia yang lain dari jalan Allah, karena perbuatan mereka itu langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi manusia yang lain.
Mereka itu di dunia akan memperoleh kehinaan, seperti kehinaan yang dialami Abu Lahab dan istrinya, dan di akhirat akan ditimpa azab neraka yang sangat panas yang menghanguskan tubuh mereka.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَمِنَ
wamina
And among
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
mankind
مَن
man
(is he) who
يُجَٰدِلُ
yujādilu
disputes
فِي
fī
concerning
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
بِغَيۡرِ
bighayri
without
عِلۡمٖ
ʿil'min
any knowledge
وَلَا
walā
and not
هُدٗى
hudan
any guidance
وَلَا
walā
and not
كِتَٰبٖ
kitābin
a Book
مُّنِيرٖ
munīrin
enlightening