Surah 22 · 22:27

Surah Al-Hajj 22:27

Al-Hajj · The Pilgrimage

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Waaththin fee annasibilhajji ya/tooka rijalan waAAalakulli damirin ya/teena min kulli fajjin AAameeq

And proclaim to the people the ḥajj [pilgrimage]; they will come to you on foot and on every lean camel; they will come from every distant pass -

Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,

SurahAl-Hajj
Juz17
Page335
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Building of the Ka`bah and the Proclamation of the Hajj

This is a rebuke to those among Quraysh who worshipped others than Allah and joined partners with Him in the place which from the outset had been established on the basis of Tawhid and the worship of Allah Alone, with no partner or associate. Allah tells us that He showed Ibrahim the site of the `Atiq House, i.e., He guided him to it, entrusted it to him and granted him permission to build it. Many scholars take this as evidence to support their view that Ibrahim was the first one to build the House and that it was not built before his time. It was recorded in the Two Sahihs that Abu Dharr said, "I said, `O Messenger of Allah ﷺ, which Masjid was the first to be built' He said,

«الْمَسْجِدُ الْحَرَام»

(Al-Masjid Al-Haram.) I said, `Then which' He said,

«بَيْتُ الْمَقْدِس»

(Bayt Al-Maqdis.) I said, `How long between them' He said,

«أَرْبَعُونَ سَنَة»

(Forty years.)" And Allah says:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكاً

(Verily, the first House (of worship) appointed for mankind was that at Bakkah (Makkah), full of blessing) 3:96 until the end of following two Ayat. Allah says:

وَعَهِدْنَآ إِلَى إِبْرَهِيمَ وَإِسْمَـعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَالْعَـكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

(and We commanded Ibrahim and Isma`il that they should purify My House for those who are circumambulating it, or staying (I`tikaf), or bowing or prostrating themselves.) 2:125 And Allah says here:

أَن لاَّ تُشْرِكْ بِى شَيْئاً

(Associate not anything with Me,) meaning, `Build it in My Name Alone.'

وَطَهِّرْ بَيْتِىَ

(and sanctify My House) Qatadah and Mujahid said, "And purify it from Shirk.

لِلطَّآئِفِينَ وَالْقَآئِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

(for those who circumambulate it, and those who stand up, and those who bow, and make prostration (in prayer)) means, `and make it purely for those who worship Allah Alone, with no partner or associate.' What is meant by "those who circumambulate it" is obvious, since this is an act of worship that is done only at the Ka`bah and not at any other spot on earth.

وَالْقَآئِمِينَ

(and those who stand up) means, in prayer. Allah says:

وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

(and those who bow, and make prostration.) Tawaf and prayer are mentioned together because they are not prescribed together anywhere except in relation to the House. Tawaf is done around the Ka`bah and prayer is offered facing its direction in the majority of cases, with a few exceptions, such as when one is uncertain of the direction of the Qiblah, during battle and when praying optional prayers while traveling. And Allah knows best.

وَأَذِّن فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ

(And proclaim to mankind the Hajj) meaning, `announce the pilgrimage to mankind and call them to perform pilgrimage to this House which We have commanded you to build.' It was said that Ibrahim said: "O Lord, how can I convey this to people when my voice will not reach them" It was said: "Call them and We will convey it." So Ibrahim stood up and said, "O mankind! Your Lord has established a House so come on pilgrimage to it." It is said that the mountains lowered themselves so that his voice would reach all the regions of the earth, and those who were still in their mothers' wombs and their fathers' loins would hear the call. The response came from everyone in the cities, deserts and countryside, and those whom Allah has decreed will make the pilgrimage, until the Day of Resurrection: "At Your service, O Allah, at Your service." This is a summary of the narrations from Ibn `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr and others among the Salaf. And Allah knows best. This was recorded by Ibn Jarir and by Ibn Abi Hatim at length.

يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ

(They will come to you on foot and on every lean camel,) This Ayah was used as evidence by those scholars whose view is that Hajj performed on foot by those who are able, is better than Hajj performed riding, because the phrase "on foot" is mentioned first, and because it is an indication of their keenness and resolve. Waki` narrated from Abu Al-`Umays from Abu Halhalah from Muhammad bin Ka`b that Ibn `Abbas said, "I do not regret anything except for the fact that I wish I had performed Hajj on foot, because Allah says,

يَأْتُوكَ رِجَالاً

(They will come to you on foot)." But the majority are of the view that performing Hajj while riding is better, following the example of the Messenger of Allah ﷺ, because he performed Hajj riding, although his physical ability was sound.

يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ

(they will come from every Fajj) means every route, as Allah says:

وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجاً سُبُلاً

(and We placed therein Fijaj for them to pass) 21:31.

عَميِقٍ

(`Amiq) means dis- tant. This was the view of Mujahid, `Ata', As-Suddi, Qatadah, Muqatil bin Hayan, Ath-Thawri and others. This Ayah is like the Ayah in which Allah tells us how Ibrahim prayed for his family,

فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مَّنَ النَّاسِ تَهْوِى إِلَيْهِمْ

(So fill some hearts among men with love towards them) 14:37. There is no one among the Muslims who does not long to see the Ka`bah and perform Tawaf, people come to this spot from every corner of the world.

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Ibrahim as agar menyeru manusia untuk mengerjakan ibadah haji ke Baitullah dan menyampaikan kepada mereka bahwa ibadah haji itu termasuk ibadah yang diwajibkan bagi kaum Muslimin.

Kebanyakan ahli tafsir berpendapat bahwa perintah Allah dalam ayat ini ditujukan kepada Nabi Ibrahim as yang baru saja selesai membangun Ka'bah. Pendapat ini sesuai dengan ayat ini, terutama jika diperhatikan hubungannya dengan ayat-ayat yang sebelumnya. Pada ayat-ayat yang lalu disebutkan perintah Allah kepada Nabi Muhammad saw agar mengingatkan orang-orang musyrik Mekah akan peristiwa waktu Allah memerintah Ibrahim supaya membangun Ka'bah, sedang ayat-ayat ini menyuruh orang-orang musyrik itu mengingat peristiwa ketika Allah memerintahkan Ibrahim menyeru manusia agar menunaikan ibadah haji.

Pendapat ini sesuai pula dengan riwayat Ibnu 'Abbas dari Jubair yang menerangkan, bahwa tatkala Ibrahim as selesai membangun Ka'bah, Allah memerintahkan kepadanya, "Serulah manusia untuk mengerjakan ibadah haji."

Ibrahim as menjawab, "Wahai Tuhan, apakah suaraku akan sampai kepada mereka?" Allah berkata, "Serulah mereka, Aku akan menyam-paikannya." Maka Ibrahim naik ke atas bukit Abi Qubais, lalu mengucapkan dengan suara yang keras, "Wahai sekalian manusia, se-sungguhnya Allah benar-benar telah memerintahkan kepadamu sekalian mengunjungi rumah ini, supaya Dia memberikan kepadamu surga dan melindungi kamu dari azab neraka, karena itu tunaikanlah olehmu ibadah haji itu." Maka suara itu diperkenalkan oleh orang-orang yang berada dalam tulang sulbi laki-laki dan orang-orang yang telah berada dalam rahim perempuan, dengan jawaban, "Labbaika, Allahumma labbaika". Maka berlakulah "talbiyah" dengan cara yang demikian itu. Talbiyah ialah doa yang diucapkan orang yang sedang mengerjakan ibadah haji atau umrah, doa itu ialah, "Labbaika, Allahumma Labbaika."

Al-Hasan berpendapat bahwa perintah Allah dalam ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad saw. Alasan beliau ialah semua perkataan dan pembicaraan dalam ayat-ayat Al-Qur'an itu ditujukan kepada Nabi Muhammad saw, termasuk di dalamnya perintah melaksanakan ibadah haji ini. Perintah ini telah dilaksanakan oleh Rasulullah bersama para sahabat dengan mengerjakan haji wada' (haji yang penghabisan), sebagaimana tersebut dalam hadis:

Dari Abi Hurairah, ia berkata, "Rasulullah telah berkhotbah dihadapan kami, beliau berkata, "Wahai sekalian manusia Allah telah mewajibkan atasmu ibadah haji, maka kerjakanlah ibadah haji." (Riwayat Ahmad)

Jika diperhatikan, maka sebenarnya kedua pendapat ini tidaklah berlawanan. Karena perintah menunaikan ibadah haji itu ditujukan kepada Nabi Ibrahim dan umatnya diwaktu beliau selesai membangun Ka'bah. Kemudian setelah Nabi Muhammad saw diutus, maka perintah itu diberikan pula kepadanya, sehingga Nabi Muhammad saw dan umatnya diwajibkan pula menunaikan ibadah haji itu, bahkan ditetapkan sebagai rukun Islam yang kelima.

Dalam ayat ini terdapat perkataan, "...niscaya mereka akan datang kepadamu..." Dari perkataan ini dipahami, seakan-akan Tuhan mengatakan kepada Ibrahim as bahwa jika Ibrahim menyeru manusia untuk menunaikan ibadah haji, niscaya manusia akan memenuhi panggilannya itu, mereka akan berdatangan dari segenap penjuru dunia walaupun dengan menempuh perjalanan yang sulit dan sukar. Siapapun yang memenuhi panggilan itu, baik waktu itu maupun kemudian hari, maka berarti ia telah datang memenuhi panggilan Allah seperti Ibrahim dahulu telah memenuhi pula. Ibrahim dahulu pernah Allah perintahkan datang ke Mekah yang masih sepi, Ibrahim memenuhinya walaupun perjalanannya sukar, melalui terik panas padang pasir yang terbentang antara Mekah dan Syiria. Perintah itu telah dilaksanakan dengan baik, bahkan Ibrahim bersedia menyembelih anak kandungnya Ismail, semata-mata untuk melaksanakan perintah Allah, karena itu Allah akan menyediakan pahala yang besar untuk Ibrahim, dan pahala yang seperti itu akan Allah berikan pula kepada siapa yang berkunjung ke Baitullah ini, terutama bagi orang yang sengaja datang ke Mekah ini untuk melaksanakan ibadah haji. Perkataan ini merupakan penghormatan bagi Ibrahim dan menunjukkan betapa besar pahala yang disediakan Allah bagi orang-orang yang menunaikan ibadah haji semata-mata karena Allah.

Para ulama sependapat bahwa datang ke Baitullah untuk mengerjakan ibadah haji dibolehkan mempergunakan kendaraan dan cara-cara apa saja yang dihalalkan, seperti dengan berjalan kaki, dengan kapal laut atau dengan pesawat terbang atau dengan kendaraan melalui darat dan sebagainya. Tetapi Imam Malik dan Imam Asy-Syafi'i berpendapat bahwa pergi menunaikan ibadah haji dengan menggunakan kendaraan melalui perjalanan darat itu lebih baik dan lebih besar pahalanya, karena cara yang demikian itu mengikuti perbuatan Rasulullah. Dengan cara yang demikian diperlukan perbelanjaan yang banyak, menempuh perjalanan yang sukar serta menambah syi'ar ibadah haji, terutama di waktu melalui negara-negara yang ditempuh selama dalam perjalanan. Sebagian ulama berpendapat bahwa berjalan kaki lebih utama dari berkendaraan, karena dengan berjalan kaki lebih banyak ditemui kesulitankesulitan daripada dengan berkendaraan. Dalam masalah ini berkendaraan atau tidak adalah masalah teknis saja. Secara umum Islam tidak menghendaki kesukaran tetapi kemudahan. Islam juga tidak membebani seseorang sesuatu yang dia tidak mampu melakukannya.

Melaksanakan ibadah haji baik dengan kendaraan atau pun dengan berjalan kai, pasti akan memperoleh pahala yang besar dari Allah, jika ibadah itu semata-mata dilaksanakan karena Allah. Yang dinilai adalah niat dan keikhlasan seseorang serta cara-cara melaksanakannya. Sekalipun sulit perjalanan yang ditempuh, tetapi niat mengerjakan haji itu bukan karena Allah maka ia tidak akan memperoleh sesuatu pun dari Allah, bahkan sebaliknya ia akan diazab dengan azab yang sangat pedih karena niatnya itu.

Jika seseorang telah sampai di Mekah dan melihat Baitullah, disunnahkan mengangkat tangan, sebagaimana tersebut dalam hadis:

Diriwayatkan oleh Ibnu 'Abbas ra dari Nabi saw, beliau bersabda, "Diangkat kedua tangan pada tujuh tempat, yaitu pada pembukaan salat, waktu menghadap Baitullah, waktu menghadap bukit Safa dan bukit Marwah, waktu menghadap dua tempat (Arafah dan Muzdalifah) dan waktu melempar dua jamrah." (Riwayat Ahmad)

Hadis ini diamalkan oleh Ibnu Umar ra.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَأَذِّن

wa-adhin

And proclaim

فِي

to

ٱلنَّاسِ

l-nāsi

[the] mankind

بِٱلۡحَجِّ

bil-ḥaji

[of] the Pilgrimage

يَأۡتُوكَ

yatūka

they will come to you

رِجَالٗا

rijālan

(on) foot

وَعَلَىٰ

waʿalā

and on

كُلِّ

kulli

every

ضَامِرٖ

ḍāmirin

lean camel

يَأۡتِينَ

yatīna

they will come

مِن

min

from

كُلِّ

kulli

every

فَجٍّ

fajjin

mountain highway

عَمِيقٖ

ʿamīqin

distant