Surah 22 · 22:11

Surah Al-Hajj 22:11

Al-Hajj · The Pilgrimage

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَعْبُدُ ٱللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ‌ۖ فَإِنْ أَصَابَهُۥ خَيْرٌ ٱطْمَأَنَّ بِهِۦۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ ٱنقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ خَسِرَ ٱلدُّنْيَا وَٱلْأَخِرَةَ‌ۚ ذَٲلِكَ هُوَ ٱلْخُسْرَانُ ٱلْمُبِينُ

Wamina annasi man yaAAbuduAllaha AAala harfin fa-in asabahukhayrun itmaanna bihi wa-in asabat-hu fitnatuninqalaba AAala wajhihi khasira addunya wal-akhiratathalika huwa alkhusranu almubeen

And of the people is he who worships Allāh on an edge. If he is touched by good, he is reassured by it; but if he is struck by trial, he turns on his face [to unbelief]. He has lost [this] world and the Hereafter. That is what is the manifest loss.

Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.

SurahAl-Hajj
Juz17
Page333
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The meaning of worshipping Allah as it were upon the edge

Mujahid, Qatadah and others said:

عَلَى حَرْفٍ

(upon the edge) means, in doubt. Others said that it meant on the edge, such as on the edge or side of a mountain, i.e., (this person) enters Islam on the edge, and if he finds what he likes he will continue, otherwise he will leave. Al-Bukhari recorded that Ibn `Abbas said:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَى حَرْفٍ

(And among mankind is he who worships Allah as it were upon the edge.) "People would come to Al-Madinah to declare their Islam and if their wives gave birth to sons and their mares gave birth to foals, they would say, `This is a good religion,' but if their wives and their mares did not give birth, they would say, `This is a bad religion."' Al-`Awfi reported that Ibn `Abbas said, "One of them would come to Al-Madinah, which was a land that was infected with a contagious disease. If he remained healthy there, and his mare foaled and his wife gave birth to a boy, he would be content, and would say, `I have not experienced anything but good since I started to follow this religion."

وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ

(but if a Fitnah strikes him), Fitnah here means affliction, i.e., if the disease of Al-Madinah befalls him, and his wife gives birth to a babe girl and charity is delayed in coming to him, the Shaytan comes to him and says: `By Allah, since you started to follow this religion of yours, you have experienced nothing but bad things,' and this is the Fitnah." This was also mentioned by Qatadah, Ad-Dahhak, Ibn Jurayj and others among the Salaf when explaining this Ayah. Mujahid said, concerning the Ayah:

انْقَلَبَ عَلَى وَجْهِهِ

(he turns back on his face.) "(This means), he becomes an apostate and a disbeliever."

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالاٌّخِرَةَ

(He loses both this world and the Hereafter.) means, he does not gain anything in this world. As for the Hereafter, he has disbelieved in Allah the Almighty, so he will be utterly doomed and humiliated. So Allah says:

ذلِكَ هُوَ الْخُسْرَنُ الْمُبِينُ

(That is the evident loss.), i.e., the greatest loss and the losing deal.

يَدْعُو مِن دُونِ اللَّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُ وَمَا لاَ يَنفَعُهُ

(He calls besides Allah unto that which can neither harm him nor profit him.) means, the idols, rivals, and false gods which he calls upon for help, support and provision -- they can neither benefit him nor harm him.

ذلِكَ هُوَ الضَّلاَلُ الْبَعِيدُ

(That is a straying far away.)

يَدْعُو لَمَنْ ضَرُّهُ أَقْرَبُ مِن نَّفْعِهِ

(He calls unto him whose harm is nearer than his profit;) means, he is more likely to harm him than benefit him in this world, and in the Hereafter he will most certainly cause him harm.

لَبِئْسَ الْمَوْلَى وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ

(certainly an evil Mawla and certainly an evil `Ashir!) Mujahid said, "This means the idols." The meaning is: "How evil a friend is this one upon whom he calls instead of Allah as a helper and supporter."

وَلَبِئْسَ الْعَشِيرُ

(and certainly an evil `Ashir!) means the one with whom one mixes and spends one's time.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan bahwa ada pula sebagian manusia yang menyatakan beriman dan menyembah Allah dalam keadaan bimbang dan ragu-ragu; mereka berada dalam kekhawatiran dan kecemasan; apakah agama Islam yang telah mereka anut itu benar-benar dapat memberikan kebahagiaan kepada mereka di dunia dan di akhirat. Mereka seperti keadaan orang yang ikut pergi perang, sedang hati mereka ragu-ragu untuk ikut itu. Jika nampak bagi mereka tanda-tanda pasukan mereka akan memperoleh kemenangan dan akan memeroleh harta rampasan yang banyak, maka mereka melakukan tugas dengan bersungguh-sungguh, seperti orang-orang yang benar-benar beriman. Sebaliknya jika nampak bagi mereka tanda-tanda bahwa pasukannya akan menderita kekalahan dan musuh akan menang, mereka cepat-cepat menghindarkan diri, bahkan kalau ada kesempatan mereka berusaha untuk menggabungkan diri dengan pihak musuh.

Keadaan mereka itu dilukiskan Allah dalam ayat ini. Jika mereka memperoleh kebahagiaan hidup, rezeki yang banyak, kekuasaan atau kedudukan, mereka gembira memeluk agama Islam, mereka beribadat sekhusyu-khusyunya, mengerjakan perbuatan baik dan sebagainya. Tetapi jika mereka memperoleh kesengsaraan, kesusahan hidup, cobaan atau musibah, mereka menyatakan bahwa semuanya itu mereka alami karena mereka menganut agama Islam. Mereka masuk Islam bukanlah karena keyakinan bahwa agama Islam itulah satu-satunya agama yang benar, agama yang diridai Allah, tetapi mereka masuk Islam dengan maksud mencari kebahagiaan duniawi, mencari harta yang banyak, mencari pangkat dan kedudukan atau untuk memperoleh kekuasaan yang besar. Karena itulah mereka kembali menjadi kafir, jika tujuan yang mereka inginkan itu tidak tercapai. Pada ayat-ayat yang lain Allah menerangkan perilaku mereka:

(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, "Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?" Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman. (an-Nisa'/4: 141)

Tujuan mereka melakukan tindakan-tindakan yang demikian itu dijelaskan Allah dengan ayat berikut:

Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud ria (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali. (an-Nisa'/4: 142)

Kemudian Allah menerangkan bahwa orang-orang yang demikian adalah orang-orang yang telah menyia-nyiakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri baik di dunia, apalagi di akhirat. Akibatnya di dunia mereka mendapat bencana, kesengsaraan dan penderitaan lahir dan batin, dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh siksa yang amat berat dengan dimasukkan ke dalam api neraka. Karena ketidaksabaran dan tidak tabah itu mereka akan memperoleh kerugian yang besar dan menimbulkan penyesalan selama-lamanya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَمِنَ

wamina

And among

ٱلنَّاسِ

l-nāsi

the mankind

مَن

man

(is he) who

يَعۡبُدُ

yaʿbudu

worships

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

عَلَىٰ

ʿalā

on

حَرۡفٖۖ

ḥarfin

an edge

فَإِنۡ

fa-in

And if

أَصَابَهُۥ

aṣābahu

befalls him

خَيۡرٌ

khayrun

good

ٱطۡمَأَنَّ

iṭ'ma-anna

he is content

بِهِۦۖ

bihi

with it

وَإِنۡ

wa-in

and if

أَصَابَتۡهُ

aṣābathu

befalls him

فِتۡنَةٌ

fit'natun

a trial

ٱنقَلَبَ

inqalaba

he turns

عَلَىٰ

ʿalā

on

وَجۡهِهِۦ

wajhihi

his face

خَسِرَ

khasira

He has lost

ٱلدُّنۡيَا

l-dun'yā

the world

وَٱلۡأٓخِرَةَۚ

wal-ākhirata

and the Hereafter

ذَٰلِكَ

dhālika

That

هُوَ

huwa

[it]

ٱلۡخُسۡرَانُ

l-khus'rānu

(is) the loss

ٱلۡمُبِينُ

l-mubīnu

clear