Surah 2 · 2:34

Surah Al-Baqarah 2:34

Al-Baqarah · The Cow

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُواْ لِأَدَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَـٰفِرِينَ

Wa-ith qulna lilmala-ikatiosjudoo li-adama fasajadoo illa ibleesa abawastakbara wakana mina alkafireen

And [mention] when We said to the angels, "Prostrate before Adam"; so they prostrated, except for Iblees. He refused and was arrogant and became of the disbelievers.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.

SurahAl-Baqarah
Juz1
Page6
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Honoring Adam when the Angels prostrated before Him

This Ayah mentions the great honor that Allah granted Adam, and Allah reminded Adam's offspring of this fact. Allah commanded the angels to prostrate before Adam, as this Ayah and many Hadiths testify, such as the Hadith about the intercession that we discussed. There is a Hadith about the supplication of Musa, "O my Lord! Show me Adam who caused us and himself to be thrown out of Paradise." When Musa met Adam, he said to him, "Are you Adam whom Allah created with His Own Hands, blew life into and commanded the angels to prostrate before" Iblis was among Those ordered to prostrate before Adam, although He was not an Angel

When Allah commanded the angels to prostrate before Adam, Iblis was included in this command. Although Iblis was not an angel, he was trying - and pretending - to imitate the angels' behavior and deeds, and this is why he was also included in the command to the angels to prostrate before Adam. Satan was criticized for defying that command, as we will explain with detail, Allah willing, when we mention the Tafsir of Allah's statement,

إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

(Except Iblis (Satan). He was one of the Jinn; he disobeyed the command of his Lord.) (18:50)

Similarly, Muhammad bin Ishaq reported that Ibn `Abbas said, "Before he undertook the path of sin, Iblis was with the angels and was called `Azazil.' He was among the residents of the earth and was one of the most active worshippers and knowledgeable persons among the angels. This fact caused him to be arrogant. Iblis was from a genus called Jinn."

The Prostration was before Adam but the Obedience was to Allah

Qatadah commented on Allah's statement,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـئِكَةِ اسْجُدُواْ لاًّدَمَ

(And (remember) when We said to the angels: "Prostrate yourselves before Adam.")

"The obedience was for Allah and the prostration was before Adam. Allah honored Adam and commanded the angels to prostrate before him." Some people said that this prostration was just a prostration of greeting, peace and honor, hence Allah's statement,

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّواْ لَهُ سُجَّدَا وَقَالَ يأَبَتِ هَـذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَـى مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا

(And he (Prophet Yusuf) raised his parents to the throne and they fell down before him prostrate. And he said: "O my father! This is the interpretation of my dream aforetime! My Lord has made it come true!") (12:100)

The practice of prostrating was allowed for previous nations, but was repealed for ours. Mu`adh said to the Prophet , "I visited Ash-Sham and found that they used to prostate before their priests and scholars. You, O Messenger of Allah ﷺ , are more deserving of prostration." The Prophet said,

«لَا لَوْ كُنْتُ آمِرًا بَشَرًا أنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأةَ أنْ تَسْجُدَ لِزَوجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا»

(No. If I was to command any human to prostrate before another human, I would command the wife to prostrate before her husband because of the enormity of his right on her.)

Ar-Razi agreed with this view. Also, Qatadah said about Allah's statement,

فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَـفِرِينَ

(And they prostrated except Iblis (Shaytan), he refused and was proud and was one of the disbelievers (disobedient to Allah).)

"Iblis, the enemy of Allah, envied Adam because Allah honored Adam. He said, `I was created from fire, and he was created from clay.' Therefore, the first error ever committed was arrogance, for the enemy of Allah was too arrogant to prostrate before Adam." I - Ibn Kathir - say, the following is recorded in the Sahih,

«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْر»

(No person who has the weight of a mustard seed of arrogance in his heart shall enter Paradise.)

Iblis had disbelief, arrogance, and rebellion, all of which caused him to be expelled from the holy presence of Allah, and His mercy.

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa Allah memerintahkan kepada para malaikat agar mereka bersujud atau memberi hormat kepada Adam a.s. Maka malaikat menaati perintah itu, kecuali Iblis, artinya setelah Adam a.s. selesai memberitahukan nama makhluk-makhluk itu kepada para malaikat, Allah memerintahkan kepada mereka bersujud atau memberi hormat kepada Adam a.s. Maka sujudlah malaikat kepada Adam a.s. Perintah itu bukanlah sujud untuk beribadah kepadanya, melainkan sujud sebagai penghormatan semata-mata, dan sebagai pengakuan mereka terhadap kelebihan dan keistimewaan yang ada padanya.

Dalam agama Islam, sujud ibadah hanya diperbolehkan kepada Allah swt semata. Pada hakikatnya, sujud kepada Allah ada dua macam. Pertama, sujud manusia kepada Allah dalam beribadah, yaitu sujud salat, sujud tilawah dan sujud syukur menurut cara-cara yang telah ditentukan dalam ajaran syariat. Kedua, sujud semua makhluk kepada Allah dengan arti tunduk dan patuh kepada-Nya. Arti yang asli dari kata-kata "sujud" adalah "tunduk dan patuh".

Dan tetumbuhan dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya). (ar-Rahman/55: 6)

Dan semua sujud kepada Allah baik yang di langit maupun yang di bumi, baik dengan kemauan sendiri maupun terpaksa ¦ (ar-Ra'd/13: 15)

Sujud para malaikat kepada Adam a.s. sebagai penghormatan dan pernyataan tunduk kepadanya, bukan untuk beribadah. Perintah Allah swt kepada mereka untuk sujud kepada Adam menunjukkan kelebihan Adam dari mereka, sehingga ia benar-benar lebih berhak dijadikan khalifah di bumi. Mengenai asal usul kejadian Adam, malaikat dan Iblis, disebutkan bahwa Adam a.s. diciptakan Allah dari tanah dan malaikat diciptakan dari cahaya (nur), ) sedang jin, Iblis dan setan diciptakan dari api (nar).

Iblis dan setan selalu membisikkan kepada manusia hal-hal yang tidak benar untuk menggoda dan menyesatkannya dari jalan yang lurus. Bahkan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama telah digoda untuk melanggar larangan Allah swt.

Iblis bukanlah termasuk jenis malaikat, melainkan suatu makhluk dari bangsa jin. Iblis itu pada mulanya pernah berada dalam kalangan malaikat, bergaul dengan mereka dan mempunyai sifat-sifat seperti mereka pula, walaupun asal kejadiannya berbeda dari asal kejadian malaikat. Buktinya ialah firman Allah swt pada akhir ayat tersebut yang menerangkan bahwa ketika Allah swt memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam a.s., maka mereka semuanya patuh, kecuali Iblis. Jadi teranglah bahwa Iblis itu bukanlah dari kalangan malaikat, sebab malaikat selalu patuh dan taat kepada perintah Allah dan tidak pernah membangkang. Arti harfiah "iblis" yaitu "putus asa", "membangkang", "diam", atau "menyesal".

Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya¦(al-Kahf/18: 50)

Iblis, sama halnya dengan jin dan setan, diciptakan Allah dari api. Iblis menganggap bahwa api lebih mulia daripada tanah. Sebab itu ia memandang dirinya lebih mulia daripada Adam, sebab Adam diciptakan Allah dari tanah. Itulah sebabnya Iblis menolak bersujud kepada Adam.

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Iblis itu termasuk jenis malaikat juga, sebab perintah Allah kepada malaikat agar bersujud kepada Adam a.s. adalah ditujukan kepada semua malaikat. Lalu disebutkan, bahwa para malaikat itu semua bersujud kepada Adam a.s., kecuali Iblis. Memang benar, bahwa sifat yang asli dari para malaikat adalah patuh dan taat kepada Allah swt. Namun demikian tidaklah mustahil bahwa sebagian atau salah satu dari mereka ada yang bersifat durhaka, sebagai sifat yang datang kemudian. Itulah Iblis.

Dalam ayat lain disebutkan bahwa Allah menanyakan kepada Iblis apa alasannya untuk tidak bersujud kepada Adam. Allah berfirman:

(Allah) berfirman, "Wahai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri atau kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?" (sad/38:75)

Allah menceritakan jawaban Iblis:

(Iblis) berkata, "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (sad/38:76)

Iblis enggan mematuhi perintah Allah yang menyuruh sujud kepada Adam, dan ia bersikap angkuh karena ia merasa dirinya lebih mulia dan lebih berhak dari Adam untuk dijadikan khalifah. Karena Iblis menolak perintah Allah berdasarkan anggapannya itu, maka ia termasuk makhluk yang kafir kepada Allah. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Iblis adalah makhluk yang pertama-tama mengingkari perintah Allah. Ada pula pendapat yang mengatakan bahwa Iblis merupakan asal dari semua jin, sebagaimana Adam asal dari semua manusia. Jin itu mempunyai keturunan. Mereka penghuni bumi sebelum Adam diciptakan Allah dan mereka telah berbuat kerusakan di bumi. Itulah sebabnya, ketika Allah memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menjadikan Adam sebagai khalifah di bumi, para malaikat berkata, "Apakah Engkau akan menjadikan khalifah di bumi orang-orang yang suka berbuat kerusakan dan suka menumpahkan darah? Jadi malaikat mengira bahwa manusia pun akan berbuat seperti jin ketika mereka berkuasa di bumi.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

وَإِذۡ

wa-idh

And when

قُلۡنَا

qul'nā

We said

لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ

lil'malāikati

to the angels

ٱسۡجُدُواْ

us'judū

Prostrate

لِأٓدَمَ

liādama

to Adam

فَسَجَدُوٓاْ

fasajadū

[so] they prostrated

إِلَّآ

illā

except

إِبۡلِيسَ

ib'līsa

Iblis

أَبَىٰ

abā

He refused

وَٱسۡتَكۡبَرَ

wa-is'takbara

and was arrogant

وَكَانَ

wakāna

and became

مِنَ

mina

of

ٱلۡكَٰفِرِينَ

l-kāfirīna

the disbelievers