Surah 7 · 7:55
Surah Al-A'raf 7:55
Al-A'raf · The Heights
ٱ
OdAAoo rabbakum tadarruAAanwakhufyatan innahu la yuhibbu almuAAtadeen
Call upon your Lord in humility and privately; indeed, He does not like transgressors.
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Encouraging supplicating to Allah
Allah commands His servants to supplicate to Him, for this will ensure their welfare in this life and the Hereafter. Allah said,
ادْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً
(Invoke your Lord Tadarru`an and Khufyah) meaning, in humbleness and humility. Allah said in a similar Ayah,
وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ
(And remember your Lord within yourself) 7:205 It is recorded in the Two Sahihs that Abu Musa Al-Ash`ari said, "The people raised their voices with supplications but the Messenger of Allah ﷺ said,
«أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا إِنَّ الَّذِي تَدْعُونَ سَمِيعٌ قَرِيب»
(O people! Take it easy on yourselves. Verily, you are not calling one who is deaf or absent, rather, the One you are calling is All-Hearer, Near (to His servants by His knowledge).) Ibn Jarir said that,
تَضَرُّعًا
(Tadarru`an), means obeying Him in humility and humbleness,
وَخُفْيَةً
(and Khufyah), with the humbleness in your hearts and certainty of His Oneness and Lordship not supplicating loudly to show off.
Forbidding Aggression in Supplications
It was reported that `Ata' Al-Khurasani narrated from Ibn `Abbas, who said about Allah's statement,
إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
(He likes not the aggressors) "In the Du`a' and otherwise." Abu Mijlaz commented on,
إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
(He likes not the aggressors), "Such (aggression) as asking to reach the grade of the Prophets." Imam Ahmad narrated that Abu Ni`amah said that `Abdullah bin Mughaffal heard his son supplicating, "O Allah! I ask you for the white castle on the right side of Paradise, if I enter it." So `Abdullah said, "O my son! Ask Allah for Paradise and seek refuge with Him from the Fire, for I heard the Messenger of Allah ﷺ saying,
«يَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ وَالطَّهُور»
(There will come some people who transgress in supplication and purification)" Ibn Majah and Abu Dawud recorded this Hadith with a good chain that there is no harm in, and Allah knows best.
The Prohibition of causing Mischief in the Land
Allah said next,
وَلاَ تُفْسِدُواْ فِى الاٌّرْضِ بَعْدَ إِصْلَـحِهَا
(And do not do mischief on the earth, after it has been set in order) 5:56. Allah prohibits causing mischief on the earth, especially after it has been set in order. When the affairs are in order and then mischief occurs, it will cause maximum harm to the people; thus Allah forbids causing mischief and ordained worshipping Him, supplicating to Him, begging Him and being humble to Him. Allah said,
وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا
(and invoke Him with fear and hope) fearing what He has of severe torment and hoping in what He has of tremendous reward. Allah then said,
إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
(Surely, Allah's mercy is (ever) near unto the good-doers) meaning, His mercy is for the good-doers who obey His commands and avoid what He prohibited. Allah said in another Ayah,
وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ
(And My mercy envelopes all things. That (mercy) I shall ordain for those who who have Taqwa.) 7:156. Matar Al-Warraq said, "Earn Allah's promise by obeying Him, for He ordained that His mercy is near to the good-doers. " Ibn Abi Hatim collected this statement.
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini mengandung etika dalam berdoa kepada Allah. Berdoa adalah munajat antara hamba dengan Tuhannya untuk menyampaikan suatu permintaan agar Allah berkenan mengabulkannya. Maka berdoa kepada Allah hendaklah dengan penuh kerendahan hati, dengan betul-betul khusyuk dan berserah diri. Kemudian berdoa itu disampaikan dengan suara lunak dan lembut yang keluar dari hati sanubari yang bersih. Berdoa dengan suara yang keras, menghilangkan kekhusyukan dan mungkin menjurus kepada ria dan pengaruh-pengaruh lainnya dan dapat mengakibatkan doa itu tidak dikabulkan Allah. Doa tidak harus dengan suara yang keras, sebab Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Diriwayatkan oleh Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata, "Ketika kami bersama-sama Rasulullah saw dalam perjalanan, terdengarlah orang-orang membaca takbir dengan suara yang keras. Maka Rasulullah bersabda:
"Sayangilah dirimu jangan bersuara keras, karena kamu tidak menyeru kepada yang pekak dan yang jauh. Sesungguhnya kamu menyeru Allah Yang Maha Mendengar lagi Dekat dan Dia selalu beserta kamu". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asy'ari)
Bersuara keras dalam berdoa, bisa mengganggu orang, lebih-lebih orang yang sedang beribadah, baik dalam masjid atau di tempat-tempat ibadah yang lain, kecuali yang dibolehkan dengan suara keras, seperti talbiyah dalam musim haji dan membaca takbir pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Allah memuji Nabi Zakaria a.s. yang berdoa dengan suara lembut:
(Yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. (Maryam/19: 3)
Kemudian ayat ini ditutup dengan peringatan, "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampau batas." Maksudnya, dilarang melampaui batas dalam segala hal, termasuk berdoa. Tiap-tiap sesuatu sudah ditentukan batasnya yang harus diperhatikan, jangan sampai dilampaui.
Bersuara keras dan berlebih-lebihan dalam berdoa termasuk melampaui batas, Allah tidak menyukainya. Termasuk juga melampaui batas dalam berdoa, meminta sesuatu yang mustahil adanya menurut syara' ataupun akal, seperti seseorang meminta agar dia menjadi kaya, tetapi tidak mau berusaha atau seseorang menginginkan agar dosanya diampuni, tetapi dia masih terus bergelimang berbuat dosa dan lain-lainnya. Berdoa seperti itu, namanya ingin mengubah sunatullah yang mustahil terjadinya. Firman Allah:
Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi ketentuan Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu. (Fathir/35: 43)
Berdoa dihadapkan kepada selain Allah atau dengan memakai perantara (washilah) orang yang sudah mati adalah melampaui batas yang sangat tercela. Berdoa itu hanya dihadapkan kepada Allah, tidak boleh menyimpang kepada yang lain. Allah berfirman:
Katakanlah (Muhammad), "Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya." Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah). Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya. Sungguh, azab Tuhanmu itu sesuatu yang (harus) ditakuti." (al-Isra'/17: 56-57)
Hadis Nabi saw:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, "Telah bersabda Rasulullah saw, "Mintalah kepada Allah washilah untukku. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, apakah washilah itu? Rasulullah menjawab: "Dekat dengan Allah azza Wa Jalla, kemudian Rasulullah membaca ayat; (mereka sendiri) mencari jalan kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah." (Riwayat at-Tirmidzi dari Ibnu Mardawaih)
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
ٱدۡعُواْ
id'ʿū
Call upon
رَبَّكُمۡ
rabbakum
your Lord
تَضَرُّعٗا
taḍarruʿan
humbly
وَخُفۡيَةًۚ
wakhuf'yatan
and privately
إِنَّهُۥ
innahu
Indeed, He
لَا
lā
(does) not
يُحِبُّ
yuḥibbu
love
ٱلۡمُعۡتَدِينَ
l-muʿ'tadīna
the transgressors