Surah 7 · 7:201

Surah Al-A'raf 7:201

Al-A'raf · The Heights

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ إِذَا مَسَّهُمْ طَـٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

Inna allatheena ittaqaw ithamassahum ta-ifun mina ashshaytani tathakkaroofa-itha hum mubsiroon

Indeed, those who fear Allāh - when an impulse touches them from Satan, they remember [Him] and at once they have insight.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya).

SurahAl-A'raf
Juz9
Page176
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Whispering of Shaytan and the People of Taqwa

Allah mentions His servants who have Taqwa, obeying His orders, and avoid what He forbade:

إِذَا مَسَّهُمْ

(when comes to them) an evil thought, or anger, or the whispers of Shaytan cross their mind, or intend to err, or commit an error,

تَذَكَّرُواْ

(they remember) Allah's punishment, as well as, His tremendous reward. They remember Allah's promises and threats, then repent, go back to Him, seek refuge with Him and ask for forgiveness before death,

فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

(and (indeed) they then see (aright)) they become aright and aware of the error of their ways.

A Brethren of Devils among Mankind lure to Falsehood

Allah said next,

وَإِخْوَنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ

(But (as for) their brothers they plunge them deeper) in reference to the devils' brothers among mankind. Allah said in another Ayah,

إِنَّ الْمُبَذرِينَ كَانُواْ إِخْوَنَ الشَّيَـطِينِ

(Verily, the spendthrifts are brothers of the Shayatin) 17:27 for they are followers of the Shayatin, who listen to them and obey their orders.

يَمُدُّونَهُمْ فِى الْغَىِّ

(They plunge them deeper into error) the devils help them commit sins, making this path easy and appealing to them

ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ

(and they never stop short) for the devils never cease inciting mankind to commit errors. `Ali bin Abi Talhah reported that Ibn `Abbas commented on Allah's statement,

وَإِخْوَنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِى الْغَىِّ ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ

(But (as for) their brothers they plunge them deeper into error, and they never stop short.) "Neither mankind stop short of the evil that they are doing nor the devils stop short of luring them. " Therefore,

لاَ يُقْصِرُونَ

(they never stop short) refers to the devils getting tired or stopping their whispering. Allah said in another Ayah,

أَلَمْ تَرَ أَنَّآ أَرْسَلْنَا الشَّيَـطِينَ عَلَى الْكَـفِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزّاً

(See you not that We have sent Shayatin against the disbelievers to push them to do evil) 19:83 persistently luring the disbelievers to commit evil, according to Ibn `Abbas and others.

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini Allah menjelaskan reaksi orang-orang yang bertakwa bila digoda setan. Ayat ini memperkuat pula ayat sebelumnya tentang keharusan kita berlindung kepada Allah dari godaan setan.

Sesungguhnya orang yang bertakwa ialah orang yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, menginfakkan sebagian dari rezekinya. Bila mereka merasa ada dorongan dalam dirinya untuk berbuat kemungkaran, mereka segera sadar bahwa yang demikian itu adalah godaan setan dan mereka segera mengucapkan doa istiadzah dan menyerahkan diri kepada Allah agar dipelihara dari tipu muslihat setan. Berkat kesadaran itu, mereka terhindar dari jurang kebinasaan dan jaring-jaring setan, karena mereka bisa menahan diri agar tidak jatuh ke dalam perangkap setan, sedang yang masuk perangkap setan itu hanyalah orang yang lalai kepada Allah dan kurang mawas diri.

Senjata yang paling ampuh mengusir setan, ialah ingat dan muraqabah (mendekatkan diri) kepada Allah di dalam segala keadaan. Ingat selalu kepada Allah akan menanamkan ke dalam jiwa cinta kebenaran dan kebajikan, melemahkan kecenderungan negatif/buruk. Jiwa yang dipenuhi iman ialah jiwa yang sehat. Jiwa yang sehat seperti badan yang sehat yang punya kekebalan. Badan yang punya kekebalan, badan yang kuat, tidak mudah diserang penyakit. Bakteri-bakteri dan kuman penyakit tidak dapat berkembang biak dalam tubuh yang penuh dengan daya kekebalan itu. Demikian pula jiwa orang yang takwa, tidak mudah dikalahkan godaan setan. Orang yang bertakwa segera bereaksi terhadap rangsangan setan yang timbul dalam dirinya. Reaksi itu berupa ingatan kepada Allah disertai dengan kesadaran terhadap tipu muslihat setan dengan segala akibatnya.

Memelihara jiwa yang sehat dari godaan setan sama halnya dengan memelihara badan yang sehat, yakni memerlukan perawatan yang terus menerus agar tetap bersih dan sehat, memerlukan muraqabah yang tetap, ingat kepada Allah dalam segala keadaan. Dengan demikian setan tidak mendapat kesempatan mengganggu diri.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

إِنَّ

inna

Indeed

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those who

ٱتَّقَوۡاْ

ittaqaw

fear (Allah)

إِذَا

idhā

when

مَسَّهُمۡ

massahum

touches them

طَٰٓئِفٞ

ṭāifun

an evil thought

مِّنَ

mina

from

ٱلشَّيۡطَٰنِ

l-shayṭāni

the Shaitaan

تَذَكَّرُواْ

tadhakkarū

they remember (Allah)

فَإِذَا

fa-idhā

and then

هُم

hum

they

مُّبۡصِرُونَ

mub'ṣirūna

(are) those who see (aright)