Surah 7 · 7:102
Surah Al-A'raf 7:102
Al-A'raf · The Heights
وَمَا وَجَ
Wama wajadna li-aktharihimmin AAahdin wa-in wajadna aktharahum lafasiqeen
And We did not find for most of them any covenant; but indeed, We found most of them defiantly disobedient.
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Sebaliknya yang Kami dapati kebanyakan mereka adalah orang-orang yang benar-benar fasik.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
(Those were the towns that We relate to you) O Muhammad,
مِنْ أَنبَآئِهَا(their story), and news,
وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَـتِ(And there came indeed to them their Messengers with clear proofs,) and evidences of the truth of what they brought them. Allah said in other Ayah,
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً(And We never punish until We have sent a Messenger (to give warning).) 17:15, and,
ذَلِكَ مِنْ أَنْبَآءِ الْقُرَى نَقُصُّهُ عَلَيْكَ مِنْهَا قَآئِمٌ وَحَصِيدٌ وَمَا ظَلَمْنَـهُمْ وَلَـكِن ظَلَمُواْ أَنفُسَهُمْ(That is some of the news of the towns which We relate unto you; of them, some are standing, and some have been reaped. We wronged them not, but they wronged themselves.) 11:100-101 Allah said
فَمَا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ مِن قَبْلُ(but they were not such who would believe in what they had rejected before.) meaning they would not have later on believed in what the Messengers brought them, because they denied the truth when it first came to them (although they recognized it), according to the Tafsir of Ibn `Atiyyah. This explanation is sound, and is supported by Allah's statement,
وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتْ لاَ يُؤْمِنُونَوَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَـرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُواْ بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ(And what will make you perceive that if it came, they will not believe And We shall turn their hearts and their eyes away (from guidance), as they refused to believe therein for the first time.) 6:109-110 This is why Allah said here,
كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الْكَـفِرِينَوَمَا وَجَدْنَا لاًّكْثَرِهِم(Thus Allah does seal up the hearts of the disbelievers. And most of them We found not...) meaning, We did not find most of the previous nations,
مِّنْ عَهْدٍ وَإِن وَجَدْنَآ أَكْثَرَهُمْ لَفَـسِقِينَ(true to their covenant, but most of them We found to indeed be rebellious.) This Ayah means, We found most of them to be rebellious, deviating away from obedience and compliance. The covenant mentioned here is the Fitrah that Allah instilled in them while still in their fathers' loins, and taking their covenant, that He is their Lord, King, and that there is no deity worthy of worship except Him,. They affirmed this covenant and testified against themselves to this fact. However, they defied this covenant, threw it behind their backs and worshipped others besides Allah, having no proof or plea, nor support from rationality or by divine law. Surely, the pure Fitrah defies these actions, while all the honorable Messengers, from beginning to end, forbade them. Muslim collected the Hadith,
«يَقُولُ اللهُ تَعَالَى إِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ فَجَاءَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُم»(Allah said, "I created My servants Hunafa' (monotheists), but the devils came to them and deviated them from their religion and prohibited them what I allowed them.") It is recorded in the Two Sahihs,
«كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِه»(Every child is born upon the Fitrah, it is only his parents who turn him into a Jew, a Christian or a Zoroastrian.)
Tafsir Kemenag RI
Dalam ayat ini ditegaskan bahwa Allah mendapati kebanyakan umat-umat terdahulu tidak suka menepati janji, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
Mengenai "janji" yang dimaksud dalam ayat ini, ada beberapa penafsiran para ulama. Di antaranya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan janji tersebut ialah fitrah asli yang diberikan Allah kepada setiap insan, yaitu kecenderungan yang mendorong manusia untuk kembali kepada Tuhannya pada waktu ia menghadapi kesulitan; atau bersyukur kepada-Nya pada waktu terhindar dari kesulitan atau memperoleh kesenangan hidup. Akan tetapi mereka tetap dalam keingkaran dan kemaksiatan. Sebaliknya, kenikmatan dan kelapangan hidup tidak pula mendorong mereka untuk bersyukur kepada Allah, bahkan mereka tidak mengakui nikmat tersebut sebagai karunia dan rahmat daripada-Nya.
Pendapat lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan "janji" dalam ayat tersebut ialah sifat yang asli atau fitrah yang diberikan Allah kepada setiap manusia, yaitu kecenderungan kepada kepercayaan tauhid, iman kepada kemahaesaan-Nya dan hanya menyembah kepada-Nya, serta tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun juga. Akan tetapi kenyataannya, mereka telah meninggalkan fitrah, dan melemparkan kepercayaan tauhid, bahkan mempersekutukan Allah, tanpa menghiraukan seruan-seruan para rasul serta keterangan-keterangan dan bukti-bukti yang dikemukakan. Mereka hanya menuruti kehendak hawa nafsu, serta bisikan setan belaka, bertentangan dengan fitrahnya yang suci. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim disebutkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda:
Allah swt berfirman: "Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku beragama tauhid; kemudian datanglah setan lalu memalingkan mereka dari agama semula, serta mengharamkan kepada mereka apa-apa yang telah dihalalkan bagi mereka". (Riwayat Muslim)
Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullaah saw bersabda:
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kemudian ibu-bapaknyalah yang menjadikan ia seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian jelas apabila manusia telah menyimpang dari kepercayaan tauhid, maka hal itu adalah disebabkan pengaruh dari luar, bukan fitrah yang dibawa dari kandungan ibunya, yang dikaruniakan Allah pada setiap insan.
Adapun sifat fasik yang disebut dalam ayat ini ialah seseorang melakukan berbagai maksiat secara berulang-ulang, tanpa menghiraukan nasihat dan ajaran agama serta hukum dan ancamannya.
Perlu diperhatikan bahwa firman Allah dalam ayat ini mengatakan bahwa kebanyakan mereka itu fasik. Ini memberi pengertian bahwa umat-umat yang terdahulu itu tidak semuanya fasik dan meninggalkan kepercayaan tauhid yang merupakan fitrah suci yang dikaruniakan Allah kepada setiap hamba-Nya. Bahkan sebagian dari mereka tetap dalam fitrah sucinya, sehingga kedatangan para rasul yang membawa agama tauhid segera mereka sambut dengan baik, dan mereka senantiasa menjauhkan diri dari segala macam kemaksiatan dan kemusyrikan. Mereka inilah yang senantiasa mendampingi para rasul dalam menghadapi ancaman dan gangguan dari orang-orang kafir, dan mereka pulalah yang selalu diselamatkan Allah bersama Rasul-Nya dari azab dan malapetaka yang ditimpakan kepada kaum yang fasik itu.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَمَا
wamā
And not
وَجَدۡنَا
wajadnā
We found
لِأَكۡثَرِهِم
li-aktharihim
for most of them
مِّنۡ
min
any
عَهۡدٖۖ
ʿahdin
covenant
وَإِن
wa-in
But
وَجَدۡنَآ
wajadnā
We found
أَكۡثَرَهُمۡ
aktharahum
most of them
لَفَٰسِقِينَ
lafāsiqīna
certainly, defiantly disobedient