Surah 29 · 29:8
Surah Al-'Ankabut 29:8
Al-'Ankabut · The Spider
وَوَصَّيْنَا
Wawassayna al-insana biwalidayhihusnan wa-in jahadaka litushrika bee malaysa laka bihi AAilmun fala tutiAAhumailayya marjiAAukum faonabbi-okum bima kuntum taAAmaloon
And We have enjoined upon man goodness to parents. But if they endeavor to make you associate with Me that of which you have no knowledge, do not obey them. To Me is your return, and I will inform you about what you used to do.
Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Allah commands His servants to be dutiful to parents, after urging them to adhere to belief in His Tawhid, because a person's parents are the cause of his existence. So he must treat them with the utmost kindness and respect, his father for spending on him and his mother because of her compassion for him. Allah says:
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّـهُ وَبِالْوَلِدَيْنِ إِحْسَـناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا - وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا(And your Lord has decreed that you worship none but Him. And that you be dutiful to your parents. If one of them or both of them attain old age in your life, say not to them a word of disrespect, nor shout at them, but address them in terms of honor. And lower unto them the wing of submission and humility through mercy, and say: "My Lord! Bestow on them Your mercy as they did bring me up when I was young.") (17:23-24) Although Allah orders us to show kindness, mercy and respect towards them in return for their previous kindness, He says:
وَإِن جَـهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَآ(but if they strive to make associate with Me, which you have no knowledge of, then obey them not.) meaning, if they are idolators, and they try to make you follow them in their religion, then beware of them, and do not obey them in that, for you will be brought back to Me on the Day of Resurrection, and Allah will reward you for your kindness towards them and your patience in adhering to your religion. It is Allah Who will gather you with the group of the righteous, not with the group of your parents, even though you were the closest of people to them in the world. For a person will be gathered on the Day of Resurrection with those whom he loves, meaning, religious love. Allah says:
وَالَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَـتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِى الصَّـلِحِينَ(And for those who believe and do righteous good deeds, surely, We shall make them enter with the righteous.) In his Tafsir of this Ayah, At-Tirmidhi recorded that Sa`d said: "Four Ayat were revealed concerning me -- and he told his story. He said: "Umm Sa`d said: `Did Allah not command you to honor your parents By Allah, I will not eat or drink anything until I die or you renounce Islam.' When they wanted to feed her, they would force her mouth open. Then this Ayah was revealed:
وَوَصَّيْنَا الإِنْسَـنَ بِوَالِدَيْهِ حُسْناً وَإِن جَـهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَآ(And We have enjoined on man to be dutiful to his parents; but if they strive to make you associate with Me, of which you have no knowledge, then obey them not.)" This Hadith was also recorded by Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud and An-Nasa'i. At-Tirmidhi said, "Hasan Sahih.
Tafsir Kemenag RI
Allah memerintahkan manusia berbuat baik kepada orang tua (ibu bapak). Jalan berbuat baik itu ialah dengan memberi nafkah (belanja), memelihara, dan menghormati keduanya dengan penuh kasih sayang, kecuali apabila keduanya mengajak kepada perbuatan syirik. Jadi, batas berbuat baik itu ialah sepanjang hal-hal yang diperintahkan tidak menyangkut kepada perbuatan yang mengandung unsur syirik. Dalam ayat lain disebutkan pula:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (al-Isra'/17: 23)
Keterangan yang hampir sama maksudnya diperoleh pula dalam ayat:
Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang muslim." (al-Ahqaf/46: 15)
Untuk memperoleh pengertian yang menyeluruh dari arti yang didapat pada ayat di atas, bisa diperhatikan keterangan Allah dalam ayat di bawah ini:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Luqman/31: 14-15)
Mengenai larangan taat kepada makhluk dalam berbuat maksiat disebutkan dalam hadis sahih, yakni:
Tidak boleh taat kepada makhluk (manusia) dalam mendurhakai Tuhan (Khaliq). (Riwayat Ahmad dari Ali bin Abi thalib)
Maksud perkataan "sesuatu yang tidak engkau ketahui" dalam ayat tersebut ialah tidak adanya pengetahuan tentang soal-soal ketuhanan atau ilahiyah. Dengan kata lain tidak dibenarkan taat mengikuti seseorang, sepanjang tidak diketahui tentang soal yang diikuti itu. Oleh sebab itu, tidak boleh mencontoh sesuatu yang sudah jelas kekeliruannya. Selanjutnya dikatakan semua manusia akan kembali kepada Allah pada hari Kiamat, baik yang kafir maupun yang mukmin, baik yang berbuat baik kepada orang tuanya maupun yang durhaka. Semua amal yang dikerjakan di dunia, akan dibalas oleh Allah, yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan, dan yang berbuat jahat dibalas dengan kejahatan pula.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَوَصَّيۡنَا
wawaṣṣaynā
And We have enjoined
ٱلۡإِنسَٰنَ
l-insāna
(on) man
بِوَٰلِدَيۡهِ
biwālidayhi
goodness to his parents
حُسۡنٗاۖ
ḥus'nan
goodness to his parents
وَإِن
wa-in
but if
جَٰهَدَاكَ
jāhadāka
they both strive against you
لِتُشۡرِكَ
litush'rika
to make you associate
بِي
bī
with Me
مَا
mā
what
لَيۡسَ
laysa
not
لَكَ
laka
you have
بِهِۦ
bihi
of it
عِلۡمٞ
ʿil'mun
any knowledge
فَلَا
falā
then (do) not
تُطِعۡهُمَآۚ
tuṭiʿ'humā
obey both of them
إِلَيَّ
ilayya
To Me
مَرۡجِعُكُمۡ
marjiʿukum
(is) your return
فَأُنَبِّئُكُم
fa-unabbi-ukum
and I will inform you
بِمَا
bimā
about what
كُنتُمۡ
kuntum
you used
تَعۡمَلُونَ
taʿmalūna
(to) do