Surah 8 · 8:24

Surah Al-Anfal 8:24

Al-Anfal · The Spoils of War

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسْتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ‌ۖ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Yaayyuha allatheena amanooistajeeboo lillahi walirrasooli itha daAAakumlima yuhyeekum waAAlamoo anna Allahayahoolu bayna almar-i waqalbihi waannahu ilayhi tuhsharoon

O you who have believed, respond to Allāh and to the Messenger when he calls you to that which gives you life. And know that Allāh intervenes between a man and his heart and that to Him you will be gathered.

Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.

SurahAl-Anfal
Juz9
Page179
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Command to answer and obey Allah and His Messenger

Al-Bukhari said,

اسْتَجِيبُواْ

"(Answer), obey,

لِمَا يُحْيِيكُمْ

(that which will give you life) that which will make your affairs good." Al-Bukhari went on to narrate that Abu Sa`id bin Al-Mu`alla said, "I was praying when the Prophet passed by and called me, but I did not answer him until I finished the prayer. He said,

«مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْتِيَنِي؟ أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ:

(What prevented you from answering me Has not Allah said:

يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

(O you who believe! Answer Allah and (His) Messenger when he calls you to that which will give you life)' He then said:

«لَأُعَلِّمَنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرآنِ قَبْلَ أَنْ أَخْرُج»

(I will teach you the greatest Suah in the Qur'an before I leave.) When he was about to leave, I mentioned what he said to me. He said,

الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ

(All the praises and thanks are to Allah, the Lord of all that exists...) 1:1-7.

«هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي»

(Surely, it is the seven oft-repeated verses.)"' Muhammad bin Ishaq narrated that Muhammad bin Ja`far bin Az-Zubayr said that `Urwah bin Az-Zubayr explained this Ayah,

يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ اسْتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

(O you who believe! Answer Allah and (His) Messenger when he calls you to that which will give you life,) "Answer when called to war (Jihad) with which Allah gives you might after meekness, and strength after weakness, and shields you from the enemy who oppressed you."

Allah comes in between a Person and His Heart

Allah said,

وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ

(and know that Allah comes in between a person and his heart.)

Ibn `Abbas commented, "Allah prevents the believer from disbelief and the disbeliever from faith." Al-Hakim recorded this in his Mustadrak and said, "It is Sahih and they did not record it." . Similar was said by Mujahid, Sa`id, `Ikrimah, Ad-Dahhak, Abu Salih `Atiyyah, Muqatil bin Hayyan and As-Suddi. In another report from Mujahid, he commented;

يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ

(...comes in between a person and his heart.) "Leaves him without comprehension," As-Suddi said, "Prevents one self from his own heart, so he will neither believe nor disbelieve except by His leave." There are several Hadiths that conform with the meaning of this Ayah. For instance, Imam Ahmad recorded that Anas bin Malik said, "The Prophet used to often say these words,

«يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك»

(O You Who changes the hearts, make my heart firm on Your religion.) We said, `O Allah's Messenger! We believed in you and in what you brought us. Are you afraid for us' He said,

«نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ تَعَالَى يُقَلِّبُهَا»

(Yes, for the hearts are between two of Allah's Fingers, He changes them (as He wills).)"

This is the same narration recorded by At-Tirmidhi in the Book of Qadar in his Jami' Sunan, and he said, "Hasan." Imam Ahmad recorded that An-Nawwas bin Sam`an Al-Kilabi said that he heard the Prophet saying,

«مَا مِنْ قَلْبٍ إِلَّا وَهُوَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ رَبِّ الْعَالَمِينَ إِذَا شَاءَ أَنْ يُقِيمَهُ أَقَامَهُ وَإِذَا شَاءَ أَنْ يُزِيغَهُ أَزَاغَه»

(Every heart is between two of the Fingers of the Most Beneficent (Allah), Lord of all that exists, if He wills, He makes it straight, and if He wills, He makes it stray.)

And he said:

«يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك»

(O You Who changes the hearts! keep my heart firm on Your religion) And he would say;

«وَالْمِيزَانُ بِيَدِ الرَّحْمنِ يَخْفِضُهُ وَيَرْفَعُه»

(The Balance is in the Hand of Ar-Rahman, He raises and lowers it.)

This was also recorded by An-Nasai and Ibn Majah.

Tafsir Kemenag RI

Allah menyerukan kepada orang-orang mukmin, bahwa apabila Allah dan Rasul-Nya menyampaikan hukum-hukumnya yang berguna untuk kehidupan mereka, hendaklah mereka menyambut seruan itu dan menerimanya dengan penuh perhatian serta berusaha untuk mengabulkannya. Karena seruan itu mengandung ajaran-ajaran yang berguna bagi kehidupan mereka, seperti mengetahui hukum-hukum Allah yang diberikan kepada makhluk-Nya, suri teladan hidup yang dapat dijadikan contoh dan pelajaran yang utama untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan serta mengangkat kehidupan mereka kepada martabat yang sempurna, sehingga mereka dapat menempuh jalan lurus yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Akhirnya mereka akan hidup di bawah keridaan Allah; di dunia mereka akan berbahagia dan di akhirat akan mendapat surga. Di dalam ayat lain perintah mengikuti Rasul itu disertai dengan perintah memegangnya dengan teguh.

Allah berfirman:

"Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah." (al-Baqarah/2: 93)

Menaati Rasul hukumnya wajib, baik pada waktu beliau hidup maupun setelah wafatnya. Menaati Rasul ialah menaati segala macam perintahnya dan menjauhi larangannya yang termuat dalam Kitab Al-Quran dan yang termuat pula dalam Kitab-kitab hadis yang diketahui kesahihannya.

Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin agar mereka betul-betul mengetahui bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Ungkapan ini mengandung banyak pengertian:

1. Bahwa Allah menguasai hati seseorang, maka Allah-lah yang menentukan kecenderungan hati itu menurut kehendak-Nya. Allah berkuasa untuk mengarahkan hati orang kafir apabila ia menghendaki orang kafir itu mendapat hidayah dan menguasai hati seseorang yang beriman untuk menyesatkannya apabila Ia berkehendak untuk menyesatkan. Pengertian serupa ini terdapat pula dalam hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dalam Kitab al-Mustadrak dari Ibnu Abbas dan dari sebagian besar ulama salaf.

Hadis-hadis yang menguatkan pengertian ini antar lain bahwa Nabi Muhammad, seringkali mengatakan:

"Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu. Lalu Rasulullah ditanya, "Ya Rasulullah! Kami telah beriman kepadamu dan kepada Kitab yang engkau bawa, maka apakah yang engkau khawatirkan terhadap kami? Maka Rasulullah menjawab, "Ya! Sungguh hati itu berada di antara dua jari dari jari-jari Tuhan. Dialah Yang membolak-balikkannya." (Riwayat Imam Ahmad dan at-Tirmidzi dari Anas).

2. Bahwa Allah, menyuruh hambanya untuk bersegera menaati Allah sebelum terlepasnya jiwa dari tubuh, tetapi mereka tidak memperdulikan perintah itu. Ini berarti bahwa Allah mematikan hatinya sehingga hilanglah kesempatan yang baik itu, yaitu hilangnya kesempatan seseorang untuk melakukan amal yang baik dan usaha untuk mengobati hati dengan bermacam penawar jiwa sehingga jiwanya menjadi sehat, sesuai dengan kehendak Allah. Kata-kata membatasi adalah merupakan kata yang digunakan untuk pengertian mati, karena hati itulah biasanya yang dapat memahami sesuatu, maka apabila dikatakan hati seseorang telah mati berarti hilanglah kesempatan seseorang untuk memanfaatkan ilmu pengetahuannya.

3.Kata membatasi (yahulu) adalah merupakan kata-kata majaz yang menggambarkan batas terdekat kepada hamba. Karena sesuatu yang memisahkan antara dua buah barang, adalah sangat dekat kepada dua barang itu.

Pengertian serupa ini dinukilkan dari Qatadah, karena pada saat membicarakan makna ayat, ia membawakan firman Allah:

"Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf/50: 16)

Bagaimana juga perbedaan pendapat di kalangan para mufassir mengenai penafsiran ayat ini, tetapi hal yang tidak dapat disangkal ialah bahwa Allah telah membuat bakat-bakat dalam diri seseorang. Bakat baik dan bakat buruk kedua-duanya dapat berkembang menurut Sunnah Allah yang telah ditetapkan bagi manusia. Berkembangnya bakat-bakat itu bergantung pada situasi, kondisi dan lingkungan. Apabila seseorang dididik dengan baik, niscaya jiwanya akan menjadi baik. Sebaliknya apabila jiwa itu dididik dengan jahat, atau berada dalam lingkungan yang jahat niscaya jiwa itu akan menjadi jahat. Hati adalah merupakan pusat perasaan, kemampuan serta kehendak seseorang yang dapat mengendalikan jasmaninya untuk mewujudkan amal perbuatan.

Pantaslah kalau di dalam ayat ini dikatakan, bahwa Allah membatasi antara seseorang dengan hatinya, karena Allah-lah Yang lebih mengetahui hati nurani seseorang. Dia Yang menguasai hati itu, karena Dialah pula yang menciptakan bakat-bakat yang terdapat dalam hati dan Dia pula yang paling dapat menentukan ke mana hati itu mengarah.

Akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa sesungguhnya seluruh manusia itu akan dikumpulkan kepada Allah, di padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan segala macam amalnya dan menerima pembalasan yang setimpal dengan amal perbuatan mereka.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

يَٰٓأَيُّهَا

yāayyuhā

O you

ٱلَّذِينَ

alladhīna

who

ءَامَنُواْ

āmanū

believe

ٱسۡتَجِيبُواْ

is'tajībū

Respond

لِلَّهِ

lillahi

to Allah

وَلِلرَّسُولِ

walilrrasūli

and His Messenger

إِذَا

idhā

when

دَعَاكُمۡ

daʿākum

he calls you

لِمَا

limā

to what

يُحۡيِيكُمۡۖ

yuḥ'yīkum

gives you life

وَٱعۡلَمُوٓاْ

wa-iʿ'lamū

And know

أَنَّ

anna

that

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

يَحُولُ

yaḥūlu

comes

بَيۡنَ

bayna

(in) between

ٱلۡمَرۡءِ

l-mari

a man

وَقَلۡبِهِۦ

waqalbihi

and his heart

وَأَنَّهُۥٓ

wa-annahu

and that

إِلَيۡهِ

ilayhi

to Him

تُحۡشَرُونَ

tuḥ'sharūna

you will be gathered