Surah 21 · 21:34
Surah Al-Anbya 21:34
Al-Anbya · The Prophets
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَ
Wama jaAAalna libasharin minqablika alkhulda afa-in mitta fahumu alkhalidoon
And We did not grant to any man before you eternity [on earth]; so if you die - would they be eternal?
Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
No One has been granted Immortality in this World
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ(And We granted not to any human being immortality before you;) means, O Muhammad.
الْخُلْدَ(immortality) means, in this world. On the contrary,
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ - وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلْـلِ وَالإِكْرَامِ(Whatsoever is on it (the earth) will perish. And the Face of your Lord full of majesty and honor will remain forever.) 55:26-27.
أَفَإِيْن مِّتَّ(then if you die) means, O Muhammad,
فَهُمُ الْخَـلِدُونَ(would they live forever) means, they hope that they will live forever after you, but that will not happen; everything will pass away. So Allah says:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ(Everyone is going to taste death,)
وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً(and We shall test you with evil and with good by way of trial. ) Meaning, "We shall test you, sometimes with difficulties and sometimes with ease, to see who will give thanks and who will be ungrateful, who will have patience and who will despair." `Ali bin Abi Talhah reported from Ibn `Abbas:
وَنَبْلُوكُم(and We shall test you) means, We will test you,
بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً(with evil and with good by way of trial.) means, with difficulties and with times of prosperity, with health and sickness, with richness and poverty, with lawful and unlawful, obedience and sin, with guidance and misguidance.
وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ(And to Us you will be returned.) means, and We will requite you according to your deeds.
Tafsir Kemenag RI
Ayat ini menegaskan bahwa Muhammad sebagai manusia adalah sama halnya dengan manusia lainnya, yaitu bahwa ia tidak akan kekal hidup di dunia ini. Allah belum pernah memberikan kehidupan duniawi yang kekal kepada siapa pun sebelum lahirnya Nabi Muhammad. Walaupun dia adalah Nabi dan Rasul-Nya, namun ia pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini apabila ajalnya sudah datang. Dan mereka pun demikian pula, tidak akan kekal di dunia ini selama-lamanya. Inilah salah satu segi dari keadilan Allah terhadap semua mahluk-Nya, dan merupakan Sunnah-Nya yang berlaku sepanjang masa.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul.... (Ali 'Imran/3: 144)
Maka ayat ini menyatakan lebih tegas, bahwa Nabi Muhammad akan meninggalkan dunia yang fana ini, sebagaimana halnya rasul-rasul yang telah ada sebelumnya. Akan tetapi, walaupun ia suatu ketika meninggal dunia, namun agama Islam yang telah dikembangkannnya akan tetap ada dan semakin berkembang, karena Allah telah memberikan jaminan untuk kemenangannya. Sebab itu adalah sangat keliru, bila kaum musyrikin mengharapkan bahwa dengan wafatnya Nabi Muhammad maka agama Islam akan terhenti perkembangannya, dan dakwah Islamiah akan mereda. Kenyataan sejarah kemudian menunjukkan bahwa setelah wafatnya Nabi Muhammad dakwah Islamiah berjalan terus sehingga agama Islam berkembang jauh melampaui batas-batas jazirah Arab, baik ke Timur, Utara, maupun ke Barat dan Selatan.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
وَمَا
wamā
And not
جَعَلۡنَا
jaʿalnā
We made
لِبَشَرٖ
libasharin
for any man
مِّن
min
before you
قَبۡلِكَ
qablika
before you
ٱلۡخُلۡدَۖ
l-khul'da
[the] immortality
أَفَإِيْن
afa-in
so if
مِّتَّ
mitta
you die
فَهُمُ
fahumu
then (would) they
ٱلۡخَٰلِدُونَ
l-khālidūna
live forever