Surah 6 · 6:131
Surah Al-An'am 6:131
Al-An'am · The Cattle
ذ
Thalika an lam yakun rabbuka muhlikaalqura bithulmin waahluha ghafiloon
That is because your Lord would not destroy the cities for wrongdoing while their people were unaware.
Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri secara zalim, sedang penduduknya dalam lengah (belum tahu).
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
ذَلِكَ أَن لَّمْ يَكُنْ رَّبُّكَ مُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَـفِلُونَ
(This is because your Lord would not destroy the (populations of) towns for their wrongdoing while their people were unaware. ) meaning: `We sent the Messengers and revealed the Books to the Jinns and mankind, so that no one has an excuse that he is being punished for his wrongs although he did not receive Allah's Message. Therefore, We did not punish any of the nations, except after sending Messengers to them, so that they have no excuse.' Allah said in other Ayat,
وَإِن مِّنْ أُمَّةٍ إِلاَّ خَلاَ فِيهَا نَذِيرٌ
(And there never was a nation but a warner had passed among them.) 35:24, and
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللَّهَ وَاجْتَنِبُواْ الْطَّـغُوتَ
(And verily, We have sent among every Ummah a Messenger (proclaiming): "Worship Allah, and stay away from At-Taghut (all false deities).") 16:36, and
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً
(And We never punish until We have sent a Messenger.) 17:15, and,
كُلَّمَا أُلْقِىَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَآ أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌقَالُواْ بَلَى قَدْ جَآءَنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا
(Every time a group is cast therein, its keeper will ask: "Did no warner come to you" They will say: "Yes, indeed a warner did come to us, but we belied him.") 67:8-9 There are many other Ayat on this subject. At-Tabari said, "Allah's statement,
وَلِكُلٍّ دَرَجَـتٌ مِّمَّا عَمِلُواْ
(For all there will be degrees according to what they did.) means, every person who obeys Allah or behaves disobediently, has grades and ranks according to their works, which Allah gives them as recompense, good for good and evil for evil." I say, it is possible that Allah's statement,
وَلِكُلٍّ دَرَجَـتٌ مِّمَّا عَمِلُواْ
(For all there will be degrees according to what they did.) refers to the disbelievers of the Jinns and mankind who will earn a place in the Fire according to their evil deeds. Allah said,
قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ
(He will say: "For each one there is double (torment).")7:38, and,
الَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ اللَّهِ زِدْنَـهُمْ عَذَابًا فَوْقَ الْعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفْسِدُونَ
(Those who disbelieved and hinder (others) from the path of Allah, for them We will add torment to the torment because they used to spread corruption.) 16:88 Allah said next,
وَمَا رَبُّكَ بِغَـفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ
(And your Lord is not unaware of what they do.) Ibn Jarir commented, "All these deeds that they did, O Muhammad, they did while your Lord is aware of them, and He collects and records these deeds with Him, so that He recompenses them when they meet Him and return to Him.
Tafsir Kemenag RI
Pada ayat ini Allah telah menjelaskan sunah dan ketetapan-Nya sesuai dengan hikmah kebijaksanaan dan keadilan-Nya, apabila Allah hendak membinasakan suatu umat karena kedurhakaan dan kezalimannya, terlebih dahulu Allah mengutus seorang rasul yang akan memberi peringatan kepada mereka. Allah tidak akan menurunkan azab dan siksa-Nya kepada suatu umat yang dalam keadaan lalai dan terlena sebelum mengirim rasul-Nya kepada mereka yang memberi tuntunan dan petunjuk, yang akan memperingatkan dan menimbulkan kesadaran dalam hati mereka bahwa mereka benar-benar telah sesat dari jalan yang lurus dan telah melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang bertentangan dengan keadilan dan perikemanusiaan.
Siksaan yang diturunkan Allah kepada hamba-Nya yang durhaka kepada rasul yang memberi peringatan kepada mereka, misalnya memusnahkan mereka seperti yang pernah terjadi pada kaum 'Ad dan tsamud; atau siksaan yang menghinakan mereka dengan cara mengusir dan mencerai beraikan mereka, seperti yang diderita oleh Bani Israil; ada pula siksaan yang menghancurkan kekuatan mereka, seperti yang diderita oleh kaum musyrikin Mekah. Sesudah Nabi Muhammad diutus Allah kepada semua umat manusia, siksaan yang menghancurkan dan memusnahkan itu tidak ada lagi. Adapun malapetaka yang terjadi, seperti gempa, topan, banjir dan sebagainya, adalah cobaan dan ujian bagi umat manusia agar mereka insaf dan sadar akan kekuasaan Allah dan agar mereka selalu ingat kepada-Nya, dan tidak berpaling dari petunjuk dan ajaran yang diturunkan-Nya dengan perantara rasul-Nya.
Allah sekali-kali tidak akan menganiaya hamba-Nya, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri dengan melakukan perbuatan yang bertentangan dengan sunatullah dan melanggar norma-norma yang telah diberikan-Nya untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat. Mungkin ada beberapa umat yang nampaknya kuat dan jaya padahal umat itu telah berpaling dari norma-norma keadilan dan perikemanusiaan, bahkan ada yang mengingkari kekuasaan Allah dan menganggap agama sebagai racun yang membunuh manusia. Hal itu adalah istidraj dari Allah yang membiarkan mereka tenggelam dalam paham kebendaan, sombong dan takabur atas hasil yang mereka capai. Namun akhirnya mereka akan mengalami nasib seperti orang yang sombong dan takabur. Terserah kepada manusia itu sendiri apakah ia akan menjadi orang yang beriman, mematuhi dan menjalankan semua aturan dan ajaran yang diturunkan-Nya dengan perantaraan rasul-Nya, sehingga dia hidup berbahagia jasmani dan rohaninya, ataukah dia akan menganggap dirinya lebih berkuasa atau lebih pintar serta menganggap ajaran-ajaran agama itu sudah ketinggalan zaman. Manusia bebas berpikir, berbuat dan menetapkan sesuatu menurut kehendaknya dan akhirnya akan terombang-ambing antara teori-teori yang terus berubah dan tidak tentu ujung pangkalnya serta terjerumus ke jurang kehancuran, keonaran dan kerusakan. Allah telah membentangkan di hadapan manusia jalan yang baik dan jalan yang buruk; diserahkan kepada manusia untuk memilihnya, jalan mana yang akan ditempuhnya.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
ذَٰلِكَ
dhālika
That (is because)
أَن
an
[that]
لَّمۡ
lam
not
يَكُن
yakun
is
رَّبُّكَ
rabbuka
your Lord
مُهۡلِكَ
muh'lika
one who destroys
ٱلۡقُرَىٰ
l-qurā
the cities
بِظُلۡمٖ
biẓul'min
for (their) wrongdoing
وَأَهۡلُهَا
wa-ahluhā
while their people
غَٰفِلُونَ
ghāfilūna
(are) unaware