Surah 6 · 6:122
Surah Al-An'am 6:122
Al-An'am · The Cattle
أَوَمَ
Awa man kana maytan faahyaynahuwajaAAalna lahu nooran yamshee bihi fee annasikaman mathaluhu fee aththulumatilaysa bikharijin minha kathalika zuyyinalilkafireena ma kanoo yaAAmaloon
And is one who was dead and We gave him life and made for him light by which to walk among the people like one who is in darkness, never to emerge therefrom? Thus it has been made pleasing to the disbelievers that which they were doing.
Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat ke luar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir apa yang mereka kerjakan.
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
The Parable of the Disbeliever and the Believer
This is an example that Allah has given of the believer who was dead, meaning, wandering in confusion and misguidance. Then, Allah brought life to him, by bringing life to his heart with faith, guiding him to it and guiding him to obeying His Messengers,
لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِى النَّاسِ كَمَن(And set for him a light whereby he can walk amongst men.) for he became guided to where he should go and how to remain on the correct path. The light mentioned here is the Qur'an, according to Ibn `Abbas, as Al-`Awfi and Ibn Abi Talhah reported from him. As-Suddi said that the light mentioned here is Islam. Both meanings are correct.
مَّثَلُهُ فِي الظُّلُمَـتِ لَيْسَ(Like him who is in the darkness) of ignorance, desires and various types of deviation,
بِخَارِجٍ مِّنْهَا كَذَلِكَ(From which he can never come out) for he is unable to find a way out from what he is in. In Musnad Ahmad, it is recorded that the Prophet said;
«إِنَّ اللهَ خَلَقَ خَلْقَهُ فِي ظُلْمَةٍ، ثُمَّ رَشَّ عَلَيْهِمْ مِنْ نُورِهِ، فَمَنْ أَصَابَهُ ذَلِكَ النُّورُ اهْتَدَى، وَمَنَ أَخْطَأَهُ ضَل»(Allah created creation in darkness, then He showered His Light upon them. Whoever was struck by that light is guided, whoever it missed is astray.) Allah said in other Ayat,
اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ ءامَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَـتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّـغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَـتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَـبُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَـلِدُونَ(Allah is the Guardian of those who believe. He brings them out from darkness into light. But as for those who disbelieve, their friends are Taghut, they bring them out from light into darkness. Those are the dwellers of the Fire, and they will abide therein forever.) 2:257, and
أَفَمَن يَمْشِى مُكِبّاً عَلَى وَجْهِهِ أَهْدَى أَمَّن يَمْشِى سَوِيّاً عَلَى صِرَطٍ مُّسْتَقِيمٍ(Is he who walks prone on his face, more rightly guided, or he who walks upright on the straight way) 67:22, and
مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالاٌّعْمَى وَالاٌّصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلاً أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ(The parable of the two parties is as the blind and the deaf and the seer and the hearer. Are they equal when compared Will you not then take heed) 11:24, and,
وَمَا يَسْتَوِى الاٌّعْمَى وَالْبَصِيرُ - وَلاَ الظُّلُمَاتُ وَلاَ النُّورُ - وَلاَ الظِّلُّ وَلاَ الْحَرُورُ - وَمَا يَسْتَوِى الاٌّحْيَآءُ وَلاَ الاٌّمْوَاتُ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَآءُ وَمَآ أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِى الْقُبُورِ - إِنْ أَنتَ إِلاَّ نَذِيرٌ(Not alike are the blind and the seeing. Nor are darkness and light. Nor are the shade and the sun's heat. Nor are the living and the dead. Verily, Allah makes whom He wills to hear, but you cannot make hear those who are in the graves. You are only a warner.) 35:19-23 There are many other Ayat on this subject. We explained before why Allah mentioned the light in the singular sense and the darkness in the plural sense when we explained the Ayah at the beginning of the Surah,
وَجَعَلَ الظُّلُمَـتِ وَالنُّورَ(And originated the darknesses and the light.) 6:1 Allah's statement,
زُيِّنَ لِلْكَـفِرِينَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ(Thus it is made fair seeming to the disbelievers that which they used to do.) means, We made their ignorance and misguidance appear fair to them, as Allah decreed out of His wisdom, there is no deity worthy of worship except Him alone without partners.
Tafsir Kemenag RI
Sabab Nuzul ayat ini diriwayatkan oleh Abu Syaikh dari Ibnu 'Abbas dalam firman Allah, beliau mengatakan bahwa ayat ini turun pada Umar dan Abu Jahal.
Dalam rangka menampakkan perbedaan antara kaum Muslimin dari orang-orang kafir, Allah mengemukakan pertanyaan, yaitu apakah orang-orang yang mati hatinya karena kekufuran dan kebodohan lalu Kami hidupkan hatinya dengan keimanan dan Kami berikan pula kepadanya cahaya, yaitu Al-Qur'an yang terang benderang, sama keadaannya dengan keadaan orang yang berada dalam kegelapan yang berlapis-lapis? Ia tidak dapat keluar dari kegelapan itu. Dirinya diliputi dengan ketakutan, kelemahan dan kebingungan. Demikian pula seorang yang berada dalam kebodohan, taklid yang buta dan kerusakan pikiran, tidak dapat keluar lagi dari hal yang demikian itu. Ia merasa takut keluar dari gua kesesatannya dan merasa tidak perlu untuk keluar kepada petunjuk yang terang benderang karena matanya silau oleh cahaya petunjuk itu.
Maka sepantasnyalah setiap muslim untuk selalu mencari dan menggunakan ilmu pengetahuan dalam segala hal. Ia harus mengetahui kebenaran agamanya dengan penuh keyakinan sehingga ia mantap dalam melakukan amal-amal kebajikan, dan dapat menjadi teladan bagi orang-orang di sekitarnya.
Dengan demikian, ia akan menjadi mercusuar yang mencerminkan keyakinan yang kuat dan hujjah yang nyata, memperlihatkan keutamaan agamanya kepada pemeluk agama-agama yang lain. Begitulah Allah telah menjadikan orang beriman memandang baik kepada cahaya petunjuk dan agama yang telah menghidupkan hatinya. Sebaliknya Allah telah menjadikan orang-orang kafir memandang baik apa saja yang mereka kerjakan, seperti berbuat dosa dan pelanggaran memusuhi Rasul, menyembelih kurban untuk selain Allah dan mengharamkan apa yang tidak diharamkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya dan sebagainya. Semua itu mereka lakukan disebabkan oleh tipu daya setan yang membisikkan bujukan itu ke dalam hati mereka. Contoh nyata dari orang yang tidak beriman dan menolak hidayah Allah adalah Abu Jahal.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
أَوَمَن
awaman
Is (one) who
كَانَ
kāna
was
مَيۡتٗا
maytan
dead
فَأَحۡيَيۡنَٰهُ
fa-aḥyaynāhu
and We gave him life
وَجَعَلۡنَا
wajaʿalnā
and We made
لَهُۥ
lahu
for him
نُورٗا
nūran
light
يَمۡشِي
yamshī
he walks
بِهِۦ
bihi
whereby
فِي
fī
among
ٱلنَّاسِ
l-nāsi
the people
كَمَن
kaman
like (one) who
مَّثَلُهُۥ
mathaluhu
[similar to him]
فِي
fī
(is) in
ٱلظُّلُمَٰتِ
l-ẓulumāti
the darknesses
لَيۡسَ
laysa
not
بِخَارِجٖ
bikhārijin
he comes out
مِّنۡهَاۚ
min'hā
of it
كَذَٰلِكَ
kadhālika
Thus
زُيِّنَ
zuyyina
is made fair-seeming
لِلۡكَٰفِرِينَ
lil'kāfirīna
to the disbelievers
مَا
mā
what
كَانُواْ
kānū
they were
يَعۡمَلُونَ
yaʿmalūna
doing