Surah 6 · 6:111
Surah Al-An'am 6:111
Al-An'am · The Cattle
۞ وَلَوْ أَ
Walaw annana nazzalnailayhimu almala-ikata wakallamahumu almawta wahasharnaAAalayhim kulla shay-in qubulan ma kanoo liyu/minooilla an yashaa Allahu walakinnaaktharahum yajhaloon
And even if We had sent down to them the angels [with the message] and the dead spoke to them [of it] and We gathered together every [created] thing in front of them, they would not believe unless Allāh should will. But most of them, [of that], are ignorant.
Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
(or you bring Allah and the angels before (us) face to face.) 17:92
قَالُواْ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّى نُؤْتَى مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ اللَّهِ(They said: "We shall not believe until we receive the like of that which the Messengers of Allah had received.") 6:124 and,
وَقَالَ الَّذِينَ لاَ يَرْجُونَ لِقَآءَنَا لَوْلاَ أُنزِلَ عَلَيْنَا الْمَلَـئِكَةُ أَوْ نَرَى رَبَّنَا لَقَدِ اسْتَكْبَرُواْ فِى أَنفُسِهِمْ وَعَتَوْا عُتُوّاً كَبِيراً(And those who expect not a meeting with Us said: "Why are not the angels sent down to us, or why do we not see our Lord" Indeed they think too highly of themselves, and are scornful with great pride.) 25:21 Allah said,
وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى(and the dead had spoken unto them,) This is, to inform them of the truth of what the Messengers brought them;
وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَىْءٍ قُبُلاً(and We had gathered together all things before them,) before their eyes, as `Ali bin Abi Talhah and Al-`Awfi reported from Ibn `Abbas. This is the view of Qatadah and `Abdur-Rahman bin Zayd bin Aslam. This Ayah means, if all nations were gathered before them, one after the other, and each one testifies to the truth of what the Messengers came with,
مَّا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ إِلاَّ أَن يَشَآءَ اللَّهُ(they would not have believed, unless Allah willed,) for guidance is with Allah not with them. Certainly, Allah guides whom He wills and misguides whom He wills, and He does what He wills,
لاَ يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْـَلُونَ(He cannot be questioned about what He does, while they will be questioned.) 21:23, This is due to His knowledge, wisdom, power, supreme authority and irresistibility. Similarly, Allah said,
إِنَّ الَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ - وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ ءايَةٍ حَتَّى يَرَوُاْ الْعَذَابَ الاٌّلِيمَ(Truly, those, against whom the Word (wrath) of your Lord has been justified, will not believe. Even if every sign should come to them, until they see the painful torment.) 10:96-97
Tafsir Kemenag RI
Dalam ayat ini diterangkan kepada kaum Muslimin, jika sekiranya Allah berkenan menurunkan malaikat-malaikat kepada kaum musyrik sehingga mereka dapat melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri dan dapat mendengar perkataannya dengan telinga mereka sendiri tentang kesaksian para malaikat bahwa Muhammad itu betul-betul utusan Allah, dan sekiranya orang-orang yang telah mati dihidupkan kembali lalu berbicara dengan mereka tentang kebenaran Nabi Muhammad, dan juga sekiranya segala sesuatu baik berupa keterangan Al-Qur'an tentang kebenaran Nabi dan mukjizatnya itu dikumpulkan dan ditampakkan kepada mereka, niscaya mereka tidak beriman, sebagaimana mereka nyatakan dalam sumpah mereka. Mereka meminta tanda-tanda itu bukan untuk mencari petunjuk ke arah iman, melainkan untuk tujuan permusuhan, sehingga apapun yang mereka saksikan selalu mereka anggap sebagai sihir. Jika Allah menghendaki mereka beriman, tentu hati mereka terbuka untuk beriman dengan cara yang sungguh-sungguh. Mereka tidak mengetahui bahwa iman tidak perlu disangkutpautkan dengan melihat tanda-tanda kebenaran, sebab telah menjadi kebenaran umum bahwa keimanan adalah semata-mata anugerah dari Allah Ta'ala. Walaupun kepada orang-orang musyrik telah diperlihatkan tanda-tanda kebenaran Nabi Muhammad, namun hal itu tidak menjadi jaminan mereka benar-benar akan beriman, sebab datangnya keimanan bukanlah dengan paksaan, melainkan karena keikhlasan hati, karunia, taufik dan hidayah dari Allah swt.
Selanjutnya Allah menerangkan bahwa watak orang musyrik itu tidak diketahui oleh kebanyakan kaum Muslimin sehingga mereka meminta kepada Nabi Muhammad untuk memperlihatkan mukjizatnya, dengan harapan agar orang-orang kafir itu beriman. (Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan 'kebanyakan orang yang tidak mengetahui ialah orang-orang kafir).
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Word by word
۞ وَلَوۡ
walaw
And (even) if
أَنَّنَا
annanā
[that] We (had)
نَزَّلۡنَآ
nazzalnā
[We] sent down
إِلَيۡهِمُ
ilayhimu
to them
ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ
l-malāikata
the Angels
وَكَلَّمَهُمُ
wakallamahumu
and spoken to them
ٱلۡمَوۡتَىٰ
l-mawtā
the dead
وَحَشَرۡنَا
waḥasharnā
and We gathered
عَلَيۡهِمۡ
ʿalayhim
before them
كُلَّ
kulla
every
شَيۡءٖ
shayin
thing
قُبُلٗا
qubulan
face to face
مَّا
mā
not
كَانُواْ
kānū
they were
لِيُؤۡمِنُوٓاْ
liyu'minū
to believe
إِلَّآ
illā
unless
أَن
an
[that]
يَشَآءَ
yashāa
wills
ٱللَّهُ
l-lahu
Allah
وَلَٰكِنَّ
walākinna
But
أَكۡثَرَهُمۡ
aktharahum
most of them
يَجۡهَلُونَ
yajhalūna
(are) ignorant