Surah 6 · 6:1

Surah Al-An'am 6:1

Al-An'am · The Cattle

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَـٰتِ وَٱلنُّورَ‌ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Alhamdu lillahi allatheekhalaqa assamawati wal-ardawajaAAala aththulumati wannoorathumma allatheena kafaroo birabbihim yaAAdiloon

[All] praise is [due] to Allāh, who created the heavens and the earth and made the darkness and the light. Then those who disbelieve equate [others] with their Lord.

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih mempersekutukan Tuhan mereka dengan sesuatu.

SurahAl-An'am
Juz7
Page128
Revelationmakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Which was revealed in Makkah

The Virtue of Surat Al-An`am and When it Was Revealed

Al-`Awfi, `Ikrimah and `Ata' said that Ibn `Abbas said, "Surat Al-An`am was revealed in Makkah" At-Tabarani recorded that Ibn `Abbas said, "All of Surat Al-An`am was revealed in Makkah at night, accompanied by seventy thousand angels, raising their voices in glorification of Allah" As-Suddi said that Murrah said that `Abdullah said, "Surat Al-An`am was revealed in the company of seventy thousand angels."

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

All Praise is Due to Allah for His Glorious Ability and Great Power

Allah praises and glorifies His Most Honorable Self for creating the heavens and earth, as a dwelling for His servants, and for making the darkness and the light to benefit them in the night and the day. In this Ayah, Allah describes darkness in the plural, Zulumat where Zulmah is singular for darkness, while describing the light in the singular, An-Nur, because An-Nur is more honored. In other Ayat, Allah said,

ظِلَـلُهُ عَنِ الْيَمِينِ

(To the right and to the lefts.) 16:48 Near the end of this Surah (chapter 6), Allah also said;

وَأَنَّ هَـذَا صِرَطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ

(And verily, this is my straight path, so follow it, and follow no (other) ways, for they will separate you away from His way.) 6:153 Allah said next,

ثْمَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

(Yet those who disbelieve hold others as equal with their Lord.) meaning, in spite of all this, some of Allah's servants disbelieve in Him and hold others as partners and rivals with Him. Some of Allah's servants claimed a wife and a son for Allah, hallowed be He far above what they attribute to Him. Allah's statement,

هُوَ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّن طِينٍ

(He it is Who has created you from clay,) refers to the father of mankind, Adam, from whom mankind originated, multiplied in numbers and spread about, east and west. Allah said,

ثُمَّ قَضَى أَجَلاً وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ

(Then has decreed a stated term. And there is with Him another determined term...) His saying;

ثُمَّ قَضَى أَجَلاً

(Then has decreed a stated term,) refers to death, while,

وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ

(And there is with Him another determined term...) refers to the Hereafter, according to Sa`id bin Jubayr who reported this from Ibn `Abbas. Similar statements were narrated from Mujahid, `Ikrimah, Sa`id bin Jubayr, Al-Hasan, Qatadah, Ad-Dahhak, Zayd bin Aslam, `Atiyyah, As-Suddi, Muqatil bin Hayyan and others. Ibn `Abbas and Mujahid said that,

ثُمَّ قَضَى أَجَلاً

(And then has decreed a stated term,) is the term of this earthly life, while,

وَأَجَلٌ مُّسمًّى عِندَهُ

(And there is with Him another determined term) refers to man's extent of life until he dies as mentioned in Allah's statement;

وَهُوَ الَّذِى يَتَوَفَّـكُم بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ

(It is He, Who takes your souls by night (when you are asleep), and has knowledge of all that you have done by day, then He raises (wakes) you up again that a term appointed (life) be fulfilled.) 6:60 The meaning of Allah's statement,

عِندَهُ

(With Him) is that none but Him knows when it will occur. Allah said in other Ayat,

إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لاَ يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلاَّ هُوَ

(The knowledge thereof is with my Lord. None can reveal its time but He.) 7:187, and,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَـهَا - فِيمَ أَنتَ مِن ذِكْرَاهَا - إِلَى رَبِّكَ مُنتَهَـهَآ

(They ask you about the Hour -- when will be its appointed time You have no knowledge to say anything about it. To your Lord belongs (the knowledge of) the term thereof.) 79:42-44 Allah said,

ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ

(Yet you doubt.) the coming of the (last) Hour, according to As-Suddi. Allah said next,

وَهُوَ اللَّهُ فِى السَّمَـوَتِ وَفِى الاٌّرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

(And He is Allah in the heavens and the earth, He knows what you conceal and what you reveal, and He knows what you earn.) Meaning, it is He Who is called Allah, throughout the heavens and the earth, that is, it is He who is worshipped, singled out, whose divinity is believed in by the inhabitants of the heavens and the earth. They call Him Allah, and they supplicate to Him in fear and hope, except those who disbelieve among the Jinns and mankind. In another Ayah, Allah said;

وَهُوَ الَّذِى فِى السَّمآءِ إِلَـهٌ وَفِى الاٌّرْضِ إِلَـهٌ

(It is He Who is God in the heavens and the earth.)43:84 meaning, He is the God of those in heaven and those on earth, and He knows all affairs, public and secret.

وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

(And He knows what you earn) all the good and bad deeds that you perform.

Tafsir Kemenag RI

Allah membuka Surah al-An'am dengan memberi petunjuk kepada manusia bahwa segala pujian hanyalah bagi Allah, Pencipta langit, bumi dan segala isinya, serta menerangkan kepada manusia ada jalan kegelapan, yaitu jalan yang diikuti oleh orang-orang yang sesat seperti menganggap makhluk-makhluk ciptaan Allah sebagai tuhan. Allah juga menunjukkan jalan yang terang dan cahaya yang benar, yaitu mengesakan Allah dan menghindari sikap dan anggapan yang menuju ke arah syirik, yaitu menyekutukan Allah dengan makhluk ciptaaan-Nya. Tetapi orang-orang yang ingkar kepada Allah lebih suka memilih jalan yang tidak benar, yaitu yang mengarah kepada syirik dan kegelapan.

Allah memuji dirinya dengan "Alhamdulillah". Dengan demikian para hamba mengetahui bagaimana hendaknya mereka memuji Tuhan yaitu dengan mengucapkan kalimat "Alhamdulillah". Segala puji adalah untuk Allah, karena Dialah yang paling berhak untuk menerima pujian itu, yang memiliki segala sifat-sifat yang terpuji, dan segala sifat-sifat kesempurnaan. Allah menjelaskan tentang diri-Nya sebagai Zat Yang Maha Terpuji itu dengan menerangkan bahwa Allah Pencipta langit dan bumi, gelap dan terang. Penciptaan langit dan bumi disebutkan secara khusus dalam ayat ini adalah untuk menunjukkan keistimewaannya sebagai ciptaan Allah yang besar, dan senantiasa disaksikan oleh umat manusia. Pada keduanya terdapat pelajaran bagi manusia yang kesemuanya itu merupakan tanda-tanda kesempurnaan Allah.

Penciptaan gelap dan terang yang dimaksudkan dalam ayat ini ialah penciptaan berbagai kegelapan dan cahaya terang yang nampak oleh indra mata. Keduanya bermanfaat bagi hamba-hamba Allah. Di antara ulama salaf ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan dhulmah (gelap) dalam ayat ini ialah kekufuran, dan yang dimaksud dengan nur (terang) ialah iman; maka mereka menguraikan maksud ayat-ayat ini sebagai berikut: Allah menciptakan langit dan bumi lalu Dia menunjukkan bukti-bukti untuk mengenal-Nya dan mengesakan-Nya. Allah memperingatkan jalan kesesatan dan menunjukkan jalan lurus dengan menurunkan syariat-syariat dan kitab-kitab-Nya, walaupun demikian orang-orang kafir itu berbuat jauh dari pikiran yang sehat, dan mereka selalu memilih jalan kesesatan. Karena itu Allah berfirman pada akhir ayat ini yang artinya, "Namun orang-orang kafir itu mempersekutukan (sesuatu) dengan Tuhan." Dalam ayat ini Allah menggunakan dhulumat (kegelapan) dalam bentuk jamak (plural) dari dhulmah (gelap). Sedangkan kata nur (terang) digunakan bentuk kata tunggal. Dimaksudkan dengan perbedaan bentuk itu ialah kesesatan (gelap) banyak macamnya sedangkan petunjuk (terang) hanya satu. Kebenaran hanya satu, sedangkan kebatilan itu berbilang. Di akhir ayat ini, ditegaskan bahwa orang-orang kafir itu mengambil sikap bertolak belakang. Mereka tidaklah mengkhususkan pujian dan ibadah kepada Allah sebagai Pencipta langit dan bumi dan Yang mengadakan gelap dan terang, tetapi mereka mempersamakan Allah dengan yang lain dalam ibadah dan pujian. Padahal mereka menyadari, hanyalah Allah yang paling berhak menerima ibadah dan pujian itu.

Selain Surah al-An'am, masih ada empat surah lagi yang dimulai dengan al-hamdulillah, artinya segala puji bagi Allah, yaitu surah pertama al-Fatihah, surah ke-18 al-Kahf, surah ke-34 Saba', dan surah ke-35 Fathir. Kecuali memberi petunjuk bagaimana cara yang benar dalam memuji Allah, kita juga diberi petunjuk bagaimana bersikap dan berperilaku yang baik, yaitu hanya Allah yang berhak mendapat pujian, kerena betapapun kita memiliki sedikit atau beberapa kebaikan yang dapat dibanggakan, itu semua dari Allah. Allah yang Mahasempurna dan menganugerahkan beberapa sifat kebaikannya kepada para makhluk yang dikehendaki-Nya, terutama kepada manusia. Allah betul-betul memuliakan makhluk ini sebagaimana disebutkan dalam Surah al-Isra'/17 ayat 70:

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (al-Isra'/17: 70)

Langit, bumi dan segala isinya, termasuk manusia ini tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan diciptakan Allah Yang Mahakuasa, dengan aturan dan ketentuan yang sempurna sehingga tidak ada satu makhluk pun yang dapat menyimpang dari aturan dan ketentuan Allah. Jika makhluk itu terjadi dengan sendirinya atau atas kemauan dan keinginan mereka sendiri, keadaan pasti menjadi kacau, karena semua ingin menjadi yang terbaik atau lebih baik dari yang lain, dan tidak ada yang ingin menjadi jelek, yang lemah atau dikalahkan oleh yang lain. Tetapi, ternyata semua itu terjadi karena semua makhluk itu tunduk pada aturan dan ketentuan Allah yang Mahakuasa, tetapi juga Mahabijaksana, Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Allah menciptakan dan menyediakan bagi manusia adz-dzulumat, yaitu berbagai kegelapan, jalan yang gelap, suasana yang gelap, hidup yang serba gelap dan sebagainya. Allah juga menciptakan dan menyediakan bagi manusia an-nur, yaitu cahaya terang, jalan yang terang, kehidupan dan pemikiran yang terang, sikap dan perilaku yang transparan. Maka terserah manusia akan memilih yang mana. Dalam ayat ini diterangkan, bahwa orang-orang yang ingkar, kafir dan tidak memiliki iman yang kuat banyak yang memilih dzulumat yang menyimpang dari fitrah dan nurani manusia sendiri.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

ٱلۡحَمۡدُ

al-ḥamdu

(All) the praises and thanks

لِلَّهِ

lillahi

(be) to Allah

ٱلَّذِي

alladhī

the One Who

خَلَقَ

khalaqa

created

ٱلسَّمَٰوَٰتِ

l-samāwāti

the heavens

وَٱلۡأَرۡضَ

wal-arḍa

and the earth

وَجَعَلَ

wajaʿala

and made

ٱلظُّلُمَٰتِ

l-ẓulumāti

the darkness[es]

وَٱلنُّورَۖ

wal-nūra

and the light

ثُمَّ

thumma

Then

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those who

كَفَرُواْ

kafarū

disbelieved

بِرَبِّهِمۡ

birabbihim

in their Lord

يَعۡدِلُونَ

yaʿdilūna

equate others with Him