Surah 33 · 33:38

Surah Al-Ahzab 33:38

Al-Ahzab · The Combined Forces

مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۖۥ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِى ٱلَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلُۚ وَكَانَ أَمْرُ ٱللَّهِ قَدَرًا مَّقْدُورًا

Ma kana AAala annabiyyimin harajin feema farada Allahu lahusunnata Allahi fee allatheena khalaw min qablu wakanaamru Allahi qadaran maqdoora

There is not to be upon the Prophet any discomfort concerning that which Allāh has imposed upon him. [This is] the established way of Allāh with those [prophets] who have passed on before. And ever is the command of Allāh a destiny decreed.

Tidak ada keberatan apa pun pada Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunah Allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,

SurahAl-Ahzab
Juz22
Page423
Revelationmadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

مَّا كَانَ عَلَى النَّبِىِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ

(There is no blame on the Prophet in that which Allah has made legal for him.) means, in that which has been permitted for him and which he has been commanded to do, i.e. his marrying Zaynab, may Allah be pleased with her,, who had been divorced by his adopted son Zayd bin Harithah,

سُنَّةَ اللَّهِ فِى الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلُ

(That has been Allah's way with those who have passed away of old.) means this is the ruling of Allah for the Prophets who came before him. Allah would not command them to do anything for which they might be blamed. This is a refutation of those hypocrites who imagined that there was anything wrong with his marrying the ex-wife of Zayd, his freed slave and adopted son.

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَراً مَّقْدُوراً

(And the command of Allah is a decree determined.) means, His command which He has decreed must inevitably come to pass; nothing can prevent it or avert it, for whatever He wills happens, and whatever He does not decree, does not happen.

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat ini, Allah menguatkan hukum yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu bahwa tidak ada suatu keberatan apa pun atas Nabi saw apa yang telah menjadi ketetapan Allah baginya untuk mengawini perempuan bekas istri anak angkatnya setelah dijatuhi talak oleh suaminya dan habis masa idahnya. Orang-orang Yahudi sering mencela Nabi Muhammad saw karena mempunyai istri yang banyak, padahal mereka mengetahui bahwa nabi-nabi sebelumnya ada yang lebih banyak istrinya seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.

Nabi Muhammad diperintahkan Allah supaya tidak menghiraukan pembicaraan khalayak ramai sehubungan dengan pernikahan beliau dengan Zainab. Ketika Zaid telah menceraikan istrinya, Allah menikahkan Nabi saw dengan Zainab agar tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk menikahi bekas istri anak angkat apabila telah diceraikan. Ketetapan Allah tentang pernikahan Zainab dengan Nabi adalah suatu ketetapan yang sudah pasti.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan at-Tirmidzi bahwa Zainab sering membangga-banggakan dirinya di hadapan istri-istri Nabi. lainnya dengan ucapan, "Kamu dinikahkan oleh keluargamu sendiri, tetapi saya dinikahkan oleh Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath-thabari dari Sya'bi bahwa Zainab pernah berkata kepada Nabi, "Saya mempunyai kelebihan dengan tiga perkara yang tidak dimiliki oleh istri-istrimu yang lain, yaitu: kakekku dan kakekmu adalah sama yaitu Abdul Muththalib; Allah menikahkan engkau denganku dengan perintah wahyu dari langit; dan yang ditugaskan menyampaikannya adalah Malaikat Jibril."

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Word by word

مَّا

Not

كَانَ

kāna

(there can) be

عَلَى

ʿalā

upon

ٱلنَّبِيِّ

l-nabiyi

the Prophet

مِنۡ

min

any

حَرَجٖ

ḥarajin

discomfort

فِيمَا

fīmā

in what

فَرَضَ

faraḍa

Allah has imposed

ٱللَّهُ

l-lahu

Allah has imposed

لَهُۥۖ

lahu

on him

سُنَّةَ

sunnata

(That is the) Way

ٱللَّهِ

l-lahi

(of) Allah

فِي

concerning

ٱلَّذِينَ

alladhīna

those who

خَلَوۡاْ

khalaw

passed away

مِن

min

before

قَبۡلُۚ

qablu

before

وَكَانَ

wakāna

And is

أَمۡرُ

amru

(the) Command

ٱللَّهِ

l-lahi

(of) Allah

قَدَرٗا

qadaran

a decree

مَّقۡدُورًا

maqdūran

destined