Surah 10 · 10:12

Surah Yunus 10:12

Yunus · Jonah

وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَـٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥۚ كَذَٲلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Wa-itha massa al-insana addurrudaAAana lijanbihi aw qaAAidan aw qa-imanfalamma kashafna AAanhu durrahu marra kaanlam yadAAuna ila durrin massahu kathalikazuyyina lilmusrifeena ma kanoo yaAAmaloon

And when affliction touches man, he calls upon Us, whether lying on his side or sitting or standing; but when We remove from him his affliction, he continues [in disobedience] as if he had never called upon Us to [remove] an affliction that touched him. Thus is made pleasing to the transgressors that which they have been doing.

Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.

SurahYunus
Juz11
Halaman209
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Man remembers Allah at Times of Adversity and forgets Him at Times of Prosperity

Allah tells us about man and how he becomes annoyed and worried when he is touched with distress.

وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَآءٍ عَرِيضٍ

(but when evil touches him, then he has recourse to long supplications.)41:51 `Long supplications' also means many supplications. When man suffers adversity he becomes worried and anxious. So he supplicates more. He prays to Allah to lift and remove the adversity. He prays while standing, sitting or laying down. When Allah removes his adversity and lifts his distress, he turns away and becomes arrogant. He goes on as if nothing were wrong with him before.

مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَى ضُرٍّ مَّسَّهُ

(He passes on as if he had never invoked Us for a harm that touched him!) Allah then criticized and condemned those who have these qualities or act this way, so He said:

كَذلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(Thus it is made fair seeming to the wasteful that which they used to do.) But those on whom Allah has bestowed good guidance and support are an exception.

إِلاَّ الَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَاتِ

(Except those who have patience believe and do righteous good deeds.) 11:11 The Prophet said:

«عَجَبًا (لِأَمْرِ) الْمُؤْمِنِ لَا يَقْضِي اللهُ لَهُ قَضَاءً إِلَّا كَانَ خَيْرًا لَهُ، إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ فَصَبَرَ كَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ فَشَكَرَ كَانَ خَيْرًا لَهُ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِن»

(How wonderful is the case of a believer; there is good for him in everything and this is not the case with anyone except a believer. If prosperity attends him, he expresses gratitude to Allah, and that is good for him. And if adversity befalls him, he endures it patiently and that is also good for him.)

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat-ayat ini, Allah menerangkan karakter manusia yang lain, yaitu apabila mereka ditimpa kemudaratan, musibah atau kesulitan, mereka ingat kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, baik dalam keadaan berbaring duduk ataupun berdiri, agar dihindarkan dan dihilangkan dari mereka semua kemudaratan itu. Sebaliknya jika bahaya kesengsaraan dan kesulitan itu telah lenyap dan mereka telah menikmati rahmat, nikmat dan kurnia Allah, maka berangsur-angsur lupa kepada pemberi rahmat dan karunia itu, bahkan mereka mulai kafir kepada Allah.

Ayat ini menunjukkan kelemahan-kelemahan manusia di kala ia menerima cobaan dari Allah, dan menunjukkan pula ketergantungan manusia kepada rahmat dan karunia Tuhan Pencipta dan Yang Mengatur kehidupannya. Karena itu hendaklah orang-orang yang beriman ingat dan jangan lupa kepada Pencipta dan Pengawasnya, baik dalam keadaan kesulitan dan bahaya, maupun dalam keadaan lapang dan senang. Semua itu merupakan cobaan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya untuk menguji kekuatan iman mereka. Orang yang berhasil mengatasi segala cobaan yang dialaminya baik berupa kesulitan maupun kesenangan, mereka itulah yang berhak memperoleh kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat.

Orang yang melampaui batas dan orang yang sesat seperti orang musyrik Mekah adalah orang-orang yang telah dipalingkan hatinya oleh setan. Setan telah menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk yang telah mereka kerjakan, sehingga apabila bahaya telah lenyap mereka akan kembali sesat dan mendurhakai Tuhan.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَإِذَا

wa-idhā

And when

مَسَّ

massa

touches

ٱلۡإِنسَٰنَ

l-insāna

the man

ٱلضُّرُّ

l-ḍuru

the affliction

دَعَانَا

daʿānā

he calls Us

لِجَنۢبِهِۦٓ

lijanbihi

(lying) on his side

أَوۡ

aw

or

قَاعِدًا

qāʿidan

sitting

أَوۡ

aw

or

قَآئِمٗا

qāiman

standing

فَلَمَّا

falammā

But when

كَشَفۡنَا

kashafnā

We remove

عَنۡهُ

ʿanhu

from him

ضُرَّهُۥ

ḍurrahu

his affliction

مَرَّ

marra

he passes on

كَأَن

ka-an

as if he

لَّمۡ

lam

(had) not

يَدۡعُنَآ

yadʿunā

called Us

إِلَىٰ

ilā

for

ضُرّٖ

ḍurrin

(the) affliction

مَّسَّهُۥۚ

massahu

(that) touched him

كَذَٰلِكَ

kadhālika

Thus

زُيِّنَ

zuyyina

(it) is made fair seeming

لِلۡمُسۡرِفِينَ

lil'mus'rifīna

to the extravagant

مَا

what

كَانُواْ

kānū

they used (to)

يَعۡمَلُونَ

yaʿmalūna

do