Surah 36 · 36:69

Surah Ya-Sin 36:69

Ya-Sin · Ya Sin

وَمَا عَلَّمْنَـٰهُ ٱلشِّعْرَ وَمَا يَنۢبَغِى لَهُۥٓ‌ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُّبِينٌ

Wama AAallamnahu ashshiAArawama yanbaghee lahu in huwa illa thikrunwaqur-anun mubeen

And We did not give him [i.e., Prophet Muḥammad (ﷺ)] knowledge of poetry, nor is it befitting for him. It is not but a message and a clear Qur’ān

Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah pantas baginya. Alquran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan Kitab yang jelas.

SurahYa-Sin
Juz23
Halaman444
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Allah tells us that the longer the son of Adam lives, the more he becomes weak after being strong, and incapable after being able and active

This is like the Ayah:

اللَّهُ الَّذِى خَلَقَكُمْ مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفاً وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

(Allah is He Who created you in (a state of) weakness, then gave you strength after weakness, then after strength gave weakness and gray hair. He creates what He wills. And it is He Who is the All-Knowing, the All-Powerful.) (30:54). And Allah says:

وَمِنكُمْ مَّن يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلاَ يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئاً

(And among you there is he who is brought back to the miserable old age, so that he knows nothing after having known) (22:5). The meaning here -- and Allah knows best -- is that Allah is telling us that this world is transient and will come to an end, it is not eternal and lasting. Allah says:

أَفَلاَ يَعْقِلُونَ

(Will they not then understand) meaning, will they not think about how they were created, then they become gray-haired, then they become old and senile, so that they may know that they were created for another world that is not transient and will not pass away, and from which there is no way out, which is the Hereafter.

Allah does not teach His Messenger Poetry

وَمَا عَلَّمْنَـهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِى لَهُ

(And We have not taught him poetry, nor is it suitable for him.) Allah tells us that He has not taught His Prophet Muhammad ﷺ poetry.

وَمَا يَنبَغِى لَهُ

(nor is it suitable for him.) means, he did not know how to compose it, he did not like it and he had no natural inclination towards it. It was narrated that he never memorized a stanza of poetry with the correct meter or rhyme -- he would transpose words or memorize it incompletely. In Ad-Dala'il, Al-Bayhaqi recorded that the Messenger of Allah ﷺ said to Al-`Abbas bin Mirdas As-Sulami, may Allah be pleased with him:

«أَنْتَ الْقَائِلُ: أَتَجْعَلُ نَهْبِي وَنَهْبَ الْعُبَيدِ بَيْنَ الْأَقْرَعِ وَعُيَيْنَة»

(You are the one who said: "Do you distribute my booty and the booty of the servants between Al-Aqra` and `Uyainah.") He said, "It is `Uyainah and Al-Aqra`." He said:

«الْكُلُّ سَوَاء»

(It is all the same.) i.e., it means the same thing. And Allah knows best. This is because Allah taught him the Qur'an, which

لاَّ يَأْتِيهِ الْبَـطِلُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَلاَ مِنْ خَلْفِهِ تَنزِيلٌ مِّنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

(Falsehood cannot come to it from before it or behind it; sent down by the All-Wise, Worthy of all praise.) (41:42). This is not poetry, as some of the ignorant disbelievers of the Quraysh claimed; neither is it sorcery, a fabrication or a magic spell, as the misguided and ignorant people variously suggested. The Prophet was naturally disinclined to compose verse, and was forbidden to do so by Divine Law.

إِنْ هُوَ إِلاَّ ذِكْرٌ وَقُرْءَانٌ مُّبِينٌ

(This is only a Reminder and a plain Qur'an.) means, it is clear and self-explanatory to the one who ponders and comprehends its meanings, Allah says:

لِّيُنذِرَ مَن كَانَ حَيّاً

(That he or it may give warning to him who is living,) meaning, so that this plain Qur'an might warn every living person on the face of the earth. This is like the Ayat:

لاٌّنذِرَكُمْ بِهِ وَمَن بَلَغَ

(that I may therewith warn you and whomsoever it may reach) (6:19).

وَمَن يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الاٌّحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ

(but those of the sects that reject it, the Fire will be their promised meeting place) (11:17). Those who will benefit from his warning will be those whose hearts are alive and who have enlightened insight, as Qatadah said, "Alive of heart and alive of insight." Ad-Dahhak said, "This means wise."

وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَـفِرِينَ

(and that Word may be justified against the disbelievers.) means, it is a mercy to the believers and evidence against the disbelievers.

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat ini, Allah membantah tuduhan kaum kafir yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah syair yang diciptakan oleh Nabi Muhammad saw sendiri. Dengan demikian, menurut tuduhan mereka, Muhammad adalah seorang penyair. Hal ini dibantah keras pada ayat ini, karena Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang membawa kebenaran. Sedang Nabi Muhammad saw bertugas menyampaikannya kepada umat manusia semua kebenaran yang diterima dari Allah. Nabi Muhammad bukan penyair yang hanya mengkhayal, tetapi rasul Allah yang membawa kebenaran untuk memperbaiki orang-orang jahiliah.

Al-Qur'an jauh berbeda dengan syair yang berkembang di tanah Arab ketika itu. perbedaan itu dapat dilihat dalam hal:

1.Syair Arab waktu itu merupakan rangkaian kalimat-kalimat yang terikat pada wazan (timbangan kalimat) atau pola tertentu, bahr-bahr (irama dan notasi dalam syair Arab) tertentu, seperti bahr kamil, bahr rajaz, dan lain-lain.

Sedangkan ayat-ayat Al-Qur'an susunan kalimatnya begitu indah, pilihan diksi kata-katanya begitu tepat, tetapi tidak terikat pada wazan dan bahr syair Arab.

2.Syair Arab juga terikat pada qafiyah, yaitu huruf akhir tertentu. Jika hal itu tidak dipenuhi, maka rusaklah syair tersebut, sehingga ada unsur pemaksaan atau takalluf.

Pada ayat-ayat Al-Qur'an memang ada beberapa huruf akhir yang sama sehingga bersajak (masju'), tetapi menjadi lebih indah karena tidak kaku dan tidak ada unsur pemaksaan (takalluf).

3.Isi syair Arab biasanya berupa khayalan penyair dengan imajinasi yang tinggi sehingga melupakan banyak hal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Sedangkan ayat-ayat Al-Qur'an semuanya sesuai dengan kenyataan, baik alam gaib maupun alam nyata, sehingga memberi informasi yang benar.

4.Syair-syair Arab biasanya berupa puji-pujian yang berlebih-lebihan terhadap raja atau kepala suku sehingga menjadikan para raja bertambah sombong. Syair bisa juga berisi celaan atau ejekan terhadap musuh sehingga meningkatkan permusuhan yang ada.

Sedangkan Al-Qur'an selalu berbicara masalah kebenaran tanpa membuat orang menjadi sombong, bahkan ayat Al-Qur'an melarang kesombongan dan rasa kebencian maupun permusuhan.

5.Syair-syair Arab seringkali disusun dan dirangkai oleh penyair dan digunakan untuk mendapat hadiah sebagai mata pencaharian penyair.

Sedangkan ayat-ayat Al-Qur'an semata-mata memberi informasi, petunjuk, dan pelajaran yang baik. Bahkan ayat Al-Qur'an tidak boleh diperjualbelikan dengan harga murah untuk memperoleh penghasilan tertentu.

Dari hal-hal di atas terbukti bahwa bahasa Al-Qur'an lebih indah dari syair dan kandungan isinya lebih baik dan memberi manfaat yang lebih besar bagi kehidupan manusia secara keseluruhan.

Allah menegaskan bahwa Dia tidak mengajarkan syair kepada Muhammad saw. Ia hanyalah mewahyukan Al-Qur'an kepadanya, untuk disampaikan kepada umat manusia. Tuduhan kaum musyrik dan kaum kafir bahwa Muhammad saw adalah penyair adalah tuduhan yang tidak patut dan tidak dapat diterima akal yang sehat.

Kemudian Allah menegaskan lagi bahwa Al-Qur'an yang disampaikan oleh Muhammad saw adalah pelajaran dan kitab suci yang memberikan penerangan kepada umat manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.

Kaum musyrik mengatakan Al-Qur'an itu syair, karena kata-kata dan kalimat-kalimat yang terdapat di dalamnya demikian indah dan tepat. Bahkan kadang-kadang mereka mengatakan Al-Qur'an adalah sihir, karena kata-kata dan susunan kalimatnya memang memesona siapa saja yang mendengarnya. Akan tetapi, tuduhan mereka ini sama sekali tidak benar. Al-Qur'an bukanlah sihir ataupun syair, karena syair merupakan susunan yang terikat kepada pola-pola tertentu, sedang Al-Qur'an tidaklah demikian.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَمَا

wamā

And not

عَلَّمۡنَٰهُ

ʿallamnāhu

We taught him

ٱلشِّعۡرَ

l-shiʿ'ra

[the] poetry

وَمَا

wamā

and not

يَنۢبَغِي

yanbaghī

it is befitting

لَهُۥٓۚ

lahu

for him

إِنۡ

in

Not

هُوَ

huwa

it

إِلَّا

illā

(is) except

ذِكۡرٞ

dhik'run

a Reminder

وَقُرۡءَانٞ

waqur'ānun

and a Quran

مُّبِينٞ

mubīnun

clear