Surah 36 · 36:21

Surah Ya-Sin 36:21

Ya-Sin · Ya Sin

ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسْــَٔلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

IttabiAAoo man la yas-alukum ajranwahum muhtadoon

Follow those who do not ask of you [any] payment, and they are [rightly] guided.

Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

SurahYa-Sin
Juz22
Halaman441
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

قَالَ يقَوْمِ اتَّبِعُواْ الْمُرْسَلِينَ

(He said: "O my people! Obey the Messengers.") -- he urged his people to follow the Messengers who had come to them.

اتَّبِعُواْ مَن لاَّ يَسْـَلُكُمْ أَجْراً

(Obey those who ask no wages of you,) means, `for the Message which they convey to you, and they are rightly-guided in what they are calling you to, the worship of Allah Alone with no partner or associate.'

وَمَا لِىَ لاَ أَعْبُدُ الَّذِى فَطَرَنِى

(And why should I not worship Him Who has created me) means, `and what is there to stop me from sincerely worshipping the One Who has created me, and worshipping Him Alone, with no partner or associate'

وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(and to Whom you shall be returned.) means, `on the Day of Resurrection, when He will requite you for your deeds: if they are good then you will be rewarded and if they are evil then you will be punished.'

أَءَتَّخِذُ مِن دُونِهِ ءَالِهَةً

(Shall I take besides Him gods) This is a rhetorical question intended to rebuke and chastise.

إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَـنُ بِضُرٍّ لاَّ تُغْنِ عَنِّى شَفَـعَتُهُمْ شَيْئاً وَلاَ يُنقِذُونَ

(If the Most Gracious intends me any harm, their intercession will be of no use for me whatsoever, nor can they save me.) means, `these gods whom you worship instead of Him possess no power whatsoever, if Allah wills me some harm,'

فَلاَ كَـشِفَ لَهُ إِلاَّ هُوَ

(none can remove it but He) (6:17). `These idols can neither cause any harm nor bring any benefit, and they cannot save me from the predicament I am in.'

إِنِّى إِذاً لَّفِى ضَلَـلٍ مُّبِينٍ

(Then verily, I should be in plain error.) means, `if I were to take them as gods instead of Allah.'

إِنِّى ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

(Verily, I have believed in your Lord, so listen to me!) Ibn Ishaq said, quoting from what had reached him from Ibn `Abbas, may Allah be pleased with him, Ka`b and Wahb, "He said to his people:

إِنِّى ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ

(`Verily, I have believed in your Lord) in Whom you have disbelieved,

فَاسْمَعُونِ

(so listen to me!)' means, listen to what I say." Or it may be that he was addressing the Messengers when he said:

إِنِّى ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ

(Verily, I have believed in your Lord,) meaning, `Who has sent you,'

فَاسْمَعُونِ

(so listen to me!) meaning, `bear witness to that before Him.' This was narrated by Ibn Jarir, who said, "And others said that this was addressed to the Messengers, and he said to them: `Listen to what I say and bear witness to what I say before my Lord, that I have believed in your Lord and have followed you.' This interpretation is more apparent, and Allah knows best. Ibn Ishaq said, quoting from what had reached him from Ibn `Abbas, may Allah be pleased with him, Ka`b and Wahb, `When he said that, they turned on him as one, and killed him at once, and he had no one to protect him from that."' Qatadah said, "They started to stone him while he was saying, `O Allah, guide my people for they do not know, and they kept stoning him until he died a violent death, and he was still praying for them.' May Allah have mercy on him."

Tafsir Kemenag RI

Laki-laki itu menjelaskan bahwa ketiga utusan yang mendakwahkan kebenaran itu tidak mengharapkan balas jasa sama sekali atas jerih payahnya menyampaikan risalah itu. Mereka memperoleh petunjuk dari Allah bahwa yang seharusnya disembah itu adalah Allah Yang Maha Esa, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.

Laki-laki yang bernama habib an-Najjar itu datang dari jauh untuk menjelaskan kepada penduduk Antakia bahwa ia memberikan pelajaran dan pengajaran kepada mereka, setelah ia meyakini apa yang disampaikannya merupakan sesuatu yang baik bagi dirinya sendiri dan mereka. Mengapa ia tidak menyembah Allah Yang Maha Esa yang telah menciptakannya, dan kepada-Nya akan kembali semua yang hidup ini? Di sanalah mereka akan menerima segala ganjaran perbuatan mereka. Orang yang berbuat baik pasti menikmati hasil kebaikannya, sedangkan yang berbuat jahat, sudah barang tentu tidak sanggup melepaskan diri dari azab sebagai balasannya. Penegasan di atas adalah sebagai jawaban dari pertanyaan kaumnya yang tidak mau beriman.

Menurut habib, tidak pantas ia mencari tuhan yang lain selain daripada Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan yang mereka puja adalah tuhan yang tidak sanggup memberi manfaat atau menolak mudarat, tidak mendengar dan melihat, serta tidak bisa memberi pertolongan (syafaat). Tuhan-tuhan itu sudah barang tentu tidak dapat menghindarkan mereka dari azab Allah, walaupun mereka telah menyembahnya. Oleh karena itu, bila ia turut serta menyembah apa yang mereka sembah selain dari Tuhan Yang Maha Esa, sungguh ia telah menempuh jalan yang sesat. Kalau ia menyembah patung yang terbuat dari batu atau makhluk-makhluk lainnya, yang sama sekali tidak mungkin mendatangkan manfaat atau menolak mudarat, bukankah itu berarti ia sudah berada dalam kesesatan?

Laki-laki yang datang dari jauh itu mengakhiri nasihatnya dengan menegaskan di hadapan kaumnya kepada ketiga utusan itu tentang pendiriannya yang sejati. Ia berkata, "Dengarlah wahai utusan-utusan Nabi Isa, aku beriman kepada Tuhanmu yang telah mengutus kamu. Oleh karena itu, saksikanlah dan dengarkanlah apa yang aku ucapkan ini".

Menurut riwayat, setelah habib mengumandangkan pendiriannya, kaum kafir itu lalu melemparinya dengan batu. Sekujur tubuhnya mengeluarkan darah. Akhirnya habib meninggal dalam keadaan syahid menegakkan kebenaran. Ada pula riwayat yang mengatakan bahwa kedua kakinya ditarik ke arah yang berlawanan sampai sobek sehingga dari arah duburnya memancar darah segar. Ia gugur dalam melaksanakan tugasnya. Sebelum menemui ajalnya, pahlawan tersebut masih sempat berdoa kepada Allah, "Ya Allah tunjukilah kaumku, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak mengetahui."

Pada saat hari Kebangkitan tiba, Allah memerintahkan kepada habib, "Masuklah engkau ke dalam surga sebagai balasan atas apa yang telah engkau kerjakan selama di dunia." Setelah ia masuk dan merasakan betapa indah dan nikmatnya balasan Allah bagi orang yang beriman dan sabar dalam melaksanakan tugas dakwah, ia pun berkata, "Kiranya kaumku dahulu mengetahui bahwa aku memperoleh ampunan dan kemuliaan dari Allah." Magfirah dan kemuliaan yang hanya dapat dinikmati oleh sebagian manusia yang beriman.

Sesungguhnya ayat di atas memakai kata "tamanni" (mengharapkan sesuatu yang tak mungkin dicapai) untuk mendorong kaum Antakia dan orang-orang mukmin pada umumnya agar berusaha sebanyak mungkin memperoleh ganjaran seperti itu, tobat dari segala kekufuran, dan masuk ke dalam kelompok orang yang merasakan indahnya beriman kepada Allah, menaati jalan para wali Allah, dengan cara menahan marah dan melimpahkan kasih sayang kepada orang yang memusuhinya.

Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa habib menasihati kaumnya ketika ia masih hidup dengan ucapan, "Ikutilah risalah yang dibawa oleh para utusan itu." Kemudian setelah meninggal dunia akibat siksaan mereka, ia juga masih mengharapkan, "Kiranya kaumku mengetahui bahwa Allah telah mengampuniku dan menjadikanku termasuk orang-orang yang dimuliakan." Setelah habib dibunuh, Allah menurunkan siksaan-Nya kepada mereka. Jibril diperintahkan mendatangi kaum yang durhaka itu. Dengan satu kali teriakan saja, bagaikan halilintar kerasnya, mereka tiba-tiba mati semuanya. Itulah suatu balasan yang setimpal dengan kesalahan karena mendustakan utusan-utusan Allah, membunuh para wali-Nya, dan mengingkari risalah Allah.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

ٱتَّبِعُواْ

ittabiʿū

Follow

مَن

man

(those) who

لَّا

(do) not

يَسۡـَٔلُكُمۡ

yasalukum

ask (of) you

أَجۡرٗا

ajran

any payment

وَهُم

wahum

and they

مُّهۡتَدُونَ

muh'tadūna

(are) rightly guided