Surah 40 · 40:3

Surah Ghafir 40:3

Ghafir · The Forgiver

غَافِرِ ٱلذَّنۢبِ وَقَابِلِ ٱلتَّوْبِ شَدِيدِ ٱلْعِقَابِ ذِى ٱلطَّوْلِۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَۖ إِلَيْهِ ٱلْمَصِيرُ

Ghafiri aththanbi waqabiliattawbi shadeedi alAAiqabi thee attawlila ilaha illa huwa ilayhi almaseer

The forgiver of sin, acceptor of repentance, severe in punishment, owner of abundance. There is no deity except Him; to Him is the destination.

yang mengampuni dosa dan menerima tobat dan keras hukuman-Nya; yang memiliki karunia. Tidak ada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nyalah (semua makhluk) kembali.

SurahGhafir
Juz24
Halaman467
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Virtues of the Surahs that begin with Ha Mim

Ibn `Abbas, may Allah be pleased with him, said, "Everything has an essence and the essence of the Qur'an is the family of Ha Mim," or he said, "the Ha Mims." Mis`ar bin Kidam said, "They used to be called `the brides'." All of this was recorded by the the Imam, great scholar, Abu `Ubayd Al-Qasim bin Sallam, may Allah have mercy upon him, in his book Fada'il Al-Qur'an. Humayd bin Zanjuyah narrated that `Abdullah, may Allah be pleased with him, said, "The parable of the Qur'an is that of a man who sets out to find a place for his family to stay, and he comes to a place where there is evidence of rainfall. While he is walking about, admiring it, he suddenly comes upon beautiful gardens. He says, `I liked the first traces of rainfall, but this is far better.' It was said to him, `The first place is like the Qur'an, and these beautiful gardens are like the splendor of family of Ha Mim in relation to the rest of the Qur'an'." This was recorded by Al-Baghawi. Ibn Mas`ud, may Allah be pleased with him, said, "When I reach the family of Ha Mim, it is like reaching a beautiful garden, so I take my time."

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

«إِنْ بُيِّتُّمُ اللَّيْلَةَ فَقُولُوا: حم لَا يُنْصَرُون»

(When you go to bed tonight, recite Ha Mim, La Yunsarun.)" Its chain of narrators is Sahih.

تَنزِيلُ الْكِتَـبِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

(The revelation of the Book is from Allah, the Almighty, the All-Knower.) means, this book -- the Qur'an -- is from Allah, the Owner of might and knowledge, Who cannot be overtaken and from Whom nothing is hidden, not even an ant concealed beneath many layers.

غَافِرِ الذَّنبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ

(The Forgiver of sin, the Acceptor of repentance,) means, He forgives sins that have been committed in the past, and He accepts repentance for sins that may be committed in the future, from the one who repents and submits to Him.

شَدِيدُ الْعِقَابِ

(the Severe in punishment,) means, to the one who persists in transgression and prefers the life of this world, who stubbornly turns away from the commands of Allah and commits sin. This is like the Ayah:

نَبِّىءْ عِبَادِى أَنِّى أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ - وَأَنَّ عَذَابِى هُوَ ٱلْعَذَابُ ٱلْأَلِيمُ

(Declare unto My servants that truly I am the Oft-Forgiving, the Most-Merciful. And that My torment is indeed the most painful torment.) (15:49-50). These two attributes (mercy and punishment) are often mentioned together in the Qur'an, so that people will remain in a state of both hope and fear.

ذِى الطَّوْلِ

(the Bestower.) Ibn `Abbas, may Allah be pleased with him, said, "This means He is Generous and Rich (Independent of means)." The meaning is that He is Most Generous to His servants, granting ongoing blessings for which they can never sufficiently thank Him.

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللَّهِ لاَ تُحْصُوهَا

(And if you would count the favors of Allah, never could you be able to count them...) (16:18).

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ

(La ilaha illa Huwa) means, there is none that is equal to Him in all His attributes; there is no God or Lord besides Him.

إِلَيْهِ الْمَصِيرُ

(to Him is the final return.) means, all things will come back to Him and He will reward or punish each person according to his deeds.

وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

(and He is Swift at reckoning) (13:41).

Tafsir Kemenag RI

Pada ayat ini dijelaskan lima macam sifat Allah yang menurunkan Al-Qur'an:

1. Pengampun Dosa

Sifat Allah ini ditegaskan pula pada ayat yang lain, sebagaimana firman Allah:

Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-hijr/15: 49)

Dan firman-Nya:

Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (az-Zumar/39: 53)

Bagaimana pun banyaknya dosa seseorang apabila ia meminta ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni semua dosanya sebagaimana dijelaskan dalam hadis Qudsi sebagai berikut:

Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kamu melakukan kesalahan di waktu siang dan malam, dan Aku mengampuni dosa-dosa itu semuanya, maka mintalah ampun pada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. (Riwayat Muslim dari Abu dzarr)

Di dalam hadis Qudsi yang lain, Allah menegaskan pula:

Allah berfirman, "Wahai anak Adam! Selagi kamu meminta dan mengharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosa-dosa yang ada padamu dan tidak Aku pedulikan lagi. Wahai anak Adam! Andaikata dosamu (bertumpuk) dan telah sampai ke awan langit, kemudian kamu meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampuninya dan tidak Aku pedulikan lagi. (Riwayat at-Tirmidzi dari Anas bin Malik)

2. Penerima Tobat

Sifat Allah ini ditegaskan pula pada ayat yang lain di dalam Al-Qur'an:

Tidakkah mereka mengetahui, bahwa Allah menerima tobat hamba-hamba-Nya. (at-Taubah/9: 104)

Seseorang yang telah berbuat kejahatan seperti penganiayaan dan lain-lain, kemudian ia bertobat, menyesali perbuatannya itu, mempertebal imannya, berbuat baik, dan tetap di jalan Allah, maka Allah akan menerima tobatnya, sebagaimana firman-Nya:

Tetapi barang siapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. (al-Ma'idah./5: 39)

Dan firman-Nya:

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (thaha/20: 82)

Dan firman-Nya lagi:

Kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (al-Baqarah/2: 160)

3. Hukuman-Nya Sangat Berat.

Mengenai hal ini Allah berfirman:

¦Bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal). (al-Baqarah/2: 165)

Orang-orang yang berbuat jahat, bergelimang dosa seperti mendustakan dan memungkiri ayat-ayat Allah, menempuh jalan yang sesat yaitu selain jalan yang telah ditunjukkan dan digariskan-Nya, mereka itulah yang mendapat siksa Allah yang berat dan keras, sebagaimana firman-Nya:

Mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya. (ali 'Imran/3: 11)

Pada ayat lain Allah menegaskan:

Sungguh, orang-orang yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh azab yang berat. Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman. (ali 'Imran/3: 4)

Dan firman-Nya pula:

Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (shad/38: 26)

4. Pemberi Karunia.

Setiap karunia dan nikmat yang kita peroleh adalah dari Allah sebagaimana firman-Nya:

Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. (al-hujurat/49: 8)

Dan firman-Nya:

Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah. (an-Nahl/16: 53)

Tidak ada seorang manusia, dengan jalan apa pun, yang dapat memberi angka yang pasti mengenai banyaknya karunia dan nikmat yang telah diberikan Allah padanya, sebagaimana firman-Nya:

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. (an-Nahl/16: 18)

5. Allah Maha Esa

Salah satu sifat Allah yang wajib diimani yaitu bahwa Dia Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, tiada sekutu bagi-Nya, tiada sesuatu yang serupa dengan Dia, sebagaimana firman Allah:

Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat. (asy-Syura/42: 11)

Sekiranya Ia mempunyai sekutu, ada tuhan lain yang berkuasa sama dengan kekuasaan-Nya, maka dunia ini akan hancur sebagaimana firman Allah:

Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Mahasuci Allah yang memiliki 'Arasy, dari apa yang mereka sifatkan. (al-Anbiya'/21: 22)

Orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu adalah salah satu dari yang tiga termasuk golongan yang ingkar dan kafir, karena sebenarnya Allah itu Esa, tiada Tuhan selain Dia, firman Allah:

Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan, bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih. (al-Ma'idah./5: 73)

Ayat ini diakhiri dengan suatu ketegasan bahwa semua makhluk akan kembali kepada Allah dan di sanalah nanti disempurnakan balasan bagi mereka menurut perbuatan mereka masing-masing sebagaimana firman Allah:

Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

غَافِرِ

ghāfiri

(The) Forgiver

ٱلذَّنۢبِ

l-dhanbi

(of) the sin

وَقَابِلِ

waqābili

and (the) Acceptor

ٱلتَّوۡبِ

l-tawbi

(of) [the] repentance

شَدِيدِ

shadīdi

severe

ٱلۡعِقَابِ

l-ʿiqābi

(in) the punishment

ذِي

dhī

Owner (of) the abundance

ٱلطَّوۡلِۖ

l-ṭawli

Owner (of) the abundance

لَآ

(There is) no

إِلَٰهَ

ilāha

god

إِلَّا

illā

except

هُوَۖ

huwa

Him

إِلَيۡهِ

ilayhi

to Him

ٱلۡمَصِيرُ

l-maṣīru

(is) the final return