Surah 95 · 95:1

Surah At-Tin 95:1

At-Tin · The Fig

وَٱلتِّينِ وَٱلزَّيْتُونِ

Watteeni wazzaytoon

By the fig and the olive

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

SurahAt-Tin
Juz30
Halaman597
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Which was revealed in Makkah

The Recitation of Surat At-Tin in the Prayer while traveling

Malik and Shu`bah narrated from `Adi bin Thabit, who narrated that Al-Bara' bin `Azib said, "The Prophet used to recite in one of his Rak`ahs while traveling `At-Tin waz-Zaytun' (Surat At-Tin), and I have never heard anyone with a nicer voice or recitation than him." The Group has recorded this Hadith in their books.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ

In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful.

The Explanation of At-Tin and what comes after it

Al-`Awfi reported from Ibn `Abbas that what is meant by At-Tin is the Masjid of Nuh that was built upon Mount Al-Judi. Mujahid said, "It is this fig that you have."

وَالزَّيْتُونِ

(By Az-Zaytun.) Ka`b Al-Ahbar, Qatadah, Ibn Zayd and others have said, "It is the Masjid of Jerusalem (Bayt Al-Maqdis)." Mujahid and `Ikrimah said, "It is this olive which you press (to extract the oil)."

وَطُورِ سِينِينَ

(By Tur Sinin.) Ka`b Al-Ahbar and several others have said, "It is the mountain upon which Allah spoke to Musa."

وَهَـذَا الْبَلَدِ الاٌّمِينِ

(By this city of security.) meaning Makkah. This was said by Ibn `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Al-Hasan, Ibrahim An-Nakha`i, Ibn Zayd and Ka`b Al-Ahbar. There is no difference of opinion about this. Some of the Imams have said that these are three different places, and that Allah sent a Messenger to each of them from the Leading Messengers, who delivered the Great Codes of Law. The first place is that of the fig and the olive, which was Jerusalem, where Allah sent `Isa bin Maryam. The second place is Mount Sinin, which is Mount Sinai where Allah spoke to Musa bin `Imran. The third place is Makkah, and it is the city of security where whoever enters is safe. It is also the city in which Muhammad was sent. They have said that these three places are mentioned at the end of the Tawrah. The verse says, "Allah has come from Mount Sinai - meaning the one upon which Allah spoke to Musa bin `Imran; and shined from Sa`ir - meaning the mountain of Jerusalem from which Allah sent `Isa; and appeared from the mountains of Faran - meaning the mountains of Makkah from which Allah sent `Isa; and appeared from the mountains of Faran - meaning the mountains of Makkah from which Allah sent Muhammad ." Thus, He mentioned them in order to inform about them based upon their order of existence in time. This is why He swore by a noble place, then by a nobler place, and then by a place that is the nobler than both of them.

Man becoming Lowly even though He was created in the Best Form

and the Result of that Allah says,

لَقَدْ خَلَقْنَا الإِنسَـنَ فِى أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

(Verily, We created man in the best form.) This is the subject being sworn about, and it is that Allah created man in the best image and form, standing upright with straight limbs that He beautified.

ثُمَّ رَدَدْنَـهُ أَسْفَلَ سَـفِلِينَ

(Then We reduced him to the lowest of the low.) meaning, to the Hellfire. This was said by Mujahid, Abu Al-`Aliyah, Al-Hasan, Ibn Zayd and others. Then after this attractiveness and beauty, their destination will be to the Hell-fire if they disobey Allah and belie the Messengers. This is why Allah says,

إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَـتِ

(Save those who believe and do righteous deeds.) Some have said,

ثُمَّ رَدَدْنَـهُ أَسْفَلَ سَـفِلِينَ

(Then We reduced him to the lowest of the low.) "This means decrepit old age." This has been reported from Ibn `Abbas and `Ikrimah. `Ikrimah even said, "Whoever gathers the Qur'an (i.e., he memorizes it all), then he will not be returned to decrepit old age." Ibn Jarir preferred this explanation. Even if this was the meaning, it would not be correct to exclude the believers from this, because some of them are also overcome by the senility of old age. Thus, the meaning here is what we have already mentioned (i.e., the first view), which is similar to Allah's saying,

وَالْعَصْرِ - إِنَّ الإِنسَـنَ لَفِى خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّـلِحَـتِ

(By Al-`Asr. Verily man is in loss, except those who believe and perform righteous deeds.) (103:1-3) Concerning Allah's statement,

فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ

(Then they shall have a reward without end.) meaning, that will not end, as we have mentioned previously. Then Allah says,

فَمَا يُكَذِّبُكَ

(Then what causes you to deny) meaning, `O Son of Adam!'

بَعْدُ بِالدِّينِ

(after this the Recompense) meaning, `in the recompense that will take place in the Hereafter. For indeed you know the beginning, and you know that He Who is able to begin (the creation) is also able to repeat it which is easier. So what is it that makes you deny the final return in the Hereafter after you have known this' Then Allah says,

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَـكِمِينَ

(Is not the Allah the best of judges) meaning, `is He not the best of judges, Who does not oppress or do any injustice to anyone' And from His justice is that He will establish the Judgement, and He will give retribution to the person who was wronged in this life against whoever wronged him. This is the end of the Tafsir of Surat wat-Tin waz-Zaytun and all praise and thanks are due to Allah.

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini, Allah bersumpah dengan tin dan zaitun. Ada yang berpendapat bahwa tin dan zaitun adalah nama buah yang dikenal sekarang, yang menunjukkan kelebihan kandungan yang dimiliki kedua buah itu. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud adalah tempat banyaknya tin dan zaitun itu tumbuh, yaitu Yerusalem, tempat Nabi Isa lahir dan menerima wahyu.

Dua nama tumbuhan, ara (at-tin) dan zaitun (az-zaitun), dan dua tempat (Bukit Sinai”tempat Nabi Musa memerima wahyu; dan kota yang aman (Mekah)”tempat Nabi Muhammad menerima wahyu), digunakan Allah untuk menjadi semacam bukti kebenaran sumpah-Nya. Beberapa ulama menyatakan bahwa at-tin dan az-zaitun sebenarnya juga menunjuk pada dua tempat. At-Tin adalah bukit di sekitar Damaskus, Siria. Sementara az-zaitun adalah tempat Nabi Isa menerima wahyu.

Ada juga yang memahami at-tin dan az-zaitun sebagai jenis tumbuhan. Buah ara (at-tin) adalah buah dari sejenis pohon yang banyak tumbuh di kawasan Timur Tengah. Buahnya bila telah matang berwarna coklat, dan mempunyai biji seperti tomat. Rasanya manis dan dinilai memiliki gizi yang tinggi.

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa buah ara memiliki kandungan serat yang sangat tinggi dibandingkan buah lainnya. Satu buah ara yang sudah dikeringkan mengandung 20% serat dari yang dianjurkan untuk dikonsumsi orang setiap harinya. Sebagaimana diketahui, penelitian yang dilakukan dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa serat dari tumbuhan sangat penting agar alat pencernaan dapat berfungsi dengan baik. Serat akan membantu sistem pencernaan dan juga dapat mencegah seseorang terkena kanker usus.

Kandungan yang dimiliki oleh buah ara juga sangat menjanjikan. Buah ini mengandung antioksidan yang dapat mencegah timbulnya beberapa penyakit. Antioksidan berperan untuk menetralisir beberapa unsur yang merusak (free radicals), baik yang dihasilkan di dalam tubuh (karena beberapa reaksi kimia dalam pencernaan) atau masuk ke dalam tubuh dari luar. Kandungan Phenol pada buah ara juga tinggi. Bahan Phenol ini berfungsi sebagai antiseptik untuk membunuh mikroba.

Penelitian di Universitas Rutgers di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa kandungan yang tinggi dari omega-3, omega-6 dan phytosterol, maka buah ara sangat potensial untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sebagaimana diketahui, omega-3 dan omega-6 tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Keduanya hanya dapat diperoleh dari asupan makanan. Kedua jenis asam lemak ini juga sangat berpengaruh terhadap kinerja jantung, otak, dan sistem syaraf. Phytosterol sendiri berfungsi untuk menghilangkan kolesterol yang diperoleh dari daging, sebelum kolesterol tersebut masuk ke dalam sistem jaringan darah.

Pohon ara mengandung mineral yang cukup lengkap dibandingkan buah lainnya. Dari 40 gram buah ara mengandung 244 mg kalium (sebanyak 7% dari kebutuhan per hari), 53 mg kalsium (6% dari kebutuhan per hari), dan 1,2 mg besi (6% dari kebutuhan per hari). Tingginya kadar kalsium ini hanya dikalahkan oleh jeruk.

Buah ara juga dipercaya mempercepat penyembuhan pada seseorang yang sedang sakit. Buah ini mengandung bahan-bahan yang diperlukan agar badan si pasien cepat segar dan berenergi. Komponen nutrisi utama yang dikandung buah ara adalah gula. Persentasenya cukup tinggi, yaitu sebanyak 51% sampai 74% dari seluruh bagian buah.

Demikian pula halnya dengan zaitun. Sederetan penelitian telah mengungkapkan berbagai manfaat buah zaitun untuk kesehatan manusia. Zaitun, yang diberi pujian sebagai "pohon yang penuh berkah" dalam ayat 35 Surah an-Nur/24, adalah tumbuhan perdu. Jenis-jenisnya tersebar di kawasan sekitar Laut Tengah. Pohonnya dapat mencapai umur ratusan tahun. Buah zaitun dapat dipanen untuk masa yang sangat panjang.

Sebagai bahan makanan, buah zaitun mengandung beberapa unsur yang diperlukan manusia, seperti protein yang cukup tinggi, zat garam, besi dan fosfor, vitamin A dan B. Zaitun juga dikenal sebagai penghalus kulit dan digunakan dalam industri sabun. Minyaknya juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki minyak hewani atau minyak nabati lainnya. Diketahui bahwa minyak zaitun menyehatkan jantung dan pembuluh darah.

Beberapa kegunaan minyak zaitun adalah untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, pencegahan kanker, arthistis, memperlambat proses penuaan, membantu pertumbuhan pada anak-anak, menurunkan tekanan darah tinggi, serta kegunaan lain bagi berbagai organ bagian dalam.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَٱلتِّينِ

wal-tīni

By the fig

وَٱلزَّيۡتُونِ

wal-zaytūni

and the olive