Surah 9 · 9:99

Surah At-Tawbah 9:99

At-Tawbah · The Repentance

وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْأَخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَـٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ وَصَلَوَٲتِ ٱلرَّسُولِ‌ۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ‌ۚ سَيُدْخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِى رَحْمَتِهِۦٓ‌ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Wamina al-aAArabi man yu/minu billahiwalyawmi al-akhiri wayattakhithu mayunfiqu qurubatin AAinda Allahi wasalawatiarrasooli ala innaha qurbatun lahumsayudkhiluhumu Allahu fee rahmatihi inna Allahaghafoorun raheem

But among the bedouins are some who believe in Allāh and the Last Day and consider what they spend as means of nearness to Allāh and of [obtaining] invocations of the Messenger. Unquestionably, it is a means of nearness for them. Allāh will admit them to His mercy. Indeed, Allāh is Forgiving and Merciful.

Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang diinfakkannya (di jalan Allah) sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk (memperoleh) doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun, Maha penyayang.

SurahAt-Tawbah
Juz11
Halaman202
Turun dimadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Bedouins are the Worst in Disbelief and Hypocrisy

Allah states that there are disbelievers, hypocrites and believers among the bedouins. He also states that the disbelief and hypocrisy of the bedouins is worse and deeper than the disbelief and hypocrisy of others. They are the most likely of being ignorant of the commandments that Allah has revealed to His Messenger . Al-A`mash narrated that Ibrahim said, "A bedouin man sat next to Zayd bin Sawhan while he was speaking to his friends. Zayd had lost his hand during the battle of Nahawand. The bedouin man said, `By Allah! I like your speech. However, your hand causes me suspicion.' Zayd said, `Why are you suspicious because of my hand, it is the left hand that is cut' The bedouin man said, `By Allah! I do not know which hand they cut off (for committing theft), is it the right or the left' Zayd bin Sawhan said, `Allah has said the truth,

الاٌّعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلاَّ يَعْلَمُواْ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ

(The bedouins are the worst in disbelief and hypocrisy, and more likely to not know the limits which Allah has revealed to His Messenger.)" Imam Ahmad narrated that Ibn `Abbas said that the Messenger of Allah ﷺ said,

«مَنْ سَكَنَ الْبَادِيَةَ جَفَا، وَمَنِ اتَّبَعَ الصَّيْدَ غَفَلَ، وَمَنْ أَتَى السُّلْطَانَ افْتُتِن»

(He who lives in the desert becomes hard-hearted, he who follows the game becomes heedless, and he who associates with the rulers falls into Fitnah.) Abu Dawud, At-Tirmidhi and An-Nasa'i collected this Hadith. At-Tirmidhi said, "Hasan Gharib." The Prophet once had to give a bedouin man many gifts because of what he gave him as a gift, until the bedouin became satisfied. The Prophet said,

«لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ لَا أَقْبَلَ هَدِيَّةً إِلَّا مِنْ قُرَشِيَ أَوْ ثَقَفِيَ أَوْ أَنْصَارِيَ أَوْ دَوْسِي»

(I almost decided not to accept a gift except from someone from Quraysh, Thaqafi, the Ansar or Daws.) This is because these people lived in cities, Makkah, At- Ta'if, Al-Madinah and Yemen, and therefore, their conduct and manners are nicer than that of the hard-hearted bedouins. Allah said next,

وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(And Allah is All-Knower, All-Wise.) Allah knows those who deserve to be taught faith and knowledge, He wisely distributes knowledge or ignorance, faith or disbelief and hypocrisy between His servants. He is never questioned as to what He does, for He is the All-Knower, All-Wise. Allah also said that among bedouins are those,

مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ

(who look upon what they spend), in the cause of Allah,

مَغْرَمًا

(as a fine), as a loss and a burden,

وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَائِرَ

(and watch for calamities for you), awaiting afflictions and disasters to strike you,

عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ السَّوْءِ

(on them be the calamity of evil), evil will touch them instead,

وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(And Allah is All-Hearer, All-Knower.) Allah hears the invocation of His servants and knows who deserves victory, who deserve failure. Allah's said;

وَمِنَ الاٌّعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الاٌّخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَـتٍ عِندَ اللَّهِ وَصَلَوَتِ الرَّسُولِ

(And of the bedouins there are some who believe in Allah and the Last Day, and look upon what they spend (in Allah's cause) as means of nearness to Allah, and a cause of receiving the Messenger's invocations.) This is the type of praiseworthy bedouins. They give charity in Allah's cause as way of achieving nearness to Allah and seeking the Messenger's invocation for their benefit,

أَلا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ

(Indeed these are a means of nearness for them.) they will attain what they sought,

سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِى رَحْمَتِهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(Allah will admit them to His mercy. Certainly Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.)

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa tidak semua orang Arab Badui mempunyai sifat-sifat kekufuran dan kemunafikan seperti tersebut di atas. Bahkan sebagian dari mereka itu orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dengan keimanan yang teguh. Mereka yakin tentang kemahakuasaan Allah atas semua makhluk-Nya, dan yakin pula tentang adanya hari akhir, di mana setiap orang akan menerima balasan atas semua perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.

Di samping keimanan kepada Allah dan hari akhir, mereka juga menginfakkan harta mereka di jalan Allah. Apa yang mereka infakkan itu mereka pandang sebagai suatu jalan atau cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan doa Rasulullah saw, karena Rasulullah senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang suka bersedekah dan menginfakkan harta bendanya di jalan Allah. Rasulullah saw juga selalu memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka. Doa kepada Allah adalah suatu perbuatan baik yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memintakan manfaat kepada Allah bagi orang lain. Misalnya doa dari anak yang saleh untuk ibu bapaknya. Menurut keterangan Mujahid, orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah Bani Muqrin dari kabilah Muzayyanah.

Selanjutnya ayat ini menjelaskan bahwa keimanan dan keikhlasan mereka serta infak yang mereka berikan dengan niat yang suci diterima Allah sebagai amal saleh yang bisa mendekatkan diri mereka kepada-Nya, Allah akan memberikan pahala kepada mereka, yaitu dengan mengaruniakan kepada mereka rahmat yang khusus diberikannya kepada orang-orang yang diridai-Nya, berupa petunjuk ke jalan yang lurus yang harus mereka tempuh agar mereka bisa masuk surga Jannatun-na'im. Di sini mereka akan hidup bahagia dalam naungan rahmat dan kasih sayang-Nya.

Adanya orang-orang Arab Badui yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya karena menggunakan pikiran dan hati nurani, menunjukkan betapa rendahnya kedudukan orang-orang kafir dan orang-orang munafik yang berdiam di kota-kota yang selalu hidup bergaul dengan orang-orang pandai dan mendengar pelajaran-pelajaran yang baik, namun hati mereka tetap tertutup tidak mau beriman.

Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa rahmat Allah dan ampunan-Nya amat luas untuk orang-orang yang ikhlas dalam beramal. Allah akan mengampuni mereka dari dosa-dosa dan kelalaian yang telah mereka perbuat. Allah akan menunjukkan mereka kepada perbuatan yang baik dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَمِنَ

wamina

But among

ٱلۡأَعۡرَابِ

l-aʿrābi

the bedouins

مَن

man

(is he) who

يُؤۡمِنُ

yu'minu

believes

بِٱللَّهِ

bil-lahi

in Allah

وَٱلۡيَوۡمِ

wal-yawmi

and the Day

ٱلۡأٓخِرِ

l-ākhiri

the Last

وَيَتَّخِذُ

wayattakhidhu

and takes

مَا

what

يُنفِقُ

yunfiqu

he spends

قُرُبَٰتٍ

qurubātin

(as) means of nearness

عِندَ

ʿinda

with

ٱللَّهِ

l-lahi

Allah

وَصَلَوَٰتِ

waṣalawāti

and blessings

ٱلرَّسُولِۚ

l-rasūli

(of) the Messenger

أَلَآ

alā

Behold

إِنَّهَا

innahā

Indeed, it

قُرۡبَةٞ

qur'batun

(is) a means of nearness

لَّهُمۡۚ

lahum

for them

سَيُدۡخِلُهُمُ

sayud'khiluhumu

Allah will admit them

ٱللَّهُ

l-lahu

Allah will admit them

فِي

to

رَحۡمَتِهِۦٓۚ

raḥmatihi

His Mercy

إِنَّ

inna

Indeed

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

غَفُورٞ

ghafūrun

(is) Oft-Forgiving

رَّحِيمٞ

raḥīmun

Most Merciful