Surah 9 · 9:42

Surah At-Tawbah 9:42

At-Tawbah · The Repentance

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّٱتَّبَعُوكَ وَلَـٰكِنۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ ٱلشُّقَّةُ‌ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَوِ ٱسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَـٰذِبُونَ

Law kana AAaradan qareebanwasafaran qasidan lattabaAAooka walakinbaAAudat AAalayhimu ashshuqqatu wasayahlifoona billahilawi istataAAna lakharajna maAAakumyuhlikoona anfusahum wallahu yaAAlamu innahum lakathiboon

Had it been a near [i.e., easy] gain and a moderate trip, they [i.e., the hypocrites] would have followed you, but distant to them was the journey. And they will swear by Allāh, "If we were able, we would have gone forth with you," destroying themselves [through false oaths], and Allāh knows that indeed they are liars.

Sekiranya (yang kamu serukan kepada mereka) ada keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, niscaya mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu terasa sangat jauh bagi mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, "Jikalau kami sanggup niscaya kami berangkat bersamamu." Mereka membinasakan diri sendiri dan Allah mengetahui bahwa mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

SurahAt-Tawbah
Juz10
Halaman194
Turun dimadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Why Hypocrites would not join in Jihad

Allah admonishes those who lagged behind and did not join the Prophet for the battle of Tabuk, those who asked the Prophet for permission to remain behind, falsely pretending to have legitimate reasons to do so,

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا

(Had it been a near gain), booty right in front of them, according to Ibn `Abbas,

وَسَفَرًا قَاصِدًا

(and an easy journey), travel for only a short distance,

لاَّتَّبَعُوكَ

(they would have followed you.) But,

وَلَـكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ

(the distance was long for them), to Ash-Sham,

وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ

(and they would swear by Allah), when you return to them,

لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ

(If we only could, we would certainly have come forth with you), had not there been a valid excuse, we would have gone out with you,

يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَـذِبُونَ

(They destroy themselves, and Allah knows that they are liars.)

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menjelaskan latar belakang tidak ikutnya orang-orang munafik ke medan perang sekalipun sudah diumumkan perintah wajib perang. Di antara alasan dari keengganan mereka, karena pergi berperang akan menempuh jarak yang jauh, pada musim panas, dalam keadaan serba kekurangan, dan belum tentu menang serta memperoleh rampasan perang (ganimah). Mereka bersikap pesimis, karena yang dihadapi adalah tentara Romawi yang terlatih, kuat, dan banyak jumlahnya.

Jika mereka diperintahkan ke tempat yang dekat yang tidak mengharus-kan mereka bersusah payah dalam perjalanan, pasti mendapatkan kemenang-an, dan memperoleh keuntungan dengan mudah, tentunya mereka mau dan tidak akan enggan berperang. Untuk menyembunyikan kemunafikannya, mereka tidak segan bersumpah dengan nama Allah bahwa jika mereka sanggup dan ada kemampuan, tentunya mereka ikut berangkat bersama. Sumpah ini mereka ucapkan sebagai alasan ketika kaum Muslimin sudah kembali dari perang Tabuk dengan selamat dan berada sudah di tengah-tengah mereka, sebagaimana firman Allah:

Mereka (orang-orang munafik yang tidak ikut berperang) akan mengemukakan alasannya kepadamu ketika kamu telah kembali kepada mereka. (at-Taubah/9: 94)

Mereka menduga bahwa sumpah palsu yang mereka ucapkan itu menguntungkan mereka dan dapat menutupi kemunafikannya, padahal sebenarnya tindakan itu hanya mencelakakan mereka. Di samping itu, sumpah palsu termasuk salah satu dosa besar, sebagaimana sabda Rasulullah saw:

Dosa besar itu ialah, menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua ibu bapak, membunuh diri seseorang, dan bersumpah palsu. (Riwayat al-Bukhari dari 'Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash)

Allah swt mengetahui kebohongan dan kepalsuan sumpah mereka dan Allah akan membalas semuanya itu.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

لَوۡ

law

If

كَانَ

kāna

it had been

عَرَضٗا

ʿaraḍan

a gain

قَرِيبٗا

qarīban

near

وَسَفَرٗا

wasafaran

and a journey

قَاصِدٗا

qāṣidan

easy

لَّٱتَّبَعُوكَ

la-ittabaʿūka

surely they (would) have followed you

وَلَٰكِنۢ

walākin

but

بَعُدَتۡ

baʿudat

was long

عَلَيۡهِمُ

ʿalayhimu

for them

ٱلشُّقَّةُۚ

l-shuqatu

the distance

وَسَيَحۡلِفُونَ

wasayaḥlifūna

And they will swear

بِٱللَّهِ

bil-lahi

by Allah

لَوِ

lawi

If

ٱسۡتَطَعۡنَا

is'taṭaʿnā

we were able

لَخَرَجۡنَا

lakharajnā

certainly we (would) have come forth

مَعَكُمۡ

maʿakum

with you

يُهۡلِكُونَ

yuh'likūna

They destroy

أَنفُسَهُمۡ

anfusahum

their own selves

وَٱللَّهُ

wal-lahu

and Allah

يَعۡلَمُ

yaʿlamu

knows

إِنَّهُمۡ

innahum

(that) indeed, they

لَكَٰذِبُونَ

lakādhibūna

(are) surely liars