Surah 3 · 3:27

Surah Ali 'Imran 3:27

Ali 'Imran · Family of Imran

تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ‌ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ‌ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Tooliju allayla fee annahariwatooliju annahara fee allayli watukhriju alhayyamina almayyiti watukhriju almayyita mina alhayyi watarzuquman tashao bighayri hisab

You cause the night to enter the day, and You cause the day to enter the night; and You bring the living out of the dead, and You bring the dead out of the living. And You give provision to whom You will without account [i.e., limit or measure]."

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan."

SurahAli 'Imran
Juz3
Halaman53
Turun dimadinah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

Encouraging Gratitude

Allah said,

قُلْ

(Say) O Muhammad , while praising your Lord, thanking Him, relying in all matters upon Him and trusting in Him.

اللَّهُمَّ مَـلِكَ الْمُلْكِ

(O Allah! Possessor of the power) meaning, all sovereignty is Yours,

تُؤْتِى الْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ

(You give power to whom You will, and You take power from whom You will, and You endue with honor whom You will, and You humiliate whom You will.) meaning, You are the Giver, You are the Taker, it is Your will that occurs and whatever You do not will, does not occur. This Ayah encourages thanking Allah for the favors He granted His Messenger and his Ummah. Allah transferred the prophethood from the Children of Israel to the Arab, Qurashi, Makkan, unlettered Prophet, the Final and Last of all Prophets and the Messenger of Allah ﷺ to all mankind and Jinn. Allah endowed the Prophet with the best of qualities from the prophets before him. Allah also granted him extra qualities that no other Prophet or Messenger before him was endowed with, such as granting him (more) knowledge of Allah and His Law, knowledge of more of the matters of the past and the future, such as what will occur in the Hereafter. Allah allowed Muhammad's ﷺ Ummah to reach the eastern and western parts of the world and gave dominance to his religion and Law over all other religions and laws. May Allah's peace and blessings be on the Prophet until the Day of Judgment, and as long as the day and night succeed each other. This is why Allah said,

قُلِ اللَّهُمَّ مَـلِكَ الْمُلْكِ

(Say: "O Allah! Possessor of the power,") meaning, You decide what You will concerning Your creation and You do what you will. Allah refutes those who thought that they could decide for Allah,

وَقَالُواْ لَوْلاَ نُزِّلَ هَـذَا الْقُرْءَانُ عَلَى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

(And they say: "Why is not this Qur'an sent down to some great man of the two towns (Makkah and Ta'if)") 43:31.

Allah refuted them by saying,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ

(Is it they who would portion out the Mercy of your Lord) 43:32, meaning, "We decide for Our creation what We will, without resistance or hindrance by anyone. We have the perfect wisdom and the unequivocal proof in all of this, and We give the prophethood to whom We will." Similarly, Allah said,

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ

(Allah knows best with whom to place His Message) and,

انظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ

(See how We prefer one above another (in this world)) 17: 21

Allah said,

تُولِجُ الَّيْلَ فِى الْنَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ

(You make the night enter into the day, and You make the day enter into the night) meaning, You take from the length of one of them and add it to the shortness of the other, so that they become equal, and take from the length of one of them and add it to the other so that they are not equal. This occurs throughout the seasons of the year: spring, summer, fall and winter. Allah's statement,

وَتُخْرِجُ الْحَىَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الَمَيِّتَ مِنَ الْحَىِّ

(You bring the living out of the dead, and You bring the dead out of the living.) means, You bring out the seed from the plant and the plant from the seed; the date from its seed and the date's seed from the date; the faithful from the disbeliever and the disbeliever from the faithful; the chicken from the egg and the egg from the chicken, etc.

وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

(And You give wealth and sustenance to whom You will, without limit.) meaning, You give whomever You will innumerable amounts of wealth while depriving others from it, out of wisdom, and justice.

Tafsir Kemenag RI

Bagian malam dimasukkan kepada siang, sehingga waktu malam menjadi lebih pendek dibanding dengan waktu siang. Allah memasukkan bagian siang ke dalam malam, yang menyebabkan waktu malam menjadi panjang dan waktu siang menjadi pendek. Hal ini biasa terjadi di negara-negara yang mempunyai empat musim, sehingga malam lebih panjang daripada siang pada musim dingin.

Tidaklah mengherankan bahwa sesudah adanya kenyataan tersebut, Allah Yang Maha Bijaksana memberikan kenabian atau kerajaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, atau mencabut kenabian dan kerajaan itu dari siapa saja yang dikehendaki-Nya. Allah yang mengurus segala urusan manusia, sebagaimana halnya Dia mengurus perubahan siang dan malam.

Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati seperti mengeluarkan batang kelapa dari bijinya, mengeluarkan manusia dari nutfah, atau mengeluarkan unggas dari telur. Demikian Allah mengeluarkan yang mati dari yang hidup seperti mengeluarkan anak yang bodoh dari orang yang alim, orang kafir dari orang yang mukmin.

Kodrat Allah dijelaskan pula dengan bahasa yang mudah dipahami, dengan contoh-contoh yang bisa disaksikan oleh manusia, di dalam kejadian sehari-hari. Malam dimasukkan ke dalam siang, siang dimasukkan ke dalam malam, tumbuhan yang hidup dikeluarkan dari tanah yang merupakan benda mati, telur yang merupakan benda mati, dari ayam yang merupakan makhluk hidup.

Ayat di atas berbicara mengenai biji tumbuhan dan tentang "dikeluarkan yang hidup dari yang mati dan dikeluarkan yang mati dari yang hidup". Ayat lain yang mirip dan bahkan lebih jelas adalah Surah al-An'am/6: 95, yang artinya sebagai berikut:

"Sungguh, Allah yang menumbuhkan butir (padi-padian) dan biji (kurma). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (kekuasaan) Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?". (al-An'am/6: 95)

Dari sudut ilmu pengetahuan, hal-hal tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

1.Ayat ini mengandung pesan bahwa penciptaan bukanlah suatu kebetulan, sebab apabila ini suatu kebetulan, maka dia tidak dapat berkesinambungan. Penciptaan terjadi dalam dua hal yang bertolak belakang. Siapa yang dapat melakukan yang demikian pastilah yang Mahakuasa. Perkataan "mengeluarkan yang hidup dari yang mati" menyatakan kekuasaan Allah membangkitkan orang-orang mati di hari kemudian. Tetapi pembangkitan yang mati menjadi hidup dan sebaliknya juga terlihat pada kejadian sehari-hari dalam proses perkembangan benih tumbuhan.

2.Interpretasi kedua, bahwa biji dijadikan contoh dalam pengaturan siklus antara hidup dan mati yang terus bergulir.

ï‚§Bagaimana biji mencontohkan siklus tersebut adalah demikian. Bagi tumbuhan, biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru yang disebut lembaga atau embryo. Dengan biji inilah tumbuhan dapat mempertahankan keturunan jenisnya dan dapat menyebarkannya ke lain tempat. Dalam morfologi tumbuhan dikenal ada biji tertutup yang disebut Angiospermae, dan biji telanjang/terbuka yang disebut Gymnospermae. Biji memiliki keanekaan dalam ukuran, bentuk dengan kulit biji yang berlapis-lapis, dan kekerasan (dari mulai yang lunak sampai dengan yang keras seperti batu). Ketika biji sampai pada kondisi yang diperlukan, maka biji tersebut akan tumbuh dan kulit biji yang menjadi pelindung bagian biji yang ada di dalam akan ditembus oleh lembaga. Bahkan lapisan kulit biji yang sekeras batupun dapat dipecahkannya.

ï‚§Siklus kehidupan dan kematian merupakan rahasia keajaiban alam dan rahasia kehidupan. Ciri utama siklus itu adalah bahwa zat-zat hidrogen, karbondioksida, nitrogen,dan garam yang non organik di bumi, berubah menjadi zat-zat organik yang merupakan bahan kehidupan bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan berkat bantuan sinar matahari. Selanjutnya zat-zat tersebut kembali mati dalam bentuk kotoran makhluk hidup dan dalam bentuk tubuh yang aus karena faktor disolusi bakteri dan kimia, yang mengubahnya menjadi zat non organik untuk memasuki siklus kehidupan yang baru. Begitulah Sang Pencipta mengeluarkan kehidupan dari kematian dan mengeluarkan kematian dari kehidupan di setiap saat. Siklus ini terus berputar dan hanya terjadi pada makhluk yang diberi kehidupan.

Al-Qur'an mempergunakan pula kata "mati" untuk pengertian "kafir", dan kata "hidup" untuk pengertian "iman" seperti:

Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan. (al-An'am/6: 122)

Lafaz "yang hidup" dipergunakan dalam arti lawan "yang mati", baik yang hidup itu ḥissiyyah seperti hidup hewan dan tumbuh-tumbuhan atau pun maknawiyyah seperti ilmu dan iman. "Yang hidup dikeluarkan dari yang mati" dan seterusnya adalah suatu kenyataan, bahwa Allah yang memiliki kekuasaan yang Dia berikan kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah mengeluarkan seorang penghulu para rasul dari bangsa Arab yang buta huruf. Rasul itu, Muhammad saw, yang menyiapkan mereka dengan kekuatan dan kemauan untuk menjadi umat yang terkuat, yang dapat menghancurkan benteng perbudakaan dan menegakkan kemerdekaan. Sementara itu orang-orang Yahudi (Bani Israil) bergelimang di dalam taqlid, perbudakan dan penindasan raja-raja atau para penguasa.

Allah memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, lalu mencabut pemberian-Nya dari siapa saja yang Dia kehendaki, hanyalah berdasarkan sunah dan hukum-Nya. Segala urusan ada di tangan Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menilai dan memperkirakan perhitungan-Nya. Dialah yang berkuasa mencabut kekuasan dari siapa yang dikehendaki-Nya serta menghinakannya, dan hanya Dia pulalah yang kuasa memberikan kekuasaan itu kepada suatu bangsa serta memuliakannya. Yang demikian itu, amat mudah bagi Allah. Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa balasan.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

تُولِجُ

tūliju

You cause to enter

ٱلَّيۡلَ

al-layla

the night

فِي

in

ٱلنَّهَارِ

l-nahāri

the day

وَتُولِجُ

watūliju

and You cause to enter

ٱلنَّهَارَ

l-nahāra

the day

فِي

in

ٱلَّيۡلِۖ

al-layli

the night

وَتُخۡرِجُ

watukh'riju

and You bring forth

ٱلۡحَيَّ

l-ḥaya

the living

مِنَ

mina

from

ٱلۡمَيِّتِ

l-mayiti

the dead

وَتُخۡرِجُ

watukh'riju

and You bring forth

ٱلۡمَيِّتَ

l-mayita

the dead

مِنَ

mina

from

ٱلۡحَيِّۖ

l-ḥayi

the living

وَتَرۡزُقُ

watarzuqu

and You give provision

مَن

man

(to) whom

تَشَآءُ

tashāu

You will

بِغَيۡرِ

bighayri

without

حِسَابٖ

ḥisābin

measure