Surah 67 · 67:15

Surah Al-Mulk 67:15

Al-Mulk · The Sovereignty

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولاً فَٱمْشُواْ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزْقِهِۦۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

Huwa allathee jaAAala lakumu al-ardathaloolan famshoo fee manakibihawakuloo min rizqihi wa-ilayhi annushoor

It is He who made the earth tame for you - so walk among its slopes and eat of His provision - and to Him is the resurrection.

Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.

SurahAl-Mulk
Juz29
Halaman563
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Reward of those Who fear their Lord unseen

Allah informs of he who fears standing before his Lord, being frightened about matters between himself and Allah when he is not in the presence of other people. So he refrains from disobedience and he performs acts of obedience when no one sees him except Allah. Allah mentions that this person will have forgiveness and a great reward. This means that his sins will be remitted and he will be rewarded abundantly. This is similar to what has been confirmed in the Two Sahihs,

«سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ تَعَالى فِي ظِلِّ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّه»

(There are seven people whom Allah the Exalted will shade in the shade of His Throne on the Day when there will be no shade except its shade.) Then he mentioned that among those people are:

«دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلًا تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتْى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُه»

(A man who is tempted by a beautiful woman of high social status, but he says: `Verily, I fear Allah.' Another person from among them is a man who gives charity and he conceals it so that his left hand does not know what his right hand spent.) Then He says, while informing that He is aware of the innermost conscience and secrets,

وَأَسِرُّواْ قَوْلَكُمْ أَوِ اجْهَرُواْ بِهِ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

(And whether you keep your talk secret or disclose it, verily, He is the All-Knower of what is in the breasts.) meaning, that which occurs in the hearts (ideas, thoughts, etc.).

أَلاَ يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ

(Should not He Who has created know) This means, `doesn't the Creator know'

وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ

(And He is the Most Kind and Courteous, All-Aware (of everything).)

Allah's Favor of subjugating the Earth to His Servants

Then Allah mentions His favor to His creation in subjugating the earth to them, and making it subservient to them. This is by His making it a stable abode and dwelling place. He placed in it mountains and caused water springs to gush forth from it. He fashioned pathways, and placed useful things in it and places fertile for the growth of fruit and vegetation. Allah says,

هُوَ الَّذِى جَعَلَ لَكُمُ الاٌّرْضَ ذَلُولاً فَامْشُواْ فِى مَنَاكِبِهَا

(He it is Who has made the earth subservient to you; so walk in the paths thereof) meaning, travel wherever you wish throughout its regions and frequent its countrysides and all the areas of its domain in your various journeys to seek earnings and trade. And know that your efforts will not benefit you anything unless Allah makes matters easy for you. Allah continues to say,

وَكُلُواْ مِن رِّزْقِهِ

(and eat of His provision.) Thus, striving by using the means (to attain something) does not negate the necessity of depending upon Allah (At-Tawakkul). This is similar to what Imam Ahmad recorded from `Umar bin Al-Khattab, that he heard the Messenger of Allah ﷺ say,

«لَوْأَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا»

(If you would trust in Allah as He truly should be trusted in, He would surely provide for you as He provides for the birds. They set out in the morning with empty stomachs and return in the evening with full stomachs.) At-Tirmidhi, An-Nasa'i and Ibn Majah all recorded this Hadith. At-Tirmidhi said, "Hasan Sahih." So this confirms that the bird searches morning and evening for its sustenance while depending upon Allah. For He is the Subduer, the Controller and the One Who causes everything.

وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

(And to Him will be the resurrection.) meaning, the place of return on the Day of Judgement. Ibn `Abbas, Mujahid, As-Suddi and Qatadah all said that Manakibiha (its paths) means its outermost borders, its roads and its regions.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan nikmat Allah yang tiada terhingga yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia, dengan menyatakan bahwa Allah telah menciptakan bumi dan memudahkannya untuk mereka, sehingga mereka dapat mengambil manfaat yang tidak terhingga untuk kepentingan hidup mereka. Dia menciptakan bumi itu bundar dan melayang-layang di angkasa luas. Manusia tinggal di atasnya seperti berada di tempat yang datar terhampar, tenang, dan tidak bergoyang. Dengan perputaran bumi terjadilah malam dan siang, sehingga manusia dapat berusaha pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Bumi memancarkan sumber-sumber mata air, yang mengalirkan air untuk diminum manusia dan binatang ternak peliharaannya.

Dengan air itu pula manusia mengairi kebun-kebun dan sawah-sawah mereka, demikian pula kolam-kolam tempat mereka memelihara ikan. Dengan air itu pula mereka mandi membersihkan badan mereka yang telah kotor, sehingga mereka merasa segar dan nyaman. Diciptakan-Nya pula bukit-bukit, lembah-lembah, gunung-gunung yang menghijau yang menyejukkan hati orang yang memandangnya. Dari celah-celah bukit itu mengalirlah sungai-sungai dan di antara bukit-bukit dan lembah-lembah itu manusia membuat jalan-jalan yang menghubungkan suatu negeri dengan negeri yang lain. Alangkah banyaknya nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada manusia. Seandainya Allah menahan suatu nikmat saja kepada manusia, misalnya tidak memberikan udara yang akan dihirup, manusia akan mengalami penderitaan yang sangat. Siapakah yang dapat mengingkari nikmat Allah yang demikian banyaknya itu?

Menurut para saintis, bumi yang diseliputi atmosfer sangat dinamis. Proses-proses geologi yang mencakup dari proses erosi, pengendapan, naik-turun muka laut, gempa bumi, pergerakan magma, sampai ke letusan gunung api dalam rentang waktu jutaan tahun telah memungkinkan terjadinya cebakan-cebakan mineral maupun energi. Di bagian lain, laut dan atmosfer pun tak kalah dinamisnya. Interaksinya dengan daratan dan perjalanannya bersama bulan mengitari matahari membentuk iklim dan musim. Proses-proses dinamis yang melibatkan daratan-laut dan atmosfer tersebut memungkinkan terjadinya siklus hidrologi yang pada gilirannya menurunkan hujan dan menyebabkan kesuburan tanah serta terbentuknya cadangan air baik di danau, sungai maupun dalam tanah. Oksigen dan air yang merupakan kebutuhan vital manusia tersedia melimpah dan amat mudah didapatkannya.

Ayat ini menyatakan bahwa dengan sifat rahman-Nya kepada seluruh umat manusia, maka Allah bukan saja telah menyediakan seluruh sarana dan prasarana bagi manusia. Ia juga telah memudahkan manusia untuk hidup di permukaan bumi. Manusia diperintahkan Allah untuk berjalan di permukaan bumi untuk mengenali baik tempatnya, penghuninya, manusianya, hewan dan tumbuhannya.

Manusia tidak saja diberi udara, tumbuhan, hewan, dan cuaca yang menyenangkan, tapi juga diberi perlengkapan dan kenyamanan untuk mencari rezeki di bumi dengan segala yang ada di atasnya maupun terkandung di dalamnya.

Setelah Allah menerangkan bahwa alam ini diciptakan untuk manusia dan memudahkannya untuk keperluan mereka, maka Dia memerintahkan agar mereka berjalan di muka bumi, untuk memperhatikan keindahan alam, berusaha mengolah alam yang mudah ini, berdagang, beternak, bercocok tanam dan mencari rezeki yang halal. Sebab, semua yang disediakan Allah itu harus diolah dan diusahakan lebih dahulu sebelum dimanfaatkan bagi keperluan hidup manusia.

Dengan memahami ayat ini, dapat dikemukakan hal-hal yang berikut:

1.Allah memerintahkan agar manusia berusaha dan mengolah alam untuk kepentingan mereka guna memperoleh rezeki yang halal. Hal ini berarti bahwa tidak mau berusaha dan bersifat pemalas bertentangan dengan perintah Allah.

2.Karena berusaha dan mencari rezeki itu termasuk melaksanakan perintah Allah, maka orang yang berusaha dan mencari rezeki adalah orang yang menaati Allah, dan hal itu termasuk ibadah. Dengan perkataan lain bahwa berusaha dan mencari rezeki itu bukan mengurangi ibadah, tetapi memperkuat dan memperbanyak ibadah itu sendiri.

Diriwayatkan oleh Ahmad dari 'Umar bin al-Khaththab, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah bersabda:

Jika kalian benar-benar bertawakal kepada Allah, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana Allah memberikan rezeki-Nya kepada burung. Pergi mencari rezeki dengan perut yang kosong, dan petang hari ia kembali ke sarangnya dengan perut yang berisi penuh. (Riwayat at-Tirmidhi, Ahmad, al-Baihaqi, dan Abu Dawud dari 'Umar bin al-Khaththab)

Hadis ini menunjukkan bahwa waktu sejak pagi hari sampai petang adalah waktu untuk mencari rezeki, seperti yang telah dilakukan burung. Jika manusia benar-benar mau berusaha sejak pagi sampai petang pasti Allah memberinya rezeki. Mereka tidak akan kelaparan. Dari hadis ini juga dapat dipahami bahwa orang yang tidak mau berusaha tidak akan diberi rezeki oleh Allah.

Diriwayatkan oleh al-hakim dan at-Tirmidhi dari Mu'awiyah bin Qurrah, ia berkata, "Pada suatu hari 'Umar bin Khaththab lewat di perkampungan suatu kaum, lalu beliau bertanya kepada kaum itu, "Siapakah kamu?" Mereka menjawab, "Kami adalah orang-orang yang bertawakal kepada Allah." Umar berkata, "Kamu bukanlah orang-orang yang bertawakal kepada Allah, melainkan orang-orang yang telah dimakan karat. Adapun orang yang bertawakal kepada Allah ialah orang yang menanamkan benih ke dalam tanah, lalu ia bertawakal kepada Allah."

Dalam mencari rezeki ajaran Islam memberikan beberapa pedoman:

1.Agar setiap manusia berusaha mencukupkan keperluan dirinya dan keluarganya. Oleh karena itu, orang yang berangkat dari rumahnya pagi hari untuk mencari rezeki, termasuk orang yang didoakan oleh Nabi Muhammad agar diberkahi Allah.

Bahwa Nabi Muhammad saw berkata, "Wahai Allah, berkatilah umatku yang berangkat berusaha pagi-pagi." (Riwayat at-Tirmidhi dari sakhr bin al-Gamidi)

2.Dalam berusaha itu hendaklah mencari yang halal. Maksudnya ialah mencari rezeki dengan cara-cara yang halal, tidak dengan mencuri, menipu, korupsi, dan sebagainya. Rezeki yang dicari itu adalah rezeki yang halal, bukan yang haram, seperti khamar, bangkai, dan sebagainya, sesuai dengan hadis: Dari Ali bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah Ta'ala senang melihat hamba-Nya, dalam mencari yang halal." (Riwayat ath-thabrani)

Hadis yang lain menerangkan:

Dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda, "Mencari rezeki yang halal wajib bagi setiap orang muslim." (Riwayat ath-thabrani)

Pada akhir ayat, Allah memberi peringatan kepada manusia bahwa semua makhluk akan kembali kepada-Nya pada hari Kiamat, dan pada waktu itu akan ditimbang semua perbuatan manusia. Amal baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, sedangkan perbuatan buruk akan dibalas dengan azab neraka. Oleh karena itu, hendaklah manusia selalu mawas diri, berusaha melaksanakan amal saleh sebanyak mungkin dan menilai serta meneliti perbuatan-perbuatan yang akan dikerjakan, berusaha memohon ampun kepada Allah atas kesalahan yang telanjur dilakukan atau yang tanpa disadari bahwa perbuatan itu termasuk perbuatan yang dilarang Allah. Maka setiap muslim seyogyanya mencari rezeki yang halal saja, jangan sekali-kali memakan rezeki yang diperoleh dengan cara yang haram atau bendanya sendiri adalah benda yang haram. Ingatlah bahwa semua makhluk tanpa ada kecualinya akan kembali kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

هُوَ

huwa

He

ٱلَّذِي

alladhī

(is) the One Who

جَعَلَ

jaʿala

made

لَكُمُ

lakumu

for you

ٱلۡأَرۡضَ

l-arḍa

the earth

ذَلُولٗا

dhalūlan

subservient

فَٱمۡشُواْ

fa-im'shū

so walk

فِي

in

مَنَاكِبِهَا

manākibihā

(the) paths thereof

وَكُلُواْ

wakulū

and eat

مِن

min

of

رِّزۡقِهِۦۖ

riz'qihi

His provision

وَإِلَيۡهِ

wa-ilayhi

and to Him

ٱلنُّشُورُ

l-nushūru

(is) the Resurrection