Surah 17 · 17:39
Surah Al-Isra 17:39
Al-Isra · The Night Journey
ذ
Thalika mimma awhailayka rabbuka mina alhikmati wala tajAAal maAAaAllahi ilahan akhara fatulqa feejahannama malooman madhoora
That is from what your Lord has revealed to you, [O Muḥammad], of wisdom. And, [O mankind], do not make [as equal] with Allāh another deity, lest you be thrown into Hell, blamed and banished.
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah).
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Everything previously mentioned is Revelation and Wisdom
Allah says: `What We have commanded you to do is part of good manners, and what We have forbidden you are evil qualities. We have revealed this to you, O Muhammad, so that you may command the people likewise.'
وَلاَ تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَـهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَى فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا(And set not up with Allah any other god lest you should be thrown into Hell, blameworthy) meaning, your own self will blame you, as will Allah and His creation.
مَّدْحُورًا(rejected) means far removed from everything good. Ibn `Abbas and Qatadah said: "(It means) cast out." This is an address to the Ummah via the Messenger , for he is infallible.
Tafsir Kemenag RI
Pada ayat ini dijelaskan bahwa bimbingan Allah berupa perintah-Nya yang harus diikuti, dan semua larangan yang harus dijauhi, yang disebutkan dalam ayat-ayat yang lalu, apabila ditaati niscaya akan membimbing manusia kepada kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Sebab, semua itu adalah sebagian dari hikmah yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, yang berupa peraturan-peraturan agama.
Selanjutnya Allah swt mengulangi kembali larangan mengadakan tuhan selain Allah. Pengulangan larangan mempersekutukan tuhan-tuhan yang lain dengan Allah, yang berarti perintah untuk beragama tauhid, menunjukkan kepada pengertian bahwa tauhid adalah inti dari semua agama samawi, dan sebagai titik tolak dan tujuan akhir dari segala macam urusan seluruh makhluk. Semua makhluk adalah milik Allah dan kepada-Nya pula semuanya akan kembali.
Di akhir ayat, Allah swt menegaskan bahwa akibat yang akan dirasakan oleh kaum musyrikin ialah mereka dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela, baik celaan itu datang dari pihak lain, ataupun datang dari dirinya sendiri, serta dijauhkan dari rahmat Allah. Mereka tidak akan mendapat pertolongan dari siapapun.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Kata per kata
ذَٰلِكَ
dhālika
That
مِمَّآ
mimmā
(is) from what
أَوۡحَىٰٓ
awḥā
(was) revealed
إِلَيۡكَ
ilayka
to you
رَبُّكَ
rabbuka
(from) your Lord
مِنَ
mina
of
ٱلۡحِكۡمَةِۗ
l-ḥik'mati
the wisdom
وَلَا
walā
And (do) not
تَجۡعَلۡ
tajʿal
make
مَعَ
maʿa
with
ٱللَّهِ
l-lahi
Allah
إِلَٰهًا
ilāhan
god
ءَاخَرَ
ākhara
other
فَتُلۡقَىٰ
fatul'qā
lest you should be thrown
فِي
fī
in
جَهَنَّمَ
jahannama
Hell
مَلُومٗا
malūman
blameworthy
مَّدۡحُورًا
madḥūran
abandoned