Surah 7 · 7:128
Surah Al-A'raf 7:128
Al-A'raf · The Heights
قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ
Qala moosa liqawmihiistaAAeenoo billahi wasbiroo innaal-arda lillahi yoorithuha man yashaomin AAibadihi walAAaqibatu lilmuttaqeen
Said Moses to his people, "Seek help through Allāh and be patient. Indeed, the earth belongs to Allāh. He causes to inherit it whom He wills of His servants. And the [best] outcome is for the righteous."
Musa berkata kepada kaumnya, "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa."
Tafsir
Ibn Kathir (Abridged)
Fir`awn vows to kill the Children of Israel, Who complain to Musa; Allah promises Them Victory
Allah mentions the conspiracy of Fir`awn and his people, their ill intentions and their hatred for Musa and his people.
وَقَالَ الْمَلأ مِن قَوْمِ فِرْعَونَ(The chiefs of Fir`awn's people said), to Fir`awn,
أَتَذَرُ مُوسَى وَقَوْمَهُ("Will you leave Musa and his people"), will you let them be free,
لِيُفْسِدُواْ فِى الاٌّرْضِ("to spread mischief in the land"), spreading unrest among your subjects and calling them to worship their Lord instead of you Amazingly, these people were worried that Musa and his people would cause mischief! Rather, Fir`awn and his people are the mischief-makers, but they did not realize it. They said,
وَيَذَرَكَ وَءالِهَتَكَ("and to abandon you and your gods") `Your gods', according to Ibn `Abbas, as As-Suddi narrated from him, "Were cows. Whenever they saw a beautiful cow, Fir`awn would command them to worship it. This is why As-Samiri, made the statue of a calf that seemed to moo for the Children of Israel." Fir`awn accepted his people's recommendation, saying,
سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْيِـى نِسَآءَهُمْ("We will kill their sons, and let their women live") thus reiterating his previous order concerning the Children of Israel. He had tormented them killing every newly born male before Musa was born, so that Musa would not live. However, the opposite of what Fir`awn sought and intended occurred. The same end struck Fir`awn that he intended to subjugate and humiliate the Children of Israel with. Allah gave victory to the Children of Israel, humiliated and disgraced Fir`awn, and caused him to drown along with his soldiers. When Fir`awn insisted on his evil plot against the Children of Israel,
قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُواْ بِاللَّهِ وَاصْبِرُواْ(Musa said to his people: "Seek help in Allah and be patient") and promised them that the good end will be theirs and that they will prevail, saying,
إِنَّ الأَرْضَ للَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَـقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَقَالُواْ أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِن بَعْدِ مَا جِئْتَنَا("Verily, the earth is Allah's. He gives it as a heritage to whom He wills of His servants; and the (blessed) end is for the pious and righteous persons." They said: "We suffered troubles before you came to us, and since you have come to us.") The Children of Israel replied to Musa, `they (Fir`awn and his people) inflicted humiliation and disgrace on us, some you witnessed, both before and after you came to us, O Musa'! Musa replied, reminding them of their present situation and how it will change in the future,
عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ("It may be that your Lord will destroy your enemy. ..") encouraging them to appreciate Allah when the afflictions are removed and replaced by a bounty.
Tafsir Kemenag RI
Dapat dimengerti, mendengar ancaman Firaun ini Bani Israil yang berdiam di Mesir pada masa tersebut merasa takut dan amat gelisah, ancaman ini terbukti kemudian, mereka diperlakukan sebagai budak. Di samping itu, setiap anak lelaki yang mereka lahirkan dibunuh oleh kaki tangan Firaun. Oleh sebab itu Nabi Musa as berkata kepada mereka: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi ini kepunyaan Allah, diwariskan kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, dan kesudahan yang baik adalah untuk orang-orang yang bertakwa".
Nabi Musa menghibur dan menenteramkan kaumnya dengan mengingatkan kepada mereka kekuasaan Allah, bahwa Dialah yang memiliki dan menguasai bumi, dan segala apa yang terjadi di bumi ini adalah sesuai dengan Sunnah-Nya, yaitu setiap umat yang ingkar dan zalim pasti menemui kehancuran, dan setiap umat yang beriman dan bersabar tentu akan memperoleh pertolongan-Nya, sehingga memperoleh kemenangan dan kesudahan yang baik. Sebab itu hendaklah mereka memohon pertolongan kepada-Nya, disertai dengan kesabaran, keimanan, persatuan dan keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.
Ucapan Nabi Musa ini selain menimbulkan harapan tentang pertolongan Allah serta rahmat-Nya untuk membebaskan mereka dari kekejaman Firaun serta menjadikan Bani Israil sebagai penguasa di belakang hari di bagian bumi yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka, juga mengandung suatu peringatan yang sangat penting bagi kaumnya, yaitu apabila di belakang hari mereka menjadi penguasa, janganlah berbuat sewenang-wenang seperti Firaun dan para pembesarnya, karena Allah senantiasa mengawasi perbuatan dan tindak-tanduk dari setiap makhluk-Nya, oleh sebab itu, apabila mereka berkuasa dan melakukan kezaliman pula, pastilah Allah mendatangkan azab kepada mereka.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat berharga, tentang sikap manusia pada waktu ia sedang menghadapi penderitaan tersebut, atau sebelum mereka memperoleh rahmat Allah, dan pada waktu setelah memperoleh rahmat tersebut. Sikap yang amat tercela ialah berkeluh kesah dan memohon pertolongan Allah pada waktu memperoleh kesusahan, dan kemudian mengingkari atau melupakan rahmat Allah setelah memperolehnya.
Sikap yang seharusnya dilakukan ialah sabar dan tawakal serta memohon pertolongan Allah pada waktu menghadapi kesukaran, dan mensyukuri rahmat Allah setelah memperoleh kebahagiaan. Mensyukuri rahmat Allah, tidak hanya dengan ucapan, melainkan yang terpenting ialah melaksanakan dengan perbuatan. Sebab itu, apabila seseorang memperoleh kekuasaan, kemudian kekuasaannya itu digunakan untuk berbuat kezaliman atau memperkaya diri sendiri atas kerugian orang lain, maka ini berarti bahwa ia tidak mensyukuri rahmat Allah yang diperolehnya, yaitu pangkat dan kekuasaan, dan karenanya telah sepatutnyalah bila Allah menimpakan azab kepadanya.
Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.
Kata per kata
قَالَ
qāla
Said
مُوسَىٰ
mūsā
Musa
لِقَوۡمِهِ
liqawmihi
to his people
ٱسۡتَعِينُواْ
is'taʿīnū
Seek help
بِٱللَّهِ
bil-lahi
from Allah
وَٱصۡبِرُوٓاْۖ
wa-iṣ'birū
and be patient
إِنَّ
inna
Indeed
ٱلۡأَرۡضَ
l-arḍa
the earth
لِلَّهِ
lillahi
(belongs) to Allah
يُورِثُهَا
yūrithuhā
He causes to inherit it
مَن
man
whom
يَشَآءُ
yashāu
He wills
مِنۡ
min
of
عِبَادِهِۦۖ
ʿibādihi
His servants
وَٱلۡعَٰقِبَةُ
wal-ʿāqibatu
And the end
لِلۡمُتَّقِينَ
lil'muttaqīna
(is) for the righteous