Surah 7 · 7:108

Surah Al-A'raf 7:108

Al-A'raf · The Heights

وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـٰظِرِينَ

WanazaAAa yadahu fa-itha hiya baydaolinnathireen

And he drew out his hand; thereupon it was white [with radiance] for the observers.

Dan dia mengeluarkan tangannya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.

SurahAl-A'raf
Juz9
Halaman164
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ

(a Thu`ban serpent, manifest), refers to "The male snake." As-Suddi and Ad-Dahhak said similarly. A report from Ibn `Abbas said,

فَأَلْقَى عَصَاهُ

"(Then (Musa) threw his staff), and it turned into a huge snake that opened its mouth and rushed towards Fir`awn. When Fir`awn saw the snake rushing towards him, he jumped from his throne and cried to Musa for help, so that Musa would remove the snake from his way. Musa did that." As-Suddi commented,

فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ

(and behold! It was a Thu`ban serpent, manifest!) "This Thu`ban refers to male snakes. The snake opened its mouth and headed towards Fir`awn to swallow him, placing its lower jaw on the ground and its upper jaw reaching the (top of the) wall of the palace. When Fir`awn saw the snake, he was frightened, so he jumped and wet himself and he never wet himself before this incident. He cried, `O Musa! Take it away and I will believe in you and release the Children of Israel to you.' So Musa, peace be on him, took it, and it became a staff again. "

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّـظِرِينَ

(And he drew out his hand, and behold! it was white (with radiance) for the beholders.) Musa took his hand out of his cloak after he inserted his hand in it and it was shining, not because of leprosy or sickness. Allah said in another Ayah,

وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوءٍ

(And put your hand into your bosom, it will come forth white without hurt.) 27:12 Ibn `Abbas said, "without hurt', means, `not because of leprosy'. Musa inserted his hand again in his sleeve and it returned back to its normal color." Mujahid and several others said similarly.

Tafsir Kemenag RI

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Musa memperlihatkan mukjizat yang kedua, yaitu tangannya kelihatan bercahaya, memancarkan sinar yang terang.

Setelah ia melemparkan tongkatnya, dan orang-orang yang hadir menyaksikan ular yang menjelma dari tongkat tersebut, maka Nabi Musa memasukkan tangannya ke ketiaknya melalui leher bajunya, kemudian dikeluarkannya. Ternyata tangannya itu menjadi putih cemerlang dan berkilauan, dan dapat dilihat dengan nyata oleh yang menyaksikannya, termasuk Firaun dan pengikutnya.

Dalam kisah Nabi Musa yang terdapat dalam surah thaha, surah an-Naml dan surah al-Qashas ditegaskan bahwa warna putih berkilauan yang kelihatan pada tangan Nabi Musa ketika itu adalah warna putih yang sehat, bukan warna putih yang disebabkan oleh penyakit sopak dan sebagainya.

Perlu diingat, bahwa dalam kitab-kitab tafsir yang mendasarkan penafsirannya kepada riwayat-riwayat yang diterima dari orang-orang dahulu, sering terdapat kisah-kisah yang berlebih-lebihan dan sangat aneh, mengenai ular yang menjelma dari tongkat Nabi Musa tersebut. Kita harus waspada dan berhati-hati dalam menerima riwayat-riwayat semacam itu, karena tidak mempunyai dasar yang kuat. Bahkan sebagian berasal dari riwayat Israiliyat, yaitu dongeng-dongeng yang datang dari orang Yahudi, yang menyusup ke dalam kalangan kaum Muslimin yang bertujuan untuk merusak agama Islam dari dalam. Kenyataan sejarah menunjukkan, bahwa fitnah dan kekacauan yang terjadi dalam kalangan umat Islam, bahkan pembunuhan-pembunuhan terhadap khalifah-khalifah, biang keladinya adalah para penyusup itu, seperti Abdullah Ibnu Saba dari bangsa Yahudi yang berpura-pura masuk agama Islam. Lalu mengadakan pengacauan dalam bidang akidah, politik dan sebagainya, pada masa-masa permulaan Islam.

Syukurlah bahwa di kalangan ulama-ulama Islam telah muncul para cendekiawan yang waspada, lalu mengadakan penyelidikan mengenai riwayat-riwayat tersebut dan lebih memilih riwayat-riwayat yang mempunyai dasar yang kuat, yang tidak diragukan kebenarannya.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَنَزَعَ

wanazaʿa

And he drew out

يَدَهُۥ

yadahu

his hand

فَإِذَا

fa-idhā

and suddenly

هِيَ

hiya

it

بَيۡضَآءُ

bayḍāu

(was) white

لِلنَّٰظِرِينَ

lilnnāẓirīna

for the observers