Surah 29 · 29:69

Surah Al-'Ankabut 29:69

Al-'Ankabut · The Spider

وَٱلَّذِينَ جَـٰهَدُواْ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا‌ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

Wallatheena jahadoofeena lanahdiyannahum subulana wa-inna AllahalamaAAa almuhsineen

And those who strive for Us - We will surely guide them to Our ways. And indeed, Allāh is with the doers of good.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.

SurahAl-'Ankabut
Juz21
Halaman404
Turun dimakkah

Tafsir

Ibn Kathir (Abridged)

The Blessing of the Sanctuary Here

Allah reminds Quraysh how He blessed them by granting them access to His sanctuary which He has made (open) to (all) men, the dweller in it and the visitor from the country are equal there, and whoever enters it is safe, because he is in a place of great security, although the Arabs of the desert round about used to ambush and raid one another and kill one another. As Allah says:

لإِيلَـفِ قُرَيْشٍ - إِيلَـفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَالصَّيْفِ - فَلْيَعْبُدُواْ رَبَّ هَـذَا الْبَيْتِ - الَّذِى أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَءَامَنَهُم مِّنْ خوْفٍ

(For the protection of the Quraysh. The caravans to set forth safe in winter and in summer. So let them worship the Lord of this House. Who has fed them against hunger, and has made them safe from fear.) (106:1-4)

أَفَبِالْبَـطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَكْفُرُونَ

(Then do they believe in falsehood, and deny the graces of Allah) means, is the thanks that they give for this immense blessing to associate others with Him and worship others besides Him, idols and rivals

بَدَّلُواْ نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ

(Have you not seen those who have changed the blessings of Allah into disbelief, and caused their people to dwell in the house of destruction) (14:28) They disbelieved in the Prophet, servant and Messenger of Allah ﷺ, when what they should have done was to worship Allah Alone and not associate anything with Him, and to believe in, honor and respect the Messenger ﷺ, but they rejected him and fought him, and expelled him from their midst. So, Allah took His blessing away from them, and killed those of them whom He killed at Badr, then His Messenger and the believers gained the upper hand, and Allah enabled His Messenger to conquer Makkah, and He disgraced them and humiliated them (the disbelievers). Then Allah says:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِباً أَوْ كَذَّبَ بِالْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُ

(And who does more wrong than he who invents a lie against Allah or denies the truth, when it comes to him) There is no one who will be more severely punished than one who tells lies about Allah and says that Allah revealed something to him at the time when Allah did not reveal anything to him, or says, `I shall reveal something like that which Allah revealed.' And there is no one who will be more severely punished than one who denies the truth when it comes to him, for the former is a fabricator and the latter is a disbeliever. Allah says:

أَلَيْسَ فِى جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْكَـفِرِينَ

(Is there not a dwelling in Hell for the disbelievers) Then Allah says:

وَالَّذِينَ جَـهَدُواْ فِينَا

(As for those who strive hard for Us,) meaning the Messenger and his Companions and those who follow him, until the Day of Resurrection,

لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

(We will surely guide them to Our paths. ) means, `We will help them to follow Our path in this world and the Hereafter.' Ibn Abi Hatim narrated that `Abbas Al-Hamdani Abu Ahmad -- one of the people of `Akka (Palestine) -- said, concerning the Ayah:

وَالَّذِينَ جَـهَدُواْ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

(As for those who strive hard for Us (in Our cause), We will surely guide them to Our paths. And verily, Allah is with the doers of good.) "Those who act upon what they know, Allah will guide them to that which they do not know." Ahmad bin Abu Al-Hawari said, "I told this to Abu Sulayman Ad-Darani, and he liked it and said: `No one who is inspired to do something good should do it until he hears a report concerning that; if he hears a report then he should go ahead and do it, and praise Allah because it was in accordance with what he himself felt."'

وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

(And verily, Allah is with the doers of good.) Ibn Abi Hatim recorded that Ash-Sha`bi said; "Isa bin Maryam, peace be upon him, said: `Righteousness means doing good to those who ill-treat you, it does not mean doing good to those who do good to you."' And Allah knows best. This is the end of the Tafsir of Surat Al-`Ankabut. All praise and thanks are due to Allah.

Tafsir Kemenag RI

Ayat ini menerangkan janji yang mulia dari Allah kepada orang-orang mukmin yang berjihad di jalan-Nya dengan mengorbankan jiwa dan hartanya serta menanggung siksaan dan rintangan. Oleh karena itu, Allah akan memberi mereka petunjuk, membantu mereka membulatkan tekad, dan memberikan bantuan, sehingga mereka memperoleh kemenangan di dunia serta kebahagiaan dan kemuliaan di akhirat kelak.

Allah berfirman:

(Yaitu) orang-orang yang diusir dari kampung halamannya tanpa alasan yang benar, hanya karena mereka berkata, "Tuhan kami ialah Allah." Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa. (al-hajj/22: 40)

Makna jihad dalam ayat 69 ini ialah melakukan segala macam usaha untuk menegakkan agama Allah dan meninggikan kalimat-Nya, termasuk juga memerangi orang-orang kafir yang memerangi umat Islam. Menurut Abu Sulaiman ad-Darani, jihad di sini bukan berarti memerangi orang-orang kafir saja, melainkan juga berarti mempertahankan agama, dan memberantas kezaliman. Adapun yang utama ialah menganjurkan perbuatan makruf, melarang dari perbuatan yang mungkar, dan memerangi hawa nafsu dalam rangka menaati perintah Allah.

Mereka yang berjihad itu dijanjikan Allah jalan yang lapang. Janji ini pasti akan terlaksana, sebagaimana firman-Nya:

Dan sungguh, Kami telah mengutus sebelum engkau (Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan merupakan hak Kami untuk menolong orang-orang yang beriman. (ar-Rum/30: 47)

Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang yang berjihad di jalan Allah itu adalah orang-orang yang berbuat baik (muhsin). Hal ini berarti bahwa segala macam perbuatan, sesuai dengan yang digariskan Allah dalam berjihad itu, adalah perbuatan baik. Dinamakan demikian karena orang-orang yang berjihad itu selalu berjalan di jalan Allah. Orang-orang yang tidak mau berjihad adalah orang yang tidak baik, sebab ia telah membangkang terhadap perintah Allah untuk melakukan jihad. Orang itu adalah orang yang sesat, karena tidak mau meniti jalan lurus yang telah dibentangkan-Nya.

Dalam ayat ini dinyatakan bahwa Allah selalu beserta orang-orang yang berperang di jalan-Nya, memerangi hawa nafsu, mengusir semua bisikan setan dari hatinya, dan tidak pernah menyia-nyiakan ajaran agama-Nya. Pernyataan ini dapat menenteramkan hati orang yang beriman dalam menghadapi orang-orang kafir dan membangkitkan semangat mereka berjuang di jalan-Nya.

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang berjihad untuk mencari keridaan Allah, pasti akan ditunjukkan kepada mereka jalan-Nya. Dari ayat ini dipahami bahwa lapangan jihad yang luas bisa dilaksanakan dengan berbagai cara, berupa perkataan, tulisan, dan pada situasi tertentu dapat dilakukan dengan senjata. Karena luas dan banyaknya lapangan jihad berarti banyak sekali jalan-jalan yang dapat ditempuh seorang mukmin untuk sampai kepada keridaan Allah, asal semua jalan itu diniatkan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kebaikan.

Tafsir is bundled locally for static rendering. Verify redistribution rights for Ibn Kathir and Tafsir Kemenag before production release.

Kata per kata

وَٱلَّذِينَ

wa-alladhīna

And those who

جَٰهَدُواْ

jāhadū

strive

فِينَا

fīnā

for Us

لَنَهۡدِيَنَّهُمۡ

lanahdiyannahum

We will surely, guide them

سُبُلَنَاۚ

subulanā

(to) Our ways

وَإِنَّ

wa-inna

And indeed

ٱللَّهَ

l-laha

Allah

لَمَعَ

lamaʿa

surely (is) with

ٱلۡمُحۡسِنِينَ

l-muḥ'sinīna

the good-doers